{"id":2734,"date":"2023-07-15T10:45:19","date_gmt":"2023-07-15T02:45:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=2734"},"modified":"2023-07-15T10:45:19","modified_gmt":"2023-07-15T02:45:19","slug":"mahasiswa-untag-sby-gelar-edukasi-parenting-tentang-pentingnya-sex-education-sejak-masa-golden-age","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mahasiswa-untag-sby-gelar-edukasi-parenting-tentang-pentingnya-sex-education-sejak-masa-golden-age\/2734\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Untag Sby Gelar Edukasi Parenting tentang Pentingnya <em>Sex Education<\/em> Sejak Masa <em>Golden Age<\/em>"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak pada saat ini sudah bukan menjadi hal yang baru. Banyak masyarakat yang mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan orang tua pada anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan seks menjadi sangat penting untuk diberikan pada anak sejak dini. Anak mendapatkan pengetahuan akan Pendidikan seks sejak dini diberikan oleh orangtua anak, yang mana hal ini berarti orang tua harus sadar akan pentingnya mengajarkan hal tersebut.<\/p>\n<p>Modal setiap orang terutama anak dalam memantapkan diri untuk dapat hidup berdampingan dengan semua orang serta memahami setiap batasan dalam menyentuh seseorang. Pada usia dini yang mana merupakan masa emas (<em>golden age) <\/em>dalm tumbuh kembang anak. Kemampuan penyerapan informasi yang pesat ada pada masa <em>golden age<\/em> ini dibandingka tahap usia selanjutnya karena dalam masa tersebut kemampuan otak dalam memahami infomasi baru pada lingkungannya dan juga rasa ingin tahu yang tinggi. Maka\u00a0 pada\u00a0 masa\u00a0 ini \u00a0para\u00a0 orang\u00a0 tua\u00a0 atau\u00a0 pendidik\u00a0 harus\u00a0 memberikan perhatian\u00a0 mereka\u00a0 secara\u00a0 khusus\u00a0 dalam\u00a0 memantau\u00a0 tumbuh\u00a0 kembang\u00a0 si\u00a0 anak.<\/p>\n<p>Dalam rangka menyadarkan akan pentingnya memberikan Pendidikan seks sejak usia emas (<em>golden age<\/em>) kepada warga Dusun Tambakrejo Desa Windurejo, Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata, menyelenggarakan kegiatan \u201cEdukasi dan Pelatihan Parenting Tentang Pentingnya \u2018<em>Golden Age<\/em>\u2019 dan \u2018<em>Sex Education\u2019<\/em> Dalam Tumbuh Kembang Anak\u201d pada Senin dan Selasa, 10-11 Juli 2023.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut dilakukan karena masih banyak masyarakat yang meremehkan akan pentingnya Pendidikan seks sejak usia dini. Apabila hal tersebut tetap dilestarikan dalam artian prospektif tersebut tetap ada tentunya nanti akan semakin banyak kekerasan seksual karena sejak kecil tidak memahami bagaimana hal tersebut dapat merugikan orang lain dan dirinya. Dengan begitu telah hilangnya moral seseorang.<\/p>\n<p>Pada 10 Juli 2023, kegiatan yang dilakukan sejak pukul 09.30 pagi yang mana kegitatan diselenggarakan oleh mahasiswa Untag yang sedang menjalankan KKN ini berlangsung dengan sukses. Banyak masyrakat yang antusias akan kegiatan tersebut. Peserta yang datang merupakan anggota posyandu balita di Dusun Tambakrejo, terutama pada ibu-ibu muda yang masih baru mengetahui akan pentingnya Pendidikan seks. Dengan mendatangkan narasumber dari Psikologi Untag Surabaya yaitu Dia Amalindah, S. Kep., Ns, M.Kep., yang menjelaskan mengenai Parenting <em>Golden Age <\/em>dan <em>Sex Education.<\/em> Dengan memberikan pendidikan seks sedini mungkin pada anak, maka orang tua dapat mencegah pergaulan bebas dan dapat mencegah anak menjadi korban pelecehan seksual.<\/p>\n<p>Penulis : Isna Nurrosyidah, Ilmu Hukum<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak pada saat ini sudah bukan menjadi hal yang baru. Banyak masyarakat yang mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan orang tua pada anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan seks menjadi sangat penting untuk diberikan pada anak sejak dini. Anak mendapatkan pengetahuan akan Pendidikan seks sejak dini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[60,50,46,45,48,47],"class_list":["post-2734","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter","tag-ecokampus","tag-kampuskompeten","tag-kitauntagsurabaya","tag-untagsurabaya","tag-untagsurabayakeren","tag-untukindonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2734","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2734"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2734\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2734"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2734"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2734"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}