{"id":4193,"date":"2023-08-14T12:31:36","date_gmt":"2023-08-14T04:31:36","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=4193"},"modified":"2023-08-14T12:31:36","modified_gmt":"2023-08-14T04:31:36","slug":"mewujudkan-kebun-modern-di-rumah-inspirasi-sukses-pelatihan-budidaya-pakcoy-hidroponik-untuk-ibu-rumah-tangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mewujudkan-kebun-modern-di-rumah-inspirasi-sukses-pelatihan-budidaya-pakcoy-hidroponik-untuk-ibu-rumah-tangga\/4193\/","title":{"rendered":"Mewujudkan kebun modern di rumah : Inspirasi Sukses Pelatihan Budidaya Pakcoy Hidroponik untuk Ibu Rumah Tangga"},"content":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Lemahireng, Klaten (11\/08) &#8211; Budidaya pakcoy dengan metode hidroponik memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dibandingkan dengan pertanian konvensional. Media hidroponik menggunakan air sebagai pengganti tanah, sehingga kebutuhan air dapat dikontrol dengan lebih baik melalui teknik pengairan yang tepat. Ini mengurangi risiko pemborosan air yang sering terjadi dalam pertanian konvensional. Selain itu, dengan menghindari penggunaan tanah secara langsung, tanaman dapat tumbuh dalam wadah yang teratur, menjadikan setiap inci lahan dapat dimanfaatkan untuk produksi pangan.  Mahasiswa Universitas Diponegoro dari Jurusan S1-Agribisnis yaitu Hanan Kusuma Wiratama menjadikan pernyataan tersebut sebagai program kerja monodisiplin dengan mengajak ibu rumah tangga Desa Lemahireng untuk budidaya tanaman pakcoy dengan media hidroponik. Program kerja tersebut membuat tanaman hidroponik sistem Deep flow technique (DFT) di sekitar lahan rumah. <\/p>\n<figure id=\"attachment_4194\" aria-describedby=\"caption-attachment-4194\" style=\"width: 624px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar1-157.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"376\" class=\"size-full wp-image-4194\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar1-157.jpg 624w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar1-157-300x181.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar1-157-150x90.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4194\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1. Pengenalan tanaman hidroponik system Deep flow technique (DFT) pada ibu rumah tangga Desa Lemahireng, Klaten<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pertanian hidroponik telah menjadi pilihan yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan semakin menyadarnya kita akan pentingnya keberlanjutan pertanian dan pangan di tengah keterbatasan lahan dan perubahan iklim global. Salah satu contoh tanaman yang cocok untuk dibudidayakan dengan metode hidroponik adalah pakcoy. Pakcoy adalah jenis sayuran hijau yang kaya akan nutrisi dan memiliki pertumbuhan cepat. Metode hidroponik menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan tanaman pakcoy. Nutrisi yang diperlukan tanaman dapat diatur dengan cermat, sehingga tanaman mendapatkan semua unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal. Hal ini berdampak pada pertumbuhan yang lebih cepat, hasil panen yang lebih besar, dan kualitas produk yang lebih baik. Dengan pertumbuhan yang lebih cepat, lahan atau ruang yang digunakan untuk budidaya dapat dimanfaatkan lebih efisien, sehingga mengurangi tekanan pada lahan pertanian konvensional yang semakin terbatas.<\/p>\n<p>Pada hari Rabu, 9 Agustus 2023 Mahasiswa KKN Undip telah melaksanakan program monodisiplin \u201cPelatihan budidaya tanaman pakcoy menggunakan media hidroponik\u201d di halaman rumah bapak Sartono (salah satu warga desa Lemahireng) dengan melibatkan ibu-ibu warga desa Lemahireng dalam proses pelaksanaannya. Kegiatan dimulai dengan penjelasan materi yang disampaikan melalui power point terkait budidaya tanaman hidroponik dan praktik langsung cara penyemaian benih pakcoy dengan menggunakan rockwol. Selama mengikuti kegiatan pelatihan, Ibu-Ibu terlihat sangat bersamangat dan antusias.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4195\" aria-describedby=\"caption-attachment-4195\" style=\"width: 624px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar2-107.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"303\" class=\"size-full wp-image-4195\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar2-107.jpg 624w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar2-107-300x146.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Gambar2-107-150x73.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4195\" class=\"wp-caption-text\"><br \/>Gambar 2. Penyampaian materi berupa power point terkait budaya tanaman hidroponik<\/figcaption><\/figure>\n<p>Diharapkan setelah terlaksananya program kerja ini ibu rumah tangga akan mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang tanaman hidroponik untuk menghasilkan pangan segar di rumah. Dengan memanfaatkan lahan terbatas di halaman atau bahkan dalam pot-pot, mereka dapat tumbuhkan sayuran seperti pakcoy sendiri. Hal tersebut mendorong pengelolaan berkelanjutan sumber daya alam dan ekosistem daratan, sejalan dengan tujuan Sustainable Developmenty Goals (SDG&#8217;s) Poin ke-15.<\/p>\n<p>Penulis : Hanan Kusuma Wiratama, Jurusan Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Dosen Pembimbing Prof. Dr. rer. Nat. Ir. Thomas Triadi Putranto, ST, M.Eng., IPU ; Dinalestari Purbawati S. E., M. Si., Akt ; Fajrin Pranama Putra, S. P., M. Sc.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Lemahireng, Klaten (11\/08) &#8211; Budidaya pakcoy dengan metode hidroponik memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dibandingkan dengan pertanian konvensional. Media hidroponik menggunakan air sebagai pengganti tanah, sehingga kebutuhan air dapat dikontrol dengan lebih baik melalui teknik pengairan yang tepat. Ini mengurangi risiko pemborosan air yang sering terjadi dalam pertanian konvensional. Selain itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4193","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4193","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4193"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4193\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4193"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4193"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4193"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}