{"id":27800,"date":"2026-08-18T13:08:58","date_gmt":"2026-08-18T05:08:58","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=27800"},"modified":"2026-08-18T13:08:58","modified_gmt":"2026-08-18T05:08:58","slug":"kotoga-kosa-kata-dalam-taman-toga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kotoga-kosa-kata-dalam-taman-toga\/27800\/","title":{"rendered":"KOTOGA: \u201cKosa Kata dalam Taman TOGA\u201d"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar1-18.jpg\" alt=\"\" width=\"499\" height=\"374\" class=\"aligncenter size-full wp-image-27802\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar1-18.jpg 499w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar1-18-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 499px) 100vw, 499px\" \/><\/p>\n<p><em>Ditulis oleh : Putri Zahra Dwinata \u2013 Mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Pakintelan Universitas Diponegoro 2026<\/em><\/p>\n<p><strong>Pakintelan, Semarang, 2026, JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak hanya dapat menjadi ruang hijau yang memperindah lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai tanaman yang tumbuh di dalamnya memiliki nama dan karakteristik yang berbeda, tetapi sering kali belum dikenal secara lebih mendalam. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Pakintelan Universitas Diponegoro menghadirkan \u201c<strong>KOTOGA (Kosa Kata dalam Taman TOGA)\u201d<\/strong> sebagai media edukasi berbasis lingkungan.<\/p>\n<p>Program monodisiplin ini diinisiasi oleh Putri Zahra Dwinata, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang. KOTOGA diwujudkan melalui pembuatan papan nama tanaman yang ditempatkan di area Taman TOGA. Setiap papan memuat nama tanaman dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Jepang, serta dilengkapi gambar dan QR code yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi tambahan.<\/p>\n<p><strong>Mengenal Tanaman Sekaligus Kosakata Jepang<\/strong><\/p>\n<p>Sesuai dengan namanya, KOTOGA menggabungkan pengenalan tanaman dengan pembelajaran kosakata. Masyarakat dapat mengenali tanaman yang berada di sekitar mereka sekaligus mengetahui penyebutannya dalam bahasa Jepang.<\/p>\n<p>Penggunaan tanaman sebagai media pembelajaran dipilih karena bahasa dapat dipelajari melalui berbagai hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan melihat tanaman secara langsung, masyarakat tidak hanya membaca kosakata pada papan, tetapi juga dapat menghubungkannya dengan objek yang berada di hadapan mereka.<\/p>\n<p>Bagi mahasiswa, program ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu Bahasa dan Kebudayaan Jepang di luar ruang perkuliahan. Kosakata yang dipelajari tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi diwujudkan dalam media yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.<\/p>\n<p><strong>Kolaborasi Tiga Bidang<\/strong><\/p>\n<p>Dalam pelaksanaannya, KOTOGA dikerjakan secara kolaboratif bersama mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris dan Teknik Industri. Kolaborasi tersebut menghasilkan papan informasi yang memadukan unsur bahasa, informasi, serta tampilan visual yang sesuai dengan lingkungan Taman TOGA.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar2-7.jpg\" alt=\"\" width=\"293\" height=\"273\" class=\"aligncenter size-full wp-image-27801\" \/><\/p>\n<p>Bahasa Indonesia digunakan sebagai informasi utama, sementara bahasa Inggris dan bahasa Jepang menjadi bagian dari pengenalan kosakata multibahasa. Papan juga dilengkapi gambar tanaman agar masyarakat lebih mudah mencocokkan informasi dengan tanaman yang ada di sekitarnya.<\/p>\n<p><strong>Taman TOGA sebagai Ruang Belajar<\/strong><\/p>\n<p>Keberadaan papan nama membuat Taman TOGA memiliki fungsi tambahan sebagai ruang belajar terbuka. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati lingkungan hijau, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru mengenai tanaman dan kosakata dalam beberapa bahasa.<\/p>\n<p>QR code yang terdapat pada papan memberikan akses menuju informasi tambahan bagi pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai tanaman tersebut. Dengan demikian, informasi yang disampaikan tidak terbatas pada nama tanaman saja.<\/p>\n<p>Melalui KOTOGA, pembelajaran bahasa Jepang diperkenalkan dengan cara yang sederhana dan kontekstual. Masyarakat dapat menemukan kosakata baru tanpa harus berada di ruang kelas, sementara Taman TOGA dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi yang lebih interaktif.<\/p>\n<p><strong>Dari Kosa Kata, Menjadi Pengetahuan<\/strong><\/p>\n<p>KOTOGA diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang sederhana tetapi tetap berkesan. Tanaman yang sebelumnya mungkin hanya dipandang sebagai bagian dari taman kini dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal nama, informasi, sekaligus bahasa yang berbeda.<\/p>\n<p>Program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan fungsi Taman TOGA sebagai ruang yang tidak hanya hijau, tetapi juga informatif. Melalui papan nama tanaman yang sederhana, KOTOGA mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat tanaman di lingkungan sekitar sekaligus menemukan bahwa belajar bahasa dapat dimulai dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh : Putri Zahra Dwinata \u2013 Mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Pakintelan Universitas Diponegoro 2026 Pakintelan, Semarang, 2026, JurnalPost.com \u2013 Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak hanya dapat menjadi ruang hijau yang memperindah lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai tanaman yang tumbuh di dalamnya memiliki nama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27802,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-27800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27800"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27800\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}