{"id":6354,"date":"2023-10-17T16:44:36","date_gmt":"2023-10-17T08:44:36","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=6354"},"modified":"2023-10-17T16:44:36","modified_gmt":"2023-10-17T08:44:36","slug":"efektifitas-standar-kinerja-dalam-meraih-tujuan-organisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/efektifitas-standar-kinerja-dalam-meraih-tujuan-organisasi\/6354\/","title":{"rendered":"Efektifitas Standar Kinerja dalam Meraih Tujuan Organisasi"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_6355\" aria-describedby=\"caption-attachment-6355\" style=\"width: 291px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-6355\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar1-59.jpg\" alt=\"\" width=\"291\" height=\"197\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar1-59.jpg 291w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar1-59-150x102.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 291px) 100vw, 291px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6355\" class=\"wp-caption-text\">Sumber gambar: Pinterest @soymaestrayuri (https:\/\/pin.it\/1f6rCSI)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Penetapan standar kinerja adalah aspek yang sangat penting dalam proses perencanaan manajemen kinerja. Proses ini melibatkan seluruh anggota tim untuk saling bekerja sama dalam mencapai tujuan organisasi. Standar kinerja membuat pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih efisien dan efektif, serta berfungsi sebagai alat motivasi bagi pekerja agar mereka bekerja lebih keras untuk mencapai standar yang telah ditetapkan. Standar kinerja juga memberikan panduan mengenai bagaimana pekerjaan harus dilaksanakan dengan mencapai tingkat kuantitas dan kualitas yang diharapkan.<\/p>\n<p>Banyak definisi dari para ahli mengenai standar kinerja, salah satunya menyebutkan bahwa standar kinerja adalah deskripsi situasi yang terjadi ketika pekerjaan dilaksanakan dengan efektif. Hal ini menggambarkan bahwa saat pekerja menjalankan tugasnya, ada panduan tentang langkah-langkah atau prosedur yang harus diikuti agar mencapai hasil yang diharapkan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan efisiensi dan efektivitas sesuai dengan visi dan misi organisasi. Standar kinerja juga memberikan petunjuk kepada pekerja tentang tindakan yang harus diambil jika mereka menghadapi situasi khusus dalam pekerjaan mereka. Melalui standar kinerja, pekerja dan manajemen dapat mengukur kapan suatu tujuan organisasi berhasil dicapai.<\/p>\n<p>Standar kinerja yang efektif harus realistis, dapat diukur, dan mudah dimengerti secara jelas sehingga memberikan manfaat baik bagi organisasi maupun pekerja. Oleh karena itu, dengan penetapan yang tepat, standar kinerja dapat menjadi panduan yang efektif dan dapat memberikan motivasi kepada pekerja untuk mencapai atau bahkan melampaui standar yang telah ditetapkan. Penetapan standar kinerja yang jelas memastikan bahwa semua individu yang terlibat dalam tugas organisasi memiliki pemahaman tentang tingkat pencapaian yang diharapkan. Standar kinerja memiliki beberapa peran, termasuk sebagai acuan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan kinerja.<\/p>\n<p>Standar kinerja yang efektif disusun berdasarkan kesepakatan bersama agar menjadi kontrak kinerja yang efisien. Jika terjadi ketidaksepakatan, manajer harus mengambil keputusan akhir. Tidak ada jumlah standar minimum atau maksimum yang baku untuk satu jenis pekerjaan. Dengan memiliki berbagai standar, pekerja akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang diharapkan dan membantu manajer mengidentifikasi apa yang perlu diperbaiki. Manajer dan pekerja perlu bekerja sama untuk menentukan jumlah standar kinerja yang sesuai dan praktis agar pelaksanaannya menjadi lebih efisien.<\/p>\n<p>Terdapat delapan karakteristik yang membuat suatu standar kinerja menjadi efektif, yaitu:<\/p>\n<p>1. <strong>Didasarkan pada Pekerjaan<\/strong><br \/>\nStandar kinerja harus disusun berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan, tanpa mempertimbangkan individu yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Setiap orang yang menjalankan pekerjaan yang sama harus diukur berdasarkan standar yang sama sehingga memberikan keadilan dan konsistensi dalam pengukuran kinerja di seluruh organisasi.<br \/>\nStandar kinerja berbeda dengan sasaran atau tujuan individu. Sasaran atau tujuan harus ditetapkan untuk setiap individu yang menjalankan pekerjaan. Sasaran individu adalah target khusus yang harus dicapai oleh setiap pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya yang disesuaikan berdasarkan faktor-faktor seperti pengalaman, keterampilan, dan kinerja masa lalu. Bertujuan untuk mendorong perkembangan individu sesuai dengan potensi dan kemampuan masing-masing.<\/p>\n<p>2. <strong>Dapat Tercapai<\/strong><br \/>\nStandar yang ditentukan harus memotivasi pekerja untuk memberikan kinerja terbaiknya. Hindari untuk menentukan standar yang berada pada tingkat tinggi sehingga tidak dapat dicapai oleh pekerja karena akan menyebabkan adanya tekanan berlebihan yang akan mengurangi motivasi pekerja. Sebaliknya, jika standar yang ditentukan terlalu rendah, maka dapat mengurangi motivasi pekerja untuk meningkatkan kinerjanya. Oleh karena itu, penentuan standar perlu dilakukan dengan bijak sehingga menciptakan keseimbangan yang memotivasi pekerja untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>\n<p>3. <strong>Mudah Dipahami<\/strong><br \/>\nMemiliki standar kinerja yang jelas dan mudah dipahami adalah kunci untuk memastikan bahwa setiap orang dalam organisasi memiliki pandangan yang sama tentang apa yang diharapkan dalam kinerja. Tujuannya untuk mencegah terjadinya perbedaan dalam penafsiran antara manajer dan pekerja terkait dengan standar tersebut. Ketidaksesuaian dalam penafsiran dapat mengakibatkan persepsi yang kurang adil dalam proses penilaian kinerja.<\/p>\n<p>4. <strong>Harus Disepakati<\/strong><br \/>\nKesepakatan antara manajer dan pekerja berperan untuk menciptakan pemahaman dan tanggung jawab yang sama terhadap tujuan kinerja. Dengan demikian, pekerja akan merasa lebih terlibat dan berkomitmen dalam mencapai standar yang telah disepakati. Kesepakatan juga membantu dalam menghindari konflik dan ketidakpuasan di masa depan yang dapat timbul jika standar kinerja hanya ditetapkan oleh manajer tanpa melibatkan pekerja dalam proses pengambilan keputusan.<\/p>\n<p>5.<strong> Spesifik dan Terukur<\/strong><br \/>\nPentingnya menyatakan standar kinerja secara jelas, kuantitatif, dan rinci adalah untuk menciptakan dasar penilaian yang obyektif, menghindari kesalahpahaman, serta memastikan bahwa semua pihak memahami dengan jelas apa yang diharapkan untuk mencapai standar kinerja yang telah ditentukan.<\/p>\n<p>6. <strong>Berorientasi Waktu<\/strong><br \/>\nStandar kinerja menggambarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tenggat waktu ketika pekerjaan harus selesai. Standar waktu bisa diterapkan baik untuk mencapai tujuan akhir suatu proyek maupun untuk mengukur kemajuan setiap tahap pekerjaan. Tujuannya untuk mendeteksi penyimpangan antara kemajuan pekerjaan yang diharapkan apakah sesuai standar dengan kenyataan pelaksanaannya.<\/p>\n<p>7. <strong>Harus Tertulis<\/strong><br \/>\nManajer dan pekerja perlu memiliki salinan tertulis dari standar kinerja yang telah disetujui. Dokumen tertulis mengenai standar kinerja dapat berperan sebagai pengingat yang tetap untuk kedua belah pihak. Standar kinerja harus didokumentasikan dalam bentuk tertulis karena akan digunakan sebagai alat ukur dalam menilai kinerja individu, tim, atau organisasi.<\/p>\n<p>8. <strong>Dapat Berubah<\/strong><br \/>\nProses evaluasi dan penyesuaian standar kinerja secara berkala penting untuk memastikan bahwa standar tersebut tetap relevan dan mencerminkan kondisi serta tujuan organisasi yang berkembang. Standar kinerja yang ditetapkan harus memiliki tingkat tantangan yang memotivasi, tetapi tetap dapat dicapai dengan usaha yang tepat.<\/p>\n<p>Standar kinerja bukan hanya sekedar pedoman, tetapi juga merupakan motivator yang kuat bagi individu dan tim untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas. Penting untuk diingat bahwa standar kinerja yang baik bukan hanya tentang mengukur kuantitas, tetapi juga kualitas pekerjaan. Dengan memahami dan menerapkan standar kinerja yang efektif, organisasi dapat mencapai kesuksesan yang lebih besar, memotivasi karyawan, dan memberikan panduan yang jelas menuju pencapaian tujuan.<\/p>\n<p>Penulis :<strong> Iqfa Amella Ryzar<\/strong><br \/>\nAsal instansi : <strong>STIE Pembangunan Tanjungpinang, Indonesia<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Penetapan standar kinerja adalah aspek yang sangat penting dalam proses perencanaan manajemen kinerja. Proses ini melibatkan seluruh anggota tim untuk saling bekerja sama dalam mencapai tujuan organisasi. Standar kinerja membuat pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih efisien dan efektif, serta berfungsi sebagai alat motivasi bagi pekerja agar mereka bekerja lebih keras untuk mencapai standar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6354","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6354"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6354\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}