{"id":6765,"date":"2023-11-03T14:58:38","date_gmt":"2023-11-03T06:58:38","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=6765"},"modified":"2023-11-03T14:58:38","modified_gmt":"2023-11-03T06:58:38","slug":"tim-p2md-hmpsmb-x-hmpsv-uns-melakukan-rebranding-makanan-sehat-pada-desa-tawangsari-boyolali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/tim-p2md-hmpsmb-x-hmpsv-uns-melakukan-rebranding-makanan-sehat-pada-desa-tawangsari-boyolali\/6765\/","title":{"rendered":"TIM P2MD HMPSMB X HMPSV UNS MELAKUKAN REBRANDING MAKANAN SEHAT PADA DESA TAWANGSARI, BOYOLALI"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis dan Himpunan Mahasiswa Perpustakaan, Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS), telah meluncurkan sebuah inisiatif yakni rebranding produk lokal yang berasal dari Desa Tawangsari, Boyolali. Produk yang menjadi objek rebranding adalah Rice Chips atau kerupuk beras, yang merupakan sebuah produk makanan lokal. Sebelumnya Rice Chips ini  mungkin belum mendapatkan perhatian yang layak. Namun, melalui kegiatan rebranding ini harapannya dapat mempromosikan kerupuk beras untuk lebih dikenal oleh banyak kalangan. <\/p>\n<p>Kerupuk beras yang dihasilkan adalah produk yang terbebas dari bahan kimia berbahaya atau borax. Bahkan yang lebih mengagumkan lagi, kerupuk beras ini telah diperkaya dengan tambahan sayuran sebagai salah satu varian rasanya.  Hal ini merupakan sebuah usaha untuk menciptakan produk yang lebih sehat dan bervariasi bagi konsumen. <\/p>\n<p>Selain itu, kegiatan rebranding ini juga berperan sebagai realisasi nyata dari Program Pemberdayaan Masyarakat Desa yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar2-1.png\" alt=\"\" width=\"1227\" height=\"368\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6766\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar2-1.png 1227w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar2-1-300x90.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar2-1-1024x307.png 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar2-1-768x230.png 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar2-1-150x45.png 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar2-1-696x209.png 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar2-1-1068x320.png 1068w\" sizes=\"(max-width: 1227px) 100vw, 1227px\" \/><\/p>\n<p>Inisiatif ini membawa misi yang kuat dan dapat menekankan pada pengelolaan produk lokal yang sehat, khususnya dalam konteks &#8220;Makanan Sehat&#8221;. Selain itu, kegiatan rebranding ini juga melibatkan aspek pemberdayaan perempuan yang berfokus pada edukasi untuk meningkatkan ketahanan pangan di kalangan masyarakat lokal serta para wisatawan yang berkunjung ke Desa Tawangsari, Boyolali.<\/p>\n<p>Rebranding produk ini juga memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk memberikan dorongan yang signifikan terhadap perekonomian warga Desa Tawangsari. Melalui peningkatan nilai dan kualitas produk lokal ini harapannya adalah masyarakat desa akan mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan. Dengan demikian, inisiatif ini menjadi sebuah langkah konkrit menuju pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut, yang dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis dan Himpunan Mahasiswa Perpustakaan, Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS), telah meluncurkan sebuah inisiatif yakni rebranding produk lokal yang berasal dari Desa Tawangsari, Boyolali. Produk yang menjadi objek rebranding adalah Rice Chips atau kerupuk beras, yang merupakan sebuah produk makanan lokal. Sebelumnya Rice Chips ini mungkin belum mendapatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6767,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6765"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6765\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6767"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}