{"id":4544,"date":"2023-08-22T08:42:51","date_gmt":"2023-08-22T00:42:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=4544"},"modified":"2023-08-22T08:42:51","modified_gmt":"2023-08-22T00:42:51","slug":"tim-kkn-t-undip-memperkenalkan-pengolahan-limbah-sekam-padi-menjadi-briket-di-desa-sukorejo-kecamatan-sambirejo-kabupaten-sragen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/tim-kkn-t-undip-memperkenalkan-pengolahan-limbah-sekam-padi-menjadi-briket-di-desa-sukorejo-kecamatan-sambirejo-kabupaten-sragen\/4544\/","title":{"rendered":"TIM KKN-T UNDIP MEMPERKENALKAN PENGOLAHAN LIMBAH SEKAM PADI MENJADI BRIKET DI DESA SUKOREJO, KECAMATAN SAMBIREJO, KABUPATEN SRAGEN"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar-WhatsApp-2023-08-22-pukul-08.42.01.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"621\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4545\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar-WhatsApp-2023-08-22-pukul-08.42.01.jpg 1280w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar-WhatsApp-2023-08-22-pukul-08.42.01-300x146.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar-WhatsApp-2023-08-22-pukul-08.42.01-1024x497.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar-WhatsApp-2023-08-22-pukul-08.42.01-768x373.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar-WhatsApp-2023-08-22-pukul-08.42.01-150x73.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar-WhatsApp-2023-08-22-pukul-08.42.01-696x338.jpg 696w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar-WhatsApp-2023-08-22-pukul-08.42.01-1068x518.jpg 1068w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Sragen, Agustus 2023 &#8211; Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen merupakan sebuah desa yang dimana Sebagian besar mata pencaharian warganya adalah petani. Petani di desa sambirejo kebanyakan menanam padi sebagai tanaman pertaniannya dan memproduksi beras organic sebagai produk unggulan desa ini. Produksi beras tentu saja akan menghasilkan limbah dari penggilingan padi. Limbah ini dapat berupa Jerami, dedak dan sekam padi. Limbah Jerami dan dedak dapat digunakan secara langsung sebagai pangan ternak, Oleh karena itu perlu diperlukan solusi untuk mengurangi limbah sekam padi, disinilah peran Tim KKN Tematik 2023 Universitas Diponegoro dengan ketua pelaksana Dr. Ir. Cahya Setya Utama, M.Si., IPM untuk  mengatasi masalah tersebut. <\/p>\n<p>\u201cSekam padi merupakan limbah yang sangat melimpah di Desa Sukorejo, kebanyakan sekam padi hanya dibakar oleh warga sekitar karena kegunaannya yang minim, Oleh karena itu dibutuhkan sebuah metode pengolahan limbah ini menjadi produk yang berguna .\u201d Ungkap Pak Yanto, Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki. <\/p>\n<p>Tim KKN-T 2023 Universitas Diponegoro memberikan solusi untuk masalah tersebut berupa pembuatan briket dari limbah sekam padi. Briket adalah sebuah blok bahan yang dapat dibakar yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api. Keunggulan briket dibandingkan dengan penggunaan kayu bakar adalah briket memilki nilai kalor yang lebih tinggi dibanding kayu bakar dan waktu bakar briket yang lebih lama dibandingkan dengan penggunaan kayu bakar. Briket ini dapat digunakan sebagai pengganti kayu bakar dan ide usaha bagi warga. <\/p>\n<p>Pada tanggal 9 Agustus 2023 dan 12 Agustus 2023, Mahasiswa KKN Tematik 2023 mengadakan pelatihan pembuatan briket dengan menggunakan sekam padi. Pelatihan dilaksanakan di rumah Ketua Kelompok Sri Rejeki dan di ikuti oleh para petani sebanyak 9 orang. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan ikut membantu dalam praktek pembuatan briket sekam padi. <\/p>\n<p>Pembuatan briket dilakukan hanya dengan 3 bahan, yaitu air sebanyak 1 liter , arang sekam 1 kg dan 150 gram tepung kanji. Penggunaan bahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan briket sekam padi yang akan dibuat. Ketiga bahan ini  dapat didapatkan dengan mudah dengan harga yang murah dan produk yang dihasilkan juga mempunyai nilai jual yang cukup tinggi.<\/p>\n<p>\u201cBriket sekam padi dapat dijadikan sebagai ide usaha dan pengganti bahan bakar untuk memasak. Modal yang dibutuhkan untuk membuat briket sekam ini sangatlah kecil per kilogramnya, kurang dari Rp 4.000 per Kgnya. Apabila bricket ini dijual dengan harga pasaran, produksi bricket ini sangat layak untuk dijadikan ise usaha \u201c Ujar Adrian, salah satu peserta KKN Tematik di Desa Sukorejo.<\/p>\n<p>Prosedur pembuatan briket yang disosialisikan kepada warga adalah sebagai berikut,  Mula \u2013 mula, siapkan arang sekam, tepung kanji dan air dapat dibuat sendiri dengan disangrai atau dibakar pada tangki pembakaran. Setelah itu haluskan sekam padi sampai berbentuk bubuk, penghalusan dapat menggunakan mesin penghancur atau dilakukan manual. Setelah sekam padi halus, encerkan tepung kanji ke dalam air dan masukkkan sekam padi yang sudah halus. Aduk ketiga bahan tersebut hingga terbentuk slurry kental, lalu cetak slurry tersebut menjadi bentuk silinder. Pencetakan dapat menggunakan mesin pencetak briket  atau dilakukan manual menggunakan pipa atau alat lainnya. Setelah dicetak, keringkan briket dengan menggunakan sinar matahari selama 20 jam atau 1 hari,  hingga briket kering sepenuhnya. Setalah biket kering, briket dapat dikemas atau dipakai langsung untuk bahan bakar. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Sragen, Agustus 2023 &#8211; Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen merupakan sebuah desa yang dimana Sebagian besar mata pencaharian warganya adalah petani. Petani di desa sambirejo kebanyakan menanam padi sebagai tanaman pertaniannya dan memproduksi beras organic sebagai produk unggulan desa ini. Produksi beras tentu saja akan menghasilkan limbah dari penggilingan padi. Limbah ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4544","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4544"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4544\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}