{"id":27845,"date":"2026-08-19T03:03:34","date_gmt":"2026-08-18T19:03:34","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=27845"},"modified":"2026-08-19T03:03:34","modified_gmt":"2026-08-18T19:03:34","slug":"dari-pengendali-tikus-menuju-eduwisata-kkn-t-idbu-53-undip-perkuat-umkm-sukoharjo-dukung-sdgs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/dari-pengendali-tikus-menuju-eduwisata-kkn-t-idbu-53-undip-perkuat-umkm-sukoharjo-dukung-sdgs\/27845\/","title":{"rendered":"Dari Pengendali Tikus Menuju Eduwisata: KKN-T IDBU 53 UNDIP Perkuat UMKM Sukoharjo Dukung SDGs"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-27846\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.22.36-PM.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.22.36-PM.jpeg 1280w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.22.36-PM-300x169.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.22.36-PM-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.22.36-PM-768x432.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.22.36-PM-750x422.jpeg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.22.36-PM-1140x641.jpeg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p><strong>#P2KKNUNDIP #LPPMUNDIP #UNDIP<\/strong><\/p>\n<p><strong>SUKOHARJO, JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Burung hantu <em>Tyto alba<\/em> di Kelurahan Sukoharjo bukan sekadar predator alami yang membantu mengendalikan hama tikus. Potensi tersebut kini dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi berbasis masyarakat. Upaya itu menjadi salah satu fokus Kelompok 3 KKN-T IDBU 53 Universitas Diponegoro dalam mendorong pengelolaan potensi lokal melalui penguatan UMKM, tata kelola wisata, dan pengembangan eduwisata konservasi.<\/p>\n<p>Kelurahan Sukoharjo memiliki beragam potensi yang tumbuh dari karakter agraris dan kehidupan masyarakat setempat. Guyangan Kebo, Sate Keong sebagai Wisata Kuliner, Kesenian Lesung, tradisi Sadranan di kawasan Makam Kyai Langsur, serta konservasi <em>Tyto alba<\/em> menjadi bagian dari kekayaan budaya dan ekologi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Konservasi <em>Tyto alba <\/em>sendiri pada awalnya dikembangkan sebagai solusi alami untuk mengendalikan hama tikus, kemudian berkembang menjadi sarana edukasi konservasi satwa dan pertanian berkelanjutan. Potensi tersebut membuka peluang bagi pengembangan wisata sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>Namun, berbagai potensi tersebut belum sepenuhnya terhubung dalam pengelolaan wisata yang terpadu. Pendataan UMKM dan aset wisata masih membutuhkan penataan, sementara administrasi, pencatatan keuangan, promosi, dan kelembagaan pengelola juga perlu diperkuat. Kondisi ini menjadi tantangan agar potensi lokal tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan dapat dikelola secara lebih terarah dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Upaya menjawab kebutuhan tersebut dilakukan melalui Multidisiplin 1: Penguatan Sistem Manajemen, Pemberdayaan Masyarakat, dan Ekonomi UMKM Pendukung Wisata Kelurahan Sukoharjo yang dilaksanakan pada 13 Agustus 2026. Program menyasar pengelola wisata Kampung Klurahan dan mencakup pendataan UMKM, sosialisasi aspek hukum dan perlindungan usaha, serta pembukuan sederhana. Sebanyak 22 UMKM berhasil didata, sementara tiga UMKM diantaranya mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Selain kegiatan pendampingan, tim juga menyusun Buku Manajemen Masyarakat \u201cPenguatan Sistem Manajemen, Pemberdayaan Masyarakat, dan Ekonomi UMKM Pendukung Wisata Kelurahan Sukoharjo\u201d sebagai salah satu luaran program. Pelaksanaan kegiatan tersebut dinyatakan berjalan baik, tertib, dan lancar serta memberikan manfaat bagi pengelola wisata Kampung Klurahan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-27847\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.06.11-PM-scaled.jpeg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1440\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.06.11-PM-scaled.jpeg 2560w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.06.11-PM-300x169.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.06.11-PM-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.06.11-PM-768x432.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.06.11-PM-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.06.11-PM-2048x1152.jpeg 2048w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.06.11-PM-750x422.jpeg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-18-at-11.06.11-PM-1140x641.jpeg 1140w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p>Penguatan dari sisi ekonomi dan manajemen tersebut kemudian berlanjut melalui Multidisiplin 2: Pengembangan Wisata Edukasi (Edutourism) Berbasis Masyarakat dan Tata Kelola Berkelanjutan Konservasi Burung Hantu <em>Tyto alba<\/em>. Kegiatan dilaksanakan di Sekretariat P4S Harmoni pada 5 Agustus 2026 dan diikuti 14 peserta pengelola wisata P4S Harmoni. Program mencakup sejumlah aspek pengelolaan wisata, antara lain penyusunan HPP dan RAB paket eduwisata, monitoring keuangan, pencatatan inventaris, digitalisasi transaksi melalui QRIS, strategi pemasaran, tata kelola lingkungan, aspek hukum, serta rencana pengelolaan wisata berbasis masyarakat. Berita acara kegiatan menyatakan program terlaksana dengan baik, tertib, dan lancar serta memberikan manfaat bagi peserta sosialisasi.<br \/>\nSebagai salah satu luaran Multidisiplin 2, tim menyusun Buku Pengembangan Wisata Edukasi (Edutourism) Berbasis Masyarakat dan Tata Kelola Berkelanjutan Konservasi Burung Hantu <em>Tyto alba<\/em> yang telah diserahkan kepada P4S Harmoni. Buku tersebut diharapkan menjadi bahan acuan bagi pengelola dalam melanjutkan pengembangan wisata edukasi setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. Dengan demikian, hasil program tidak hanya berupa kegiatan pendampingan, tetapi juga menghasilkan bahan yang dapat digunakan kembali dalam proses pengelolaan wisata.<\/p>\n<p>Kepala Kelurahan Sukoharjo, Sri Rahayu, S.E., M.M., menilai kehadiran mahasiswa KKN membawa kesan positif bagi lingkungan kelurahan. \u201cSelama mahasiswa KKN berada di sini, kesannya selalu positif. Anak-anaknya ramah, sopan, komunikatif, dan berkontribusi terhadap masyarakat. Mereka tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mau mendengarkan kebutuhan masyarakat dan peduli terhadap warga. Mereka bukan hanya mahasiswa KKN, tetapi sudah kami anggap sebagai keluarga Kelurahan Sukoharjo,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sri Rahayu juga menilai KKN menjadi ruang pertemuan antara perguruan tinggi dan masyarakat. \u201cKKN menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan masyarakat. Masyarakat dapat ilmu, mahasiswa mendapat pengalaman dari interaksi. Harapannya, program yang telah dilakukan dapat terus bermanfaat dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Rangkaian program tersebut menunjukkan upaya menghubungkan potensi lokal dengan pengelolaan ekonomi dan wisata yang lebih terarah. Penguatan UMKM, pencatatan keuangan, kelembagaan, dan strategi promosi mendukung SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sementara pengembangan wisata edukasi berbasis masyarakat dan konservasi <em>Tyto alba<\/em> sejalan dengan SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Melalui kolaborasi mahasiswa, pemerintah kelurahan, pengelola wisata, pelaku UMKM, dan masyarakat, program KKN-T IDBU 53 UNDIP diharapkan dapat terus memberi manfaat setelah masa pengabdian berakhir.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>#P2KKNUNDIP #LPPMUNDIP #UNDIP SUKOHARJO, JurnalPost.com \u2013 Burung hantu Tyto alba di Kelurahan Sukoharjo bukan sekadar predator alami yang membantu mengendalikan hama tikus. Potensi tersebut kini dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi berbasis masyarakat. Upaya itu menjadi salah satu fokus Kelompok 3 KKN-T IDBU 53 Universitas Diponegoro dalam mendorong pengelolaan potensi lokal melalui penguatan UMKM, tata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27847,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-27845","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27845"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27845\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}