{"id":27755,"date":"2026-08-17T21:14:40","date_gmt":"2026-08-17T13:14:40","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=27755"},"modified":"2026-08-17T21:14:40","modified_gmt":"2026-08-17T13:14:40","slug":"dari-limbah-jadi-manfaat-kkn-ppm-umby-kelompok-83-latih-kwt-kaponan-membuat-pupuk-organik-cair","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/dari-limbah-jadi-manfaat-kkn-ppm-umby-kelompok-83-latih-kwt-kaponan-membuat-pupuk-organik-cair\/27755\/","title":{"rendered":"Dari Limbah Jadi Manfaat, KKN-PPM UMBY Kelompok 83 Latih KWT Kaponan Membuat Pupuk Organik Cair"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_27756\" aria-describedby=\"caption-attachment-27756\" style=\"width: 336px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar1-14.jpg\" alt=\"\" width=\"336\" height=\"197\" class=\"size-full wp-image-27756\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar1-14.jpg 336w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar1-14-300x176.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 336px) 100vw, 336px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-27756\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1. KKN-PPM UMBY Kelompok 83 melaksanakan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) bersama KWT Dusun Kaponan.<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>KABUPATEN MAGELANG, JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Mahasiswa KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 83 melaksanakan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Dukuh Dusun Kaponan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan limbah sayuran di lingkungan sekitar menjadi pupuk yang dapat mendukung kebutuhan tanaman.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 anggota KWT yang merupakan perwakilan dari setiap RT, dengan masing-masing RT mengirimkan lima orang peserta. Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penyampaian materi hingga praktik pembuatan POC secara langsung.<\/p>\n<p>Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 83 memberikan penjelasan mengenai pengertian POC, manfaat pemanfaatan limbah sayuran, serta bahan-bahan yang diperlukan dalam proses pembuatannya. Bahan yang digunakan terdiri dari limbah sayur, gula merah, air cucian beras, dan EM4.<\/p>\n<figure id=\"attachment_27757\" aria-describedby=\"caption-attachment-27757\" style=\"width: 321px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar2-5.jpg\" alt=\"\" width=\"321\" height=\"178\" class=\"size-full wp-image-27757\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar2-5.jpg 321w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar2-5-300x166.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 321px) 100vw, 321px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-27757\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 2.  Peserta mempraktikkan proses pembuatan POC dengan memanfaatkan limbah sayur dan bahan pendukung lainnya.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah mendapatkan penjelasan, peserta diajak untuk melakukan praktik pembuatan POC secara langsung. Limbah sayuran terlebih dahulu dipilah dan dicacah menjadi potongan kecil agar lebih mudah melalui proses fermentasi. Selanjutnya, limbah sayur dimasukkan ke dalam wadah dan dicampurkan dengan larutan gula merah, air cucian beras, serta EM4.<br \/>\nDalam proses fermentasi, campuran bahan kemudian ditutup dan disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pengadukan secara berkala untuk membantu menjaga kondisi fermentasi sekaligus melepaskan gas yang terbentuk. POC dinyatakan siap digunakan ketika telah mengeluarkan aroma khas fermentasi.<\/p>\n<p>Pelatihan tidak hanya berfokus pada praktik, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai potensi pemanfaatan limbah sayur yang selama ini tersedia di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk mengolah limbah sayuran menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat sekaligus menyediakan alternatif pupuk organik untuk mendukung kegiatan pertanian KWT.<\/p>\n<figure id=\"attachment_27758\" aria-describedby=\"caption-attachment-27758\" style=\"width: 288px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar3-1.jpg\" alt=\"\" width=\"288\" height=\"176\" class=\"size-full wp-image-27758\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-27758\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 3. Antusias Peserta dalam memerhatikan Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 83 saat memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan limbah sayur dan pembuatan POC.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama ketika melakukan praktik pencampuran bahan dan proses pembuatan POC. Berdasarkan evaluasi kegiatan, peserta mampu memahami manfaat limbah sayur sebagai bahan dasar POC serta dapat menyebutkan bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya.<br \/>\nSelain memahami materi, peserta juga mampu mengikuti dan mempraktikkan tahapan pembuatan POC secara langsung dengan bimbingan tim pelaksana. Peserta memahami cara menjaga proses fermentasi, termasuk penyimpanan POC di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung serta pengadukan secara berkala.<br \/>\nKUTIPAN<\/p>\n<figure id=\"attachment_27759\" aria-describedby=\"caption-attachment-27759\" style=\"width: 361px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar4-1.jpg\" alt=\"\" width=\"361\" height=\"154\" class=\"size-full wp-image-27759\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar4-1.jpg 361w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar4-1-300x128.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 361px) 100vw, 361px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-27759\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 4. KKN-PPM UMBY Kelompok 83 bersama anggota KWT Dusun Kaponan setelah pelaksanaan pelatihan pembuatan POC.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Melalui pelatihan ini, KKN-PPM UMBY Kelompok 83 berharap anggota KWT Dusun Kaponan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara mandiri. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan limbah sayuran yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang bermanfaat bagi kegiatan budidaya tanaman dan mendukung pertanian KWT.<\/p>\n<p>Penulis :<br \/>\nAlya Regita Sianturi<br \/>\nMuhammad Iqbal Assidik<br \/>\nSteffy Asmi<br \/>\nNadia Rahmawati<br \/>\nHanung Arif Baskoro<br \/>\nKomang Priyanka<br \/>\nLintang Prakoso<br \/>\nArie Aditya Budi Tandie<br \/>\nAlfiani J<br \/>\nSyifa Karini Fauzia <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KABUPATEN MAGELANG, JurnalPost.com \u2013 Mahasiswa KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 83 melaksanakan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Dukuh Dusun Kaponan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27756,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-27755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27755\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}