{"id":4227,"date":"2023-08-14T14:43:19","date_gmt":"2023-08-14T06:43:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=4227"},"modified":"2023-08-14T14:43:19","modified_gmt":"2023-08-14T06:43:19","slug":"cegah-stunting-itu-penting-mahasiswa-kkn-undip-berkolaborasi-memberikan-pemahaman-mengenai-upaya-pencegahan-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/cegah-stunting-itu-penting-mahasiswa-kkn-undip-berkolaborasi-memberikan-pemahaman-mengenai-upaya-pencegahan-stunting\/4227\/","title":{"rendered":"CEGAH STUNTING ITU PENTING: MAHASISWA KKN UNDIP BERKOLABORASI MEMBERIKAN PEMAHAMAN MENGENAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar1-162.jpg\" alt=\"\" width=\"364\" height=\"242\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4228\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar1-162.jpg 364w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar1-162-300x199.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar1-162-150x100.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 364px) 100vw, 364px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong>, Gringsing [25\/07\/2023] &#8211; Stunting adalah suatu permasalahan darurat di Indonesia. Indonesia bahkan menempati peringkat keempat sebagai negara dengan angka stunting tertinggi di dunia. Hal ini tentunya menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia dalam menurunkan angka balita yang mengalami stunting di Indonesia. Balita yang mengalami stunting akan mengalami keterlambatan pertumbuhan hingga usia selanjutnya, seperti tinggi badan yang rendah, perkembangan otak yang lambat, dan kecerdasan yang kurang. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tim II UNDIP 2022\/2023 melakukan pencerdasan dan peningkatan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pencegahan stunting pada balita. <\/p>\n<p>Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2023 di Balai Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan terhadap ibu-ibu anggota PKK Desa Kutosari sekaligus Kader Posyandu sebanyak 35 orang. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini berisi penyampaian edukasi yang mengarah pada berbagai kolaborasi disiplin ilmu mengenai pandangan terkait pencegahan stunting dari segi ilmu hukum, jenis obat dan suplemen yang dapat mencegah risiko terjadinya stunting dari segi ilmu farmasi, jenis makanan bergizi yang penting untuk dikonsumsi dari segi ilmu kelautan dan peternakan, hingga pentingnya kehadiran peran keluarga dalam memberi dukungan demi tumbuh-kembang anak dari segi ilmu psikologi. Setelah sesi pemaparan materi, peserta juga diberikan booklet materi mengenai pencegahan stunting.<\/p>\n<p>Ketika berbicara Dari segi ilmu hukum, Hubungan antara stunting dan hukum adalah bahwa hukum dapat digunakan sebagai sarana untuk melindungi hak-hak anak yang terancam oleh stunting.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar2-112.jpg\" alt=\"\" width=\"382\" height=\"254\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4229\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar2-112.jpg 382w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar2-112-300x199.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar2-112-150x100.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 382px) 100vw, 382px\" \/><\/p>\n<p>Stunting sebagai amanat konstitusi yang tercantum pada pasal 28 I Ayat (4) \u201cPerlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara terutama pemerintah , namun Indonesia masih termasuk negara ketiga dengan prevalensi tertinggi stunting di dunia. Mengabaikan hak anak merupakan bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara. Perlu pengaturan hukum terkait stunting sebagai manifestasi tanggung jawab negara dalam penegakan hak asasi anak. Pencegahan dan penanganan stunting dilakukan secara holistik dalam berbagai sektor dengan komitmen dan sinergitas antara pemerintah pusat\/daerah, orang tua, keluarga dan masyarakat.<\/p>\n<p>Melalui hukum, negara memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak, termasuk hak atas gizi yang cukup dan berkualitas. Dalam hal ini, hukum dapat digunakan untuk mendorong pemerintah dan masyarakat untuk mengimplementasikan kebijakan dan program yang bertujuan untuk mencegah dan mengatasi stunting.<\/p>\n<p>Pemberian obat, vitamin, dan suplemen merupakan salah satu upaya dalam pencegahan stunting yang mana telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Pemberian obat, vitamin, dan suplemen ini penting diberikan, tidak hanya bagi balita, tetapi juga bagi ibu hamil. Mahasiswa KKN UNDIP memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemberian obat cacing setiap 6 bulan sekali, vitamin A setiap 6 bulan sekali, zink, dan juga zat besi yang dapat diperoleh dari suplemen tambahan atau makanan. Mahasiswa KKN UNDIP memberi penekanan mengenai pemberian suplemen zat besi berupa tablet tambah darah (TTD) kepada ibu hamil, minimal sebanyak 60 tablet selama kehamilan. Pemberian tablet tambah darah ini merupakan upaya untuk mencegah anemia selama kehamilan dan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar3-15.jpg\" alt=\"\" width=\"303\" height=\"203\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4230\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar3-15.jpg 303w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar3-15-300x201.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar3-15-150x100.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 303px) 100vw, 303px\" \/><\/p>\n<p>Pemberian makanan yang bergizi merupakan salah satu upaya penunjang bagi balita penderita stunting. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan bayi serta anak-anak di bawah lima tahun. Mengkonsumsi Ikan menjadi salah satu opsi yang dapat dilakukan dalam upaya penunjang bagi balita penderita stunting. Ikan mengandung gizi yang baik untuk balita seperti protein (zat pembangun), vitamin A (sebagai antioksidan dan menjaga kesehatan mata), vitamin B6 (meningkatkan metabolisme, asam amino dan lemak), vitamin D (meningkatkan metabolisme kalsium untuk pertumbuhan tulang), omega-3 (membantu perkembangan mata, otak dan jaringan saraf), omega-6 (berfungsi pada endokrin dan hormonal) dan omega-9 (untuk meringankan gejala peradangan sendi (arthritis) dan menjaga stabilitas kolesterol).<\/p>\n<p>Produk hasil olahan ternak dapat berperan dalam pemenuhan gizi agar dapat mencegah terjadinya stunting pada bayi maupun anak. Beberapa produk hasil olahan ternak yang memiliki nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, antara lain susu dan telur yang mudah dijumpai dengan harga yang relatif terjangkau. Kandungan gizi pada susu yang dapat menghambat terjadinya stunting anak yaitu kalsium dan magnesium karena dapat mencegah kerusakan pada gigi, mencegah terjadinya tulang yang keropos, serta dapat menambah tulang menjadi kuat. Kandungan magnesium dalam susu dapat membuat jantung dan sistem saraf. Telur merupakan salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Telur merupakan makanan bergizi yang mudah diperoleh dengan harga terjangkau, serta praktis dalam penyajiannya. Telur mengandung vitamin, protein, dan mineral yang tinggi. Telur memiliki kandungan gizi seperti  protein, omega-3, dan vitamin D yang bermanfaat untuk mendukung masa pertumbuhan dan perkembangan, terutama bagi pertumbuhan tulang dan perkembangan otaknya. <\/p>\n<p>Stunting juga dapat berdampak kepada sisi psikologis sang Ibu. Kita juga harus memperhatikan dari segi psikologis bahwa keluarga memiliki peranan yang penting untuk saling mendukung dan bekerja sama satu sama lain dalam melakukan pencegahan dan menghadapi stunting pada anak. Tidak hanya sang Ibu saja, namun sang Ayah juga wajib bertanggung jawab dalam merawat anak demi pencegahan terhadap stunting. Mahasiswa KKN Tim II Undip menitipkan pesan kepada ibu-ibu yang hadir untuk memberlakukan peran keluarga dengan baik dengan cara bekerja sama memberi dukungan dalam pemaksimalan asupan gizi serta tumbuh kembang sang anak dan pemberian dukungan emosional terhadap sang anak.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar4-4.jpg\" alt=\"\" width=\"357\" height=\"246\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4231\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar4-4.jpg 357w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar4-4-300x207.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar4-4-150x103.jpg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar4-4-218x150.jpg 218w\" sizes=\"(max-width: 357px) 100vw, 357px\" \/><\/p>\n<p>Kegiatan berjalan dengan lancar dan diikuti dengan penuh antusias oleh para ibu-ibu. Pada sesi tanya jawab, ibu-ibu sangat berantusias mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah dipaparkan. Kegiatan penyuluhan ini diakhiri dengan pemberian susu dan biskuit untuk anak dari ibu-ibu yang telah hadir. Dengan berjalannya kegiatan ini, diharapkan Desa Kutosari akan terbebas dari kasus stunting hingga ke depannya. Selain itu, diharapkan para Kader Posyandu Desa Kutosari dapat lebih memahami mengenai pentingnya mencegah stunting sejak dini dan cara pencegahannya.<\/p>\n<p>Penulis : KKN TIM II UNDIP 2022\/2023<br \/>\nDosen Pembimbing Lapangan : Faik Kurohman, S.Pi., M.Si.<br \/>\nLokasi KKN : Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com, Gringsing [25\/07\/2023] &#8211; Stunting adalah suatu permasalahan darurat di Indonesia. Indonesia bahkan menempati peringkat keempat sebagai negara dengan angka stunting tertinggi di dunia. Hal ini tentunya menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia dalam menurunkan angka balita yang mengalami stunting di Indonesia. Balita yang mengalami stunting akan mengalami keterlambatan pertumbuhan hingga usia selanjutnya, seperti tinggi badan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4227","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4227"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4227\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}