{"id":27311,"date":"2026-07-14T00:29:35","date_gmt":"2026-07-13T16:29:35","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=27311"},"modified":"2026-07-14T00:29:35","modified_gmt":"2026-07-13T16:29:35","slug":"mahasiswa-kkn-reguler-untag-surabaya-ciptakan-smart-uv-trap-untuk-bantu-gapoktan-desa-sidokumpul-kendalikan-hama-pertanian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mahasiswa-kkn-reguler-untag-surabaya-ciptakan-smart-uv-trap-untuk-bantu-gapoktan-desa-sidokumpul-kendalikan-hama-pertanian\/27311\/","title":{"rendered":"Mahasiswa KKN Reguler Untag Surabaya Ciptakan Smart UV Trap untuk Bantu Gapoktan Desa Sidokumpul Kendalikan Hama Pertanian"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar1-21.jpg\" alt=\"\" width=\"356\" height=\"224\" class=\"aligncenter size-full wp-image-27313\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar1-21.jpg 356w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar1-21-300x189.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 356px) 100vw, 356px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong>  &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2026 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang tergabung dalam Subkelompok TTG 2 KKN R11 melaksanakan program kerja bertajuk Implementasi Smart UV Trap: Sistem Monitoring dan Identifikasi Hama Pertanian Berbasis Lampu UV Tenaga Surya pada Rabu, 8 Juli 2026, di lahan pertanian Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini ditujukan kepada mitra Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sidokumpul sebagai upaya membantu petani mengatasi tingginya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang selama ini menjadi kendala utama dalam budidaya padi di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Program inovasi ini bertujuan memberikan solusi teknologi kepada petani agar pengendalian hama tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pestisida kimia yang selama ini dinilai kurang efisien dan membutuhkan biaya operasional tinggi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap dapat meningkatkan kemampuan Gapoktan dalam memantau dan mengidentifikasi jenis hama secara mandiri, sekaligus mendorong penerapan pertanian yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan di Desa Sidokumpul.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaannya, Subkelompok TTG 2 KKN R11 memperkenalkan alat bernama Smart UV Trap, yakni sistem perangkap sekaligus monitoring hama yang memanfaatkan cahaya ultraviolet (UV) sebagai atraktan serangga dan panel surya sebagai sumber energi utama. Alat berbentuk menara setinggi sekitar 2,5 meter ini bekerja secara otomatis dengan bantuan sensor photocell yang menyalakan lampu UV saat malam hari untuk menarik hama seperti wereng, ngengat, dan kupu-kupu, sebelum akhirnya hama tersebut jatuh dan terperangkap dalam baskom stainless steel yang berada di bagian bawah alat.<\/p>\n<p>Selain melakukan instalasi dan uji coba alat di lahan pertanian mitra, mahasiswa juga memberikan demonstrasi cara kerja, cara pengoperasian, hingga cara perawatan Smart UV Trap kepada anggota Gapoktan. Sebagai pelengkap, tim turut menyerahkan buku panduan penggunaan alat agar petani dapat mengoperasikan dan merawat Smart UV Trap secara mandiri dan berkelanjutan setelah program KKN berakhir.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar2-11.jpg\" alt=\"\" width=\"213\" height=\"251\" class=\"aligncenter size-full wp-image-27312\" \/><\/p>\n<p>Inovasi alat tersebut dikembangkan oleh empat mahasiswa KKN R11 Untag Surabaya, yaitu Ahmad Dawam Mulkilla, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro selaku Ketua Subkelompok TTG 2, Fadhilah Rahmah Ilmiyah dari Program Studi Ilmu Komunikasi, M. David Syauqi Abdillah dari Program Studi Teknik Industri, serta Amanda Putri Devina dari Program Studi Psikologi. Kegiatan KKN ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Zida Wahyuddin, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Sastra Jepang Untag Surabaya.<\/p>\n<p>Menurut Ketua Subkelompok TTG 2, Ahmad Dawam Mulkilla, proses merancang dan menguji coba Smart UV Trap tidak berlangsung dengan mudah. Ia dan timnya harus melalui berbagai tahapan uji coba di lapangan untuk memastikan alat dapat bekerja secara otomatis dan efektif menarik hama pada kondisi persawahan yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami cukup banyak melakukan uji coba di lapangan, mulai dari memastikan sensor photocell bekerja dengan tepat hingga menentukan posisi pemasangan alat yang paling strategis. Tujuan kami bukan hanya menghasilkan alat yang bisa menyala otomatis, tetapi juga alat yang benar-benar membantu petani mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Harapannya, Smart UV Trap ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi Gapoktan Desa Sidokumpul dalam menghadapi serangan hama,&#8221; tutur Dawam.<\/p>\n<p>Meski menghadapi berbagai tantangan selama proses perancangan dan pemasangan alat, tim KKN merasa puas karena Smart UV Trap berhasil dipasang dan diuji coba dengan baik serta mendapat respons positif dari anggota Gapoktan. Ke depan, mereka berharap alat tersebut dapat terus dimanfaatkan sebagai sarana monitoring hama yang berkelanjutan di Desa Sidokumpul.<\/p>\n<p>Selama kegiatan berlangsung, anggota Gapoktan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Para peserta aktif mengikuti sesi demonstrasi, berdiskusi mengenai cara kerja alat, hingga bertanya mengenai cara perawatan dan penggantian komponen Smart UV Trap. Mereka mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai teknologi pengendalian hama yang lebih efisien dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Salah satu perwakilan Gapoktan Desa Sidokumpul menyampaikan harapannya agar alat tersebut dapat terus digunakan untuk membantu para petani setempat.&#8221;Kami sangat terbantu dengan adanya Smart UV Trap ini, apalagi selama ini kami memantau sawah secara manual pada malam hari dan hasilnya belum tentu maksimal. Semoga alat ini bisa terus kami gunakan dan rawat dengan baik, sehingga serangan hama seperti wereng dan ulat bisa lebih terkendali dan hasil panen kami bisa lebih baik kedepannya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Reguler 2026 Untag Surabaya berharap implementasi Smart UV Trap dapat menjadi langkah awal bagi Gapoktan Desa Sidokumpul untuk menerapkan teknologi tepat guna dalam pengendalian hama. Selain menekan biaya penggunaan pestisida kimia, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan di Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2026 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang tergabung dalam Subkelompok TTG 2 KKN R11 melaksanakan program kerja bertajuk Implementasi Smart UV Trap: Sistem Monitoring dan Identifikasi Hama Pertanian Berbasis Lampu UV Tenaga Surya pada Rabu, 8 Juli 2026, di lahan pertanian Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Kabupaten [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27313,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-27311","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27311","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27311"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27311\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}