{"id":478,"date":"2023-06-17T01:32:18","date_gmt":"2023-06-16T17:32:18","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=478"},"modified":"2023-06-17T01:32:18","modified_gmt":"2023-06-16T17:32:18","slug":"tumbuhkan-minat-baca-siswa-lewat-kampus-mengajar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/tumbuhkan-minat-baca-siswa-lewat-kampus-mengajar\/478\/","title":{"rendered":"Tumbuhkan Minat Baca  Siswa Lewat Kampus Mengajar"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Bukan rahasia lagi sekarang ini minat baca para siswa mulai menurun. Menurut website kampus mengajar mitra usu selama delapan belas terakhir skor kemampuan literasi dan numerasi siswa berada pada peringkat terbawah, salah satu faktornya dikarenakan pandemi. Dengan begitu perlu di buat inovasi baru dalam dunia pendidikan. Kemendikbud memberikan beberapa program yang mendukung untuk meningkatkan literasi siswa dalam setiap jenjang sekolah contohnya mengadakan program MBKM salah satunya Kampus Mengajar Mitra USU.<\/p>\n<p>Menurut website dari kampus mengajar, \u201cBelajar sambil berdampak\u201d merupakan slogan kampus mengajar dengan tujuan kemendikbud yaitu untuk membekali mahasiswa dengan beragam keahlian dan keterampilan dengan menjadi mitra guru dan sekolah dalam pengembangan model pembelajaran, juga menumbuhkan kreativitas serta inovasi dalam pembelajaran sehingga berdampak pada penguatan pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah.<\/p>\n<p>Lewat program ini diharapkan setiap mahasiswa dapat membuat suatu gebrakan baru dalam dunia pendidikan untuk fokus meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Universitas Sumatera Utara bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Medan dalam membantu meningkatkan minat baca para siswa dengan membuat program Kampus Mengajar Mitra USU.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-480\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/aad.webp\" alt=\"\" width=\"993\" height=\"632\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/aad.webp 993w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/aad-300x191.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/aad-768x489.webp 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/aad-150x95.webp 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/aad-696x443.webp 696w\" sizes=\"(max-width: 993px) 100vw, 993px\" \/><\/p>\n<p>Dalam semester 6 ini, kegiatan kampus mengajar disandingkan dengan Praktik Kerja Lapangan 1 (PKL 1), merupakan salah satu mata kuliah wajib. Sehingga saya Melicha Athalia Pelawi program studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU mengikuti program kampus mengajar dengan penempatan di UPT SDN 060813 Kota Medan di Jl. Halat no.48. Di SD 060813, saya ditempatkan di kelas V dengan jumlah murid 14 orang.<\/p>\n<p>Dengan diharuskannya menjalani program ini, saya yang tidak memiliki background mengajar mengharuskan saya untuk beradaptasi dalam pelaksanaan program ini. Fokus utama saya dalam program ini adalah menumbuhkan minat baca pada siswa SD. Karena sejak pandemi berlangsung, minat baca para siswa menurun. Sehinga saya memberikan beberapa program kepada siswa, salah satunya literasi. Metode yang saya gunakan untuk mendukung program saya adalah group work. Serta tahapan &#8211; tahapan yang dilakukan adalah :<\/p>\n<p>1. Assesment<br \/>\nPada tahap ini saya melakukan penggalian informasi kepada klien untuk mengetahui setiap pribadi klien dan mengkelompokkan siswa kedalam kelompoknya.<\/p>\n<p>2. Planning<br \/>\nSaya menyusun program untuk menarik minat baca siswa dalam mendukung literasi. Seperti membuat program membaca dengan melihat tanda baca yang benar. Selain itu saya juga menanyakan kepada siswa seperti apa metode belajar yang di inginkan.<\/p>\n<p>3. Intervensi<br \/>\nTahapan dimana bagaimana praktek yang saya laksanakan terhadap program yang telah saya rancang sebelumnya. Sesuai dengan setiap planing yang saya buat, saya mengusahakan supaya bisa jalan sesuai dengan proposal saya. Seperti menyesuaikan materi tema dengan program membaca, berdiskusi dan mempresentasikan hasil diskusi untuk melatih kepercayaan diri siswa.<\/p>\n<p>4. Evaluasi<br \/>\nPada tahapan ini saya melakukan evaluasi kepada siswa atas program yang saya berikan. Dengan mengulang kembali program saya dan melihat sejauh mana siswa memahami program yang saya buat. Dari hasil evaluasi ini sudah 85% siswa bisa mengikuti program yang saya rancang.<\/p>\n<p>5. Terminasi<br \/>\nPada tahapan ini saya mengakhiri program yang saya laksanakan kepada siswa, dengan melihat perkembangan literasi siswa yang sudah bisa membaca dengan tanda baca yang tepat.<br \/>\nSelain itu guru yang menjadi pamong saya disekolah mendukung sepenuhnya kegiatan yang saya lakukan. Selain itu ada modul yang pamong saya miliki untuk bisa mendukung program literasi saya. Guru Pamong dan saya melakukan instrument penilaian dari program Eduversal Foundation dimana para siswa diuji dalam kemahiran membaca. Penilaian ini dilakukan guna mengukur sejauh mana ketepatan membaca yang dimiliki siswa dengan tingkatan level yang berbeda. Setiap levelnya memiliki tingkat kesusahan yang berbeda-beda, mulai dari level 1 (rendah), level 2 (sedang), dan level 3 (tinggi).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-481\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fffww.webp\" alt=\"\" width=\"929\" height=\"697\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fffww.webp 929w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fffww-300x225.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fffww-768x576.webp 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fffww-150x113.webp 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fffww-696x522.webp 696w\" sizes=\"(max-width: 929px) 100vw, 929px\" \/><\/p>\n<p>Program ini dilaksanakan dengan menghitung kecepatan waktu mereka membaca dan dalam membaca apakah ada kata yang salah, kata yang diulang atau koreksi diri. Setelah mengetahui ada beberapa kesalahan, penilai akhirnya menghitung jumlah rasio kesalahan, koreksi diri dan tingkat akurasi (kata yang benar), untuk mendapatkan nilai akhir dan menentukan tingkat akurasi yaitu mandiri, berkembang dan perlu bimbangan.<\/p>\n<p>Dari penilaian ini kami bisa menilai sejauh mana kemampuan literasi siswa. Sebelum kami memulai penilaian ini siswa sudah membaca buku yang ingin diuji. Sehingga bisa meminimalisir kesalahan dalam membaca. Dari hasil penilaian ini masih ada sekitar 4 siswa yang perlu dilatih lagi dalam kemahiran membacanya (perlu bimbingan), 5 orang siswa level 2 bisa lanjut ke tahap level 3, dan 5 orang siswa sudah dalam kriteria mandiri.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-482\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fffq2.webp\" alt=\"\" width=\"707\" height=\"276\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fffq2.webp 707w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fffq2-300x117.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fffq2-150x59.webp 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fffq2-696x272.webp 696w\" sizes=\"(max-width: 707px) 100vw, 707px\" \/><\/p>\n<p>Walaupun banyak kendala dan tantangan dalam meningkatkan minat baca siswa, tetapi besar harapan saya supaya siswa dapat terus berlatih membaca, supaya bisa menambah pengetahuan lewat buku yang dibaca. Diluar dari itu saya sebagai mahasiswa non kependidikan (guru), berharap supaya siswa bisa mendapatkan inovasi baru lewat program yang saya berikan dan saya bisa menjadi salah satu agen perubahan dalam metode pembelajaran di dunia pendidikan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Bukan rahasia lagi sekarang ini minat baca para siswa mulai menurun. Menurut website kampus mengajar mitra usu selama delapan belas terakhir skor kemampuan literasi dan numerasi siswa berada pada peringkat terbawah, salah satu faktornya dikarenakan pandemi. Dengan begitu perlu di buat inovasi baru dalam dunia pendidikan. Kemendikbud memberikan beberapa program yang mendukung untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":479,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=478"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/478\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}