{"id":6269,"date":"2023-10-13T19:59:04","date_gmt":"2023-10-13T11:59:04","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=6269"},"modified":"2023-10-13T19:59:04","modified_gmt":"2023-10-13T11:59:04","slug":"biodata-aan-doang-artis-musik-muda-dari-kota-serang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/biodata-aan-doang-artis-musik-muda-dari-kota-serang\/6269\/","title":{"rendered":"Biodata Aan Doang: Artis Musik Muda dari Kota Serang"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar1-46.jpg\" alt=\"\" width=\"1157\" height=\"651\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6270\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar1-46.jpg 1157w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar1-46-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar1-46-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar1-46-768x432.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar1-46-150x84.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar1-46-696x392.jpg 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar1-46-1068x601.jpg 1068w\" sizes=\"(max-width: 1157px) 100vw, 1157px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Aan Doang, artis musik muda kelahiran Kota Serang, Banten, pada tanggal 6 Juli 2000, lahir dari kawasan yang kaya akan seni dan budaya. Aan Doang tidak hanya mengukir namanya sebagai musisi berbakat, tetapi juga seorang penulis lagu yang menghadirkan nuansa puitis melalui kata-kata dan melodi.<\/p>\n<p>Dengan nama asli Aan, tambahan &#8220;Doang&#8221; dalam namanya bermula dari panggilan akrab di masa sekolah, Dulu Aan sering dipanggil &#8220;Aan Doang&#8221; di sekolahnya. Panggilan itu muncul karena nama Aan sendiri terdiri hanya dari tiga huruf, tanpa tambahan akhiran. Sebuah sebutan yang awalnya sederhana kini menjadi merek pribadinya dalam panggung musik.<\/p>\n<p>Aan Doang tidak hanya menyuarakan melodi, tetapi juga mengejar pendidikan tinggi di sebuah kampus swasta di Kota Serang. Keseimbangan antara akademis dan karir musiknya mencerminkan komitmen yang kuat terhadap perkembangan diri. Ini juga menunjukkan bahwa dia adalah sosok yang paham betul pentingnya memiliki dasar pendidikan yang kuat.<\/p>\n<p>Merilis dua single, &#8220;Tuhan Ku Mencintainya&#8221; dan &#8220;Izinkan Aku,&#8221; Aan Doang mempersembahkan potongan-potongan perasaannya melalui nada-nada yang indah. Kedua lagu tersebut bukan hanya sekadar catatan musik, tetapi juga jendela emosional yang terbuka lebar. Karya-karyanya telah berhasil menembus batas-batas dan dapat dinikmati di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, TikTok Music, YouTube Music, dan Joox.<\/p>\n<p>Aan Doang lahir dari keluarga sederhana, menjadi anak keempat dari enam bersaudara. Keluarga adalah pangkalan kekuatan dan inspirasinya. Kisah hidupnya mencerminkan semangat perjuangan dan cinta keluarga, menjadi contoh bagi banyak generasi yang bercita-cita tinggi.<\/p>\n<p>KELUARGA<br \/>\nOrangtua : Basar dan Icah<br \/>\nKakak : sahari, sariyan, sar\u2019i<br \/>\nAdik : lilis, asep<\/p>\n<p>KARIER<br \/>\nDiskografi<br \/>\nSingle<br \/>\nTuhan Ku Mencintainya (2022)<br \/>\nIzinkan Aku (2023)<\/p>\n<p>Penulis: Santiyah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Aan Doang, artis musik muda kelahiran Kota Serang, Banten, pada tanggal 6 Juli 2000, lahir dari kawasan yang kaya akan seni dan budaya. Aan Doang tidak hanya mengukir namanya sebagai musisi berbakat, tetapi juga seorang penulis lagu yang menghadirkan nuansa puitis melalui kata-kata dan melodi. Dengan nama asli Aan, tambahan &#8220;Doang&#8221; dalam namanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6269","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6269","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6269"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6269\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}