{"id":6172,"date":"2023-10-10T13:32:21","date_gmt":"2023-10-10T05:32:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=6172"},"modified":"2023-10-10T13:32:21","modified_gmt":"2023-10-10T05:32:21","slug":"berkontribusinya-mahasiswa-kampus-mengajar-untuk-mewujudkan-daya-minat-belajar-yang-lebih-produktif-dalam-pengembangan-literasi-dan-numerasi-sd-aisyah-peneleh-ix-23-kec-genteng-surabaya-jawa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/berkontribusinya-mahasiswa-kampus-mengajar-untuk-mewujudkan-daya-minat-belajar-yang-lebih-produktif-dalam-pengembangan-literasi-dan-numerasi-sd-aisyah-peneleh-ix-23-kec-genteng-surabaya-jawa-timur\/6172\/","title":{"rendered":"Berkontribusinya Mahasiswa Kampus Mengajar untuk mewujudkan daya minat belajar yang lebih produktif dalam pengembangan Literasi dan Numerasi SD AISYAH Peneleh IX\/23 Kec. Genteng Surabaya, Jawa Timur"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6173\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar2-21.jpg\" alt=\"\" width=\"623\" height=\"659\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar2-21.jpg 623w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar2-21-284x300.jpg 284w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar2-21-150x159.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Gambar2-21-300x317.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Program kampus mengajar merupakan program yang dibuat oleh kemendikbudristek agar memberikan mahasiswa kesempatan belajar dalam mengembangkan diri, melalui aktivitas yang dilakukan di luar kelas perkuliahan. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok dari berbagai universitas se- Indonesia, yang dimana Program ini berjalan selama 1 semester. Mahasiswa akan terpilih ke sekolah dasar yang bermaksud membantu literasi, numerasi, pengembangan akhlak, administrasi dan adaptasi terhadap teknologi.<\/p>\n<p>Program ini dilaksanakan dalam bentuk mewujudkan daya minat belajar yang lebih produktif dalam literasi dan numerasi untuk membantu sekolah untuk meningkatkan kualitas belajar dan mutu siswa\/siswi, dan kampus mengajar juga mengajak mahasiswa untuk menjadi mitra guru yang menjadi jembatan dalam pengembangan kreativitas yang lebih inovatif dalam sistem pembelajaran di sekolah. Untuk membantu menyelesaikan beberapa permasalahan melalui observasi awal untuk menambah kualitas belajar mengajar siswa dan siswi SD Aisyah Surabaya.<br \/>\nSaya (Aisyah Safira Maharani) merupakan Salah satu mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Prodi Administrasi Publik yang dapat berkesempatan mengikuti pelaksanaan Program Kampus Mengajar. Pada program Kampus Mengajar Saya mendapatkan berbagai celah pelajaran berharga dari program ini.Salah satunya saya merupakan mahasiswa yang bukan dari Fakultas Pendidikan namun berkat Program Kampus Mengajar saya bisa mendapatkan pengalaman yang belum pernah saya jalani, dan saya berharap dengan adanya program ini generasi penerus bangsa Indonesia lebih sukses dan maju.<\/p>\n<p>Literasi dan numerasi sangat penting dimana sebagai pengetahuan dan kecakapan dalam merencanakan serta mengolah kegiatan dengan baik. khususnya peserta didik pada jenjang sekolah dasar, agar dapat menyelaraskan diri dalam berbagai lingkungan kehidupan, baik professional, maupun personal.<\/p>\n<p>Mahasiswa yang ditempatkan telah menjadi penghubung dengan guru pada sekolah tersebut. Pada intinya sekolah dasar yang dipilih ialah sekolah dasar yang memiliki akreditasi yang dikatakan rendah dan belum baik dengan jumlah siswa sedikit dan sekolah tersebut terletak di wilayah yang terpencil dan dekat kalangan tidak mampu. Lalu pada saat wabah covid-19 juga menjadi penyebab banyaknya siswa pindah ke desa masing \u2013 masing.<\/p>\n<p>Diawal pertemuan datangnya kami, Bpk Sakroni,S.pd selaku kepala sekolah menyambut hangat kedatangan kami beserta Dosen Pembimbing (DPL) Bpk. Amirul Arif.,S.Pd.,M.Ak. , kemudian sebelum kami memulai pelatihan saya beserta tim kampus mengajar 6 melakukan tahap observasi untuk pendekatan awal kami kepada siswa dan siswi dari SD Aisyah Surabaya. Yang awalnya mereka masih malu tapi mereka antusias menyambut kadatangan kami, lalu pada saat kami mulai dekat kepada mereka dan mengevaluasi pemahaman mereka terkait pembelajaran literasi dan numerasi mereka kurang baik dari beberapa siswa dan siswi, hal ini terjadi dikarenakan kurang pemantauan orang tua terhadap anak dan selalu melimpahkan semua tergantung pihak sekolahnya. Tapi kami memaklumi keaadan tersebut karena sebagian dari mereka berasal dari keluarga yang tidak mampu, SD Aisyah ini telah memfasilitasi peserta didiknya dengan sekolah gratis serta selalu berusaha memberikan pembelajaran yang produktif dan inovatif dalam literasi dan numerasi agar bisa menarik daya minat belajar yang lebih baik untuk peserta didik.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6174\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Capture-3.jpg\" alt=\"\" width=\"810\" height=\"433\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Capture-3.jpg 810w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Capture-3-300x160.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Capture-3-768x411.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Capture-3-150x80.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Capture-3-696x372.jpg 696w\" sizes=\"(max-width: 810px) 100vw, 810px\" \/><\/p>\n<p>Pada progam ini, mahasiswa memberikan beberapa progja yang dimulai pada bulan Agustus hingga Desember. Pada minggu awal dilaksanakannya kegiatan tersebut, yang dilakukan yaitu melakukan pengenalan dan pendekatan antara mahasiswa dengan siswa-siswi di sekolah tersebut. Pada minggu selanjutnya lebih berfokus dalam pengembangan literasi dan numerasi tak hanya itu kami mengajarkan mengenai pengamalan akhlak mulia, Agar akhlak peserta didik lebih baik dibandingkan sebelumnya, Pendidikan akhlak sebaiknya diberikan kepada anak sejak kecil, karena usia yang masih dini, anak akan mudah dibimbing dan diajarkan perbuatan-perbuatan yang baik, sehingga ketika sudah dewasa,<\/p>\n<p>Perbuatan baik tersebut akan melekat dan menjadi kebiasaan anak tersebut. Penanaman akhlak sejak dini pada anak akan membantunya dalam bersosialisasi dengan lingkungannya, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat. Anak akan terbiasa berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai agama.Lalu kami juga memiliki progja dalam pengembangan numerasi dengan adanya rumah matematika, mereka antuasias mengikuti pembelajaran bermain dan belajar. Yang dimana pelatihan rumah matematika ini akan diperlombakan pada saat bulan September akhir.<\/p>\n<p>Pada Minggu ke &#8211; 5 hari Rabu, 13 September 2023 Saya beserta tim kampus mengajar Angkatan 6 SD AISYAH, mendapatkan bantuan hibah melalui organisasi GPMB Provinsi Jawa Timur dengan bantuan hibah 100 eksemplar buku, yang dimana progam dalam organisasi mereka masih baru. Kami sangat bersyukur sekali dengan adanya progam yang mereka bangun sangat membantu progam kerja kelompok kampus mengajar yang dimana kami sangat memerlukan donasi buku dikarenakan pada SD AISYAH SURABAYA belum ada perpustakaan, disini kami telah merencanakan progam kerja untuk mengembangkan kualitas dari kurikulum mereka agar tidak tertinggal dan selalu berproses baik<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6175\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Caapture.jpg\" alt=\"\" width=\"678\" height=\"247\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Caapture.jpg 678w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Caapture-300x109.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Caapture-150x55.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 678px) 100vw, 678px\" \/><\/p>\n<p>Dalam menangani masalah tersebut, mahasiswa berupaya untuk menyelesaikan permasalahan yang dimiliki pelajar dengan metode intervensi casework. Adapun tahapan-tahapan tersebut sebagai berikut :<\/p>\n<p>1. Engagement, intake, dan Contract.<br \/>\nDimana pada tahapan ini mewujudkan tahapan awalan yang berjalan dengan kontrak klien dan juga pada pekerja sosial serta bersepakat agar melangsungkan ke tahapan yang selanjutnya. Saya juga mengevaluai permasalahan yang dialami oleh klien di sekolah dalam kemampuan mengenai literasi dan numerasi yang cukup rendah dikarenakan kebanyakan dari siswa dan siswi kegiatan sehabis pulang sekolah tidak belajar lagi dilingkungan rumah atau bimbingan untuk mereka.<\/p>\n<p>2. Assesment.<br \/>\nDi tahap ini kami melihat pada mereka, kurang fokusnya pada daya minat belajar mereka dan kurangnya perduli mengenai perkembangan literasi dan numerasi terhadap peningkatan mereka.<\/p>\n<p>3. Planning stage.<br \/>\nPada tahapan ini saya berencana menyelesaikan permasalahan pada klien, yang dimana kesepakatan ini telah disepakati juga oleh siswa dan siswi, saya berencana ingin membantu peserta didik dalam pengembangan numerasi dan literasi, pelatihan membaca untuk kelas rendah agar meningkatkan kemampuan daya ingat anak yang bertujuan agar mereka lebih baik dari sebelumnya. Kebanyakan pada kelas atas pada saat membaca masih terbata-bata.<\/p>\n<p>4. Intervention stage<br \/>\npada tahap intervensi ini saya mulai melaksanakan serta menjalankan planning yang telah terangkai dan sudah tersepakati pada sebelumnya, untuk menyelesaikan permasalahan yang harus dievaluasi. melakukan proses pelaksaanaan dari program yang sudah direncanakan. dengan menerangkan materi yang sudah ada dibuku mereka dengan sesekali diselingi materi yang sudah diberikan. lalu mahasiswa memberikan beberapa materi contih soal yang diberikan di papan tulis mahasiswa dan mengajak mereka untuk berdiskusi bersama mengenai pembelajaran serta kegiatan apa saja yang mereka senangi disekolah. Tidak lupa juga kami mengajak mereka untuk belajar dan bermain agar mereka tidak jenuh dan bagaimana cara kita agar daya minat belajar mereka selalu bertambah.<\/p>\n<p>5. Development evaluation.<br \/>\nPada tahap evaluasi kami mahasiswa melihat semua hasil perkembangan dalam progam yang terlaksana dan apa saja progam yang sudah tercapai dan sesuai dengan keinginan awal kesepakatan sebelumnya. Lalu mahasiswa melihat mereka lebih aktif jika mereka tidak memahami materi, mereka juga selalu berperan aktif dalam membantu teman nya yang belum memahami pembelajaran.<\/p>\n<p>Oleh : AISYAH SAFIRA MAHARANI<br \/>\nAsal : UNIVERSITAS 17 Agustus 1945 Surabaya<br \/>\nProdi : Adm.Publik<br \/>\nFakultas : Ilmu sosial dan politik<br \/>\nDospem : Anggraeny puspaningtyas, S.AP., M.AP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Program kampus mengajar merupakan program yang dibuat oleh kemendikbudristek agar memberikan mahasiswa kesempatan belajar dalam mengembangkan diri, melalui aktivitas yang dilakukan di luar kelas perkuliahan. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok dari berbagai universitas se- Indonesia, yang dimana Program ini berjalan selama 1 semester. Mahasiswa akan terpilih ke sekolah dasar yang bermaksud membantu literasi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-6172","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6172"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6172\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}