{"id":27767,"date":"2026-08-18T03:14:34","date_gmt":"2026-08-17T19:14:34","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=27767"},"modified":"2026-08-18T03:14:34","modified_gmt":"2026-08-17T19:14:34","slug":"kkn-universitas-brawijaya-mengenalkan-produk-aph-di-desa-kalianyar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kkn-universitas-brawijaya-mengenalkan-produk-aph-di-desa-kalianyar\/27767\/","title":{"rendered":"KKN Universitas Brawijaya Mengenalkan Produk APH di Desa Kalianyar"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_27768\" aria-describedby=\"caption-attachment-27768\" style=\"width: 321px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar3-2.jpg\" alt=\"\" width=\"321\" height=\"421\" class=\"size-full wp-image-27768\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar3-2.jpg 321w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar3-2-229x300.jpg 229w\" sizes=\"(max-width: 321px) 100vw, 321px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-27768\" class=\"wp-caption-text\"><br \/>Produk Agen Pengendali Hayati (APH) yang diperkenalkan mahasiswa KKN Universitas Brawijaya Kediri<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Nganjuk, JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Brawijaya melaksanakan sosialisasi sekaligus mengenalkan produk Agen Pengendali Hayati (APH) pada 29 Juli 2026 di Balai Desa Kalianyar, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan tersebut diikuti Gapoktan, Poktan, dan masyarakat sebagai upaya mendorong penerapan pengendalian hama yang ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan APH sebagai alternatif pengendalian hama dan penyakit tanaman yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat APH serta mendorong penerapannya dalam budidaya pertanian sehari-hari.<\/p>\n<p>Ketua Gapoktan Desa Kalianyar mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi mengenai APH memberikan wawasan baru bagi petani dalam menerapkan teknik budidaya yang lebih ramah lingkungan. &#8220;Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota Gapoktan, Poktan, dan masyarakat Desa Kalianyar. Semoga pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian Agen Pengendali Hayati (APH), manfaat dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman, serta keunggulannya<\/p>\n<p>dibandingkan penggunaan pestisida kimia. Pada kegiatan ini, mahasiswa KKN juga memperkenalkan APH berbahan aktif Trichoderma sp. yang berperan sebagai jamur antagonis untuk menekan perkembangan patogen penyebab penyakit tanaman sekaligus membantu menjaga kesehatan tanah. Selanjutnya, mahasiswa KKN juga mengedukasi mengenai teknik aplikasi APH yang tepat, meliputi persiapan larutan, waktu aplikasi, dosis penggunaan, serta cara penyemprotan yang efektif di lahan pertanian. Peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab mengenai permasalahan budidaya yang dihadapi di lapangan serta solusi penerapan APH sesuai kondisi setempat.<\/p>\n<p>Inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini berupa penerapan Agen Pengendali Hayati (APH) sebagai teknologi ramah lingkungan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung sistem budidaya yang lebih berkelanjutan, menjaga keseimbangan ekosistem pertanian, serta meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap penggunaan APH dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh Gapoktan, Poktan, dan masyarakat Desa Kalianyar sebagai bagian dari praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan. Ke depan, APH diharapkan menjadi alternatif utama pengendalian hama dan penyakit tanaman sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nganjuk, JurnalPost.com \u2013 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Brawijaya melaksanakan sosialisasi sekaligus mengenalkan produk Agen Pengendali Hayati (APH) pada 29 Juli 2026 di Balai Desa Kalianyar, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan tersebut diikuti Gapoktan, Poktan, dan masyarakat sebagai upaya mendorong penerapan pengendalian hama yang ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan APH [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27768,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-27767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27767"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27767\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}