{"id":4035,"date":"2023-08-13T21:41:48","date_gmt":"2023-08-13T13:41:48","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=4035"},"modified":"2023-08-13T21:41:48","modified_gmt":"2023-08-13T13:41:48","slug":"menuju-pencerahan-ekonomi-desa-program-kkn-undip-memajukan-umkm-desa-kandangsapi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/menuju-pencerahan-ekonomi-desa-program-kkn-undip-memajukan-umkm-desa-kandangsapi\/4035\/","title":{"rendered":"Menuju Pencerahan Ekonomi Desa: Program KKN Undip Memajukan UMKM Desa Kandangsapi"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/222222.png\" alt=\"\" width=\"530\" height=\"261\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4036\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/222222.png 530w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/222222-300x148.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/222222-150x74.png 150w\" sizes=\"(max-width: 530px) 100vw, 530px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Sragen (8\/8\/2023). Desa Kandangsapi, sebuah kawasan yang kaya akan potensi alam dan sumber daya manusia, menghadapi tantangan ekonomi yang mengakibatkan pertumbuhan UMKM yang tidak optimal. Masalah utama yang ditemukan adalah minimnya eksposur dan dukungan yang diberikan kepada UMKM lokal. Kurangnya pemahaman akan pemasaran, manajemen, serta perizinan usaha, telah menjadi hambatan bagi para pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka. Akibatnya, perekonomian di desa ini stagnan dan kurang berkembang.<\/p>\n<p>Dalam menghadapi permasalahan tersebut, TIM 2 KKN Undip 2 mengambil inisiatif untuk meningkatkan kemampuan usaha UMKM yang ada di Desa Kandangsapi. Ide dasar dari program ini adalah dengan meningkatkan kemampuan produksi dan jangkauan penjualan UMKM, diharapkan perekonomian di Desa Kandangsapi juga akan mengalami peningkatan. Melalui program yang disusun oleh TIM 2 KKN UNDIP 2 KKN Undip, diharapkan dapat membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya, yang secara otomatis akan meningkatkan taraf perekonomian di Desa Kandangsapi.<\/p>\n<p>Selain itu, TIM 2 KKN Undip juga mempertimbangkan aspek legalitas yang penting dalam pengembangan UMKM. Dalam rangka meningkatkan jangkauan penjualan, legalitas usaha yang lengkap menjadi prasyarat yang tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, TIM 2 KKN Undip merencanakan inisiatif untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengurus legalitas usaha mereka. Ini meliputi proses perizinan, pemahaman regulasi, serta pendampingan pembuatan dokumen-dokumen yang diperlukan.<\/p>\n<p>Timeline yang telah disusun oleh TIM 2 KKN Undip adalah dilakukan survei pada tanggal 13 Juli dan 14 Juli kedua pelaku UMKM \u201cDapur Khozin\u201d dan \u201cIffah Snack\u201d. Kemudian TIM 2 KKN Undip melakukan pitching dan revisi dari hasil yang didapatkan pada tanggal 30 Juli. Hasil dari pitching akan menjadi bahan evaluasi dan revisi dari hasil yang telah dikerjakan. Pembuatan video promosi UMKM dilakukan pada tanggal 6 Agustus, kegiatan dilakukan dengan pengambilan video pada lokasi produksi dan dilanjutkan dengan proses pengeditan. Terakhir, pemaparan hasil kerja dilakukan pada tanggal 8 Agustus pada tempat produksi kedua pelaku UMKM tersebut.<\/p>\n<p>Pada pemaparan hasil kerja dilakukan penyerahan beberapa output, yaitu booklet legalitas UMKM dan video pemasaran yang diberikan kepada kedua pemilik UMKM, logo yang diberikan kepada UMKM kripik koin, serta daftar menu dan resep modifikasi produk yang diberikan kepada UMKM snack. Selain memberikan output, TIM 2 KKN Undip juga memberikan penjelasan mengenai output-output tersebut.<\/p>\n<p>Booklet legalitas UMKM diberikan sebagai panduan bagi pemilik UMKM dalam pendaftaran legalitas usaha nantinya. Isi dari booklet tersebut diantaranya mengenai NIB (Nomor Induk Berusaha), IUMK (Izin Usaha Mikro dan Kecil), dan sertifikasi halal. Selain menerima booklet, pemilik UMKM juga diberi penjelasan secara langsung mengenai isi dari booklet tersebut serta diberikan kesempatan untuk bertanya.<\/p>\n<p>Kemudian untuk video pemasaran berisi cuplikan produk-produk yang dijual di masing-masing UMKM. Video dibuat sekreatif dan menarik mungkin agar dapat menambah minat pembeli untuk membeli produk-produk tersebut. Selain pembuatan video, pemilik UMKM diberikan penjelasan mengenai strategi pemasaran yang tepat, seperti waktu-waktu pengunggahan video pemasaran serta cara pengunggahan di sosial media.<\/p>\n<p>Selanjutnya, untuk logo yang diberikan kepada pemilik UMKM keripik koin merupakan bentuk modifikasi logo lama yang telah dimiliki UMKM tersebut. Logo lama dimodifikasi berdasarkan pada keterangan Ibu Wiwik selaku pemilik UMKM pada saat dilakukan survei. &#8220;Sebenernya saya kurang sreg sama logo nya, Mbak. Di logo sudah ada label halal, padahal saya belum ngurus-ngurus, ga berani. Itu juga sosial medianya bukan milik saya, nomor WA nya benar milik saya, tapi sosial media yg lain bukan milik saya&#8221; Jelas Bu Wiwik. Modifikasi logo yang dilakukan diantaranya adalah pengilangan label halal, perbaikan sosial media yang dicantumkan pada logo, dan penambahan elemen yang menggambarkan kripik koin. Selain diberikan logo dalam softfile, pemilik UMKM juga menerima logo yang sudah dicetak dalam bentuk stiker sebagai bentuk sampel.<\/p>\n<p>Kemudian untuk daftar menu diberikan kepada UMKM snack  bertujuan untuk membantu merapikan daftar produk-produk yang dijual dan mempermudah ketika ada pembeli yang bertanya terkait produk. Di dalam daftar menu tersebut dicantumkan gambar, harga, dan deskripsi produk tersebut. Daftar menu diberikan dalam bentuk softfile dan hasil print yang dijilid secara spiral, sehingga dapat diberikan kepada calon pembeli yang bertanya via media sosial dan yang datang langsung ke rumah pemilik UMKM.<\/p>\n<p>Output terakhir yang diberikan adalah buku resep modifikasi produk kepada UMKM snack. Modifikasi produk ini diberikan sebagai usulan produk tambahan yang dapat dijual. Sebelumnya, mahasiswa mengajukan beberapa produk kepada pemilik UMKM yang kemudian didiskusikan bersama dan dipilih menjadi beberapa produk pilihan. Produk tersebut diantaranya salad buah, kroket kentang, kue sus, mango sticky rice, kue cucur, dan kue lumpur yang kemudian dibukukan bahan-bahan dan cara membuatnya.<\/p>\n<p>Optimalisasi UMKM ini disambut baik dengan baik oleh kedua pemilik UMKM. Hal tersebut terlihat dari antusias pemilik UMKM dalam menyambut hasil kerja dari TIM 2 KKN Undip. Melalui Rangkaian Perogram \u201cMenuju Pencerahan Ekonomi Desa: Program KKN Undip Memajukan UMKM Desa Kandangsapi\u201d yang sudah dilaksanakan diharapkan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan dan memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kandang Sapi. Harapannya program ini akan mendorong peningkatan produksi, kualitas produk, akses pasar yang lebih luas, serta peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM di Desa Kandangsapi, sehingga bisa memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Kandangsapi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Sragen (8\/8\/2023). Desa Kandangsapi, sebuah kawasan yang kaya akan potensi alam dan sumber daya manusia, menghadapi tantangan ekonomi yang mengakibatkan pertumbuhan UMKM yang tidak optimal. Masalah utama yang ditemukan adalah minimnya eksposur dan dukungan yang diberikan kepada UMKM lokal. Kurangnya pemahaman akan pemasaran, manajemen, serta perizinan usaha, telah menjadi hambatan bagi para pelaku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4035","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4035"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4035\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}