{"id":27796,"date":"2026-08-18T13:07:09","date_gmt":"2026-08-18T05:07:09","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=27796"},"modified":"2026-08-18T13:07:09","modified_gmt":"2026-08-18T05:07:09","slug":"cerita-ibu-ibu-sironjang-dalam-mengelola-keuangan-rumah-tangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/cerita-ibu-ibu-sironjang-dalam-mengelola-keuangan-rumah-tangga\/27796\/","title":{"rendered":"Cerita Ibu-Ibu Sironjang dalam Mengelola Keuangan Rumah Tangga"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-27797\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/asasasada.jpg\" alt=\"\" width=\"717\" height=\"293\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/asasasada.jpg 717w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/asasasada-300x123.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 717px) 100vw, 717px\" \/><\/p>\n<p><em>Ditulis oleh: Haykal Syauqi Dhiyaulhaq &#8211; Mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Dusun Sironjang<br \/>\nUniversitas Diponegoro 2026<\/em><\/p>\n<p><strong>Sironjang, Semarang, 09 Agustus 2026, JurnalPost.com <\/strong>\u2014 mengatur keuangan rumah tangga mungkin terdengar sederhana. Namun, dalam keseharian, setiap keluarga tentu memiliki cara masing-masing untuk mengatur pemasukan dan memenuhi berbagai kebutuhan.<\/p>\n<p>Hal tersebut menjadi perhatian dalam salah satu program kerja individu mahasiswa KKN di Kampung Sironjang, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati. Dengan latar belakang keilmuan Manajemen, kegiatan ini mengangkat tema pengelolaan keuangan rumah tangga dengan sasaran ibu-ibu rumah tangga.<\/p>\n<p>Namun, kegiatan ini tidak dimulai dengan anggapan bahwa ibu-ibu belum memahami cara mengelola keuangan. Justru sebaliknya, kegiatan ini diawali dengan mendengarkan pengalaman dan kebiasaan mereka dalam mengatur keuangan keluarga.<\/p>\n<p><strong>Mendengarkan Cara Ibu-Ibu Mengatur Keuangan<\/strong><br \/>\nBeberapa pertanyaan sederhana digunakan untuk menggali kebiasaan sehari-hari, mulai dari bagaimana membagi pemasukan, menentukan prioritas ketika beberapa kebutuhan datang bersamaan, mempertimbangkan barang diskon, hingga cara mencatat pemasukan dan pengeluaran.<\/p>\n<p>Dari obrolan tersebut, terlihat bahwa ibu-ibu sudah memiliki cara masing-masing dalam mengelola keuangan. Dalam menentukan kebutuhan, misalnya, salah satu prinsip yang muncul adalah mendahulukan hal yang paling mendesak. Ketika beberapa kebutuhan datang bersamaan, sebagian ibu juga sudah terbiasa membagi uang sejak awal ketika menerima pemasukan agar masing-masing kebutuhan memiliki bagian.<\/p>\n<p>Hal menarik juga terlihat dari cara ibu-ibu menyikapi barang diskon. Diskon tidak selalu menjadi alasan untuk langsung membeli. Beberapa ibu mempertimbangkan terlebih dahulu apakah barang tersebut memang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk kebutuhan yang sifatnya sekunder, pembelian biasanya dilakukan ketika memang diperlukan dan kondisi keuangan masih memungkinkan.<\/p>\n<p><strong><strong>Setiap Keluarga Punya Caranya Sendiri<\/strong><\/strong><br \/>\nDalam hal pencatatan, kebiasaan ibu-ibu juga cukup beragam. Ada yang menggunakan buku untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran agar penggunaan uang lebih mudah dipantau. Namun, ada pula yang belum terbiasa membuat anggaran secara khusus.<\/p>\n<p>Begitu pula dengan tabungan dan dana darurat. Sebagian ibu sudah mulai menyiapkan tabungan, tetapi masih ada yang menggabungkan dana darurat dengan tabungan karena belum terbiasa memisahkannya. Dalam kondisi tertentu, dana untuk kebutuhan mendadak juga dapat diambil dari pos kebutuhan lainnya.<\/p>\n<p>Dari sini terlihat bahwa pengelolaan keuangan rumah tangga tidak selalu memiliki satu pola yang sama. Setiap keluarga menyesuaikan caranya dengan kebutuhan, kebiasaan, dan kondisi masing-masing.<\/p>\n<p><strong><strong>Bukan Mengajari, tetapi Menawarkan Alternatif<\/strong><\/strong><br \/>\nSetelah mendengarkan pengalaman ibu-ibu, mahasiswa KKN kemudian memberikan beberapa alternatif sederhana yang dapat dicoba jika dirasa sesuai.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah memisahkan dana tabungan dan dana darurat. Keduanya memiliki tujuan yang berbeda: tabungan dapat digunakan untuk kebutuhan yang sudah direncanakan, sedangkan dana darurat disiapkan untuk kebutuhan yang muncul secara tidak terduga.<\/p>\n<p>Namun, pemisahan tersebut tidak dimaksudkan sebagai aturan yang harus diterapkan oleh semua keluarga. Justru, pendekatan yang digunakan adalah memberikan pilihan dan membiarkan setiap keluarga menentukan cara yang paling sesuai.<\/p>\n<p>Jika dana darurat yang tersedia ternyata belum mencukupi ketika kebutuhan mendadak muncul, salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah melakukan penyesuaian dari kebutuhan lain yang masih bisa ditunda atau dikurangi.<\/p>\n<p><strong><strong>Belajar dari Pengalaman Sehari-hari<\/strong><\/strong><br \/>\nKegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan keuangan rumah tangga tidak selalu harus dimulai dari teori yang rumit. Banyak praktik sederhana yang sebenarnya sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menentukan skala prioritas, membagi uang sejak awal menerima pemasukan, mempertimbangkan kebutuhan sebelum membeli barang diskon, hingga mencatat pengeluaran.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pembelajaran dari pengalaman ibu-ibu di Sironjang. Karena pada akhirnya, mengelola keuangan bukan tentang menemukan satu cara yang paling benar. Yang lebih penting adalah menemukan cara yang realistis, sesuai kondisi keluarga, dan dapat membantu setiap keluarga mengatur apa yang mereka miliki dengan lebih sadar dan terencana.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh: Haykal Syauqi Dhiyaulhaq &#8211; Mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Dusun Sironjang Universitas Diponegoro 2026 Sironjang, Semarang, 09 Agustus 2026, JurnalPost.com \u2014 mengatur keuangan rumah tangga mungkin terdengar sederhana. Namun, dalam keseharian, setiap keluarga tentu memiliki cara masing-masing untuk mengatur pemasukan dan memenuhi berbagai kebutuhan. Hal tersebut menjadi perhatian dalam salah satu program kerja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27797,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-27796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27796\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}