{"id":27249,"date":"2026-07-11T20:47:30","date_gmt":"2026-07-11T12:47:30","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=27249"},"modified":"2026-07-11T20:47:30","modified_gmt":"2026-07-11T12:47:30","slug":"mahasiswa-kkn-untag-surabaya-hidupkan-bank-sampah-di-desa-sidorejo-warga-antusias-ikut-berpartisipasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mahasiswa-kkn-untag-surabaya-hidupkan-bank-sampah-di-desa-sidorejo-warga-antusias-ikut-berpartisipasi\/27249\/","title":{"rendered":"Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Hidupkan Bank Sampah di Desa Sidorejo, Warga Antusias Ikut Berpartisipasi"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/KKN-UNTAG-Surabaya.webp\" alt=\"KKN UNTAG Surabaya\" width=\"256\" height=\"243\" class=\"aligncenter size-full wp-image-27250\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 13 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya Sub Kelompok 9 sukses menggelar program pembentukan Bank Sampah di Desa Sidorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Sidorejo dan dihadiri oleh 17 ibu-ibu warga desa serta perangkat desa setempat. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN bertajuk &#8220;Gerakan Desa Peduli Lingkungan melalui Pemilahan Sampah dan Pemanfaatan Limbah Botol untuk Meningkatkan Pendapatan Warga Desa Sidorejo&#8221;. Kehadiran perangkat desa dalam acara ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah desa terhadap program mahasiswa KKN.<\/p>\n<p>Program ini digagas berdasarkan hasil observasi awal tim KKN yang menemukan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Sidorejo masih dilakukan secara konvensional. Warga terbiasa membakar atau membuang sampah begitu saja tanpa proses pemilahan terlebih dahulu. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya tempat pembuangan akhir yang memadai, sehingga sebagian warga membuang sampah ke aliran sungai atau lahan kosong di belakang desa. Temuan tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk merancang solusi nyata dan berkelanjutan demi menjawab permasalahan lingkungan yang sudah lama terjadi di desa ini.<\/p>\n<p>Kegiatan diawali dengan sambutan dari perangkat desa dan perkenalan tim Sub Kelompok 9 KKN R13 UNTAG Surabaya kepada seluruh peserta. Dilanjutkan dengan penyampaian materi sosialisasi secara interaktif mengenai jenis-jenis sampah organik dan anorganik, dampak buruk pembuangan sampah sembarangan, serta manfaat pemilahan sampah bagi kesehatan dan perekonomian keluarga. Sesi ini diselingi tanya jawab yang membuat para peserta semakin memahami urgensi permasalahan sampah di lingkungan mereka. Antusiasme warga terlihat jelas dari keaktifan mereka dalam menyimak dan merespons setiap materi yang disampaikan.<\/p>\n<p>Tim KKN kemudian menjelaskan secara rinci mekanisme operasional Bank Sampah, mulai dari proses pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, tata cara penyetoran, sistem penimbangan, hingga pencatatan saldo tabungan warga. Sampah anorganik yang telah dipilah dan disetorkan ke pengurus akan dicatat beratnya, lalu dikonversi menjadi saldo tabungan yang dapat dicairkan sewaktu-waktu oleh warga. Penjelasan ini diperkuat dengan demonstrasi langsung agar warga dapat langsung memahami cara kerja sistem secara praktis. Model tabungan sampah ini dinilai efektif karena memberikan insentif ekonomi nyata sekaligus mendorong kebiasaan hidup bersih.<\/p>\n<p>Selain memperkenalkan sistem Bank Sampah, tim KKN juga mensosialisasikan pemanfaatan limbah botol plastik menjadi produk bernilai jual sebagai upaya tambahan meningkatkan pendapatan warga. Ide kreatif ini disambut baik oleh peserta yang selama ini memandang botol plastik hanya sebagai sampah biasa. Dengan sentuhan kreativitas, botol plastik bekas dapat disulap menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomis. Langkah ini sekaligus membuka peluang baru bagi ibu-ibu rumah tangga untuk menghasilkan pendapatan tambahan dari rumah.<\/p>\n<p>Puncak dari rangkaian kegiatan adalah pembentukan dan pendeklarasian Bank Sampah Desa Sidorejo sebagai wadah resmi pengelolaan sampah anorganik warga. Dalam sesi ini, tim KKN memperkenalkan struktur kepengurusan Bank Sampah yang akan dikelola oleh warga secara mandiri ke depannya. Perangkat desa turut memberikan dukungan moral dan komitmen untuk mendampingi keberlangsungan program ini. Pembentukan Bank Sampah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Desa Sidorejo menuju pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan terstruktur.<\/p>\n<p>Respons positif terlihat jelas dari para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat hingga selesai. Sejumlah ibu-ibu mengaku baru mengetahui bahwa sampah anorganik yang selama ini dibuang ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Tingginya antusiasme ini menjadi sinyal kuat bahwa program Bank Sampah memiliki potensi besar untuk terus hidup dan berkembang di Desa Sidorejo. Kondisi ini sekaligus menjadi validasi bahwa pendekatan edukatif berbasis manfaat ekonomi terbukti lebih efektif menggerakkan partisipasi warga.<\/p>\n<p>Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, melainkan terus berjalan secara berkelanjutan dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan partisipasi aktif warga. Kehadiran Bank Sampah Desa Sidorejo diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini berakhir di sungai atau lahan kosong, membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari dapur, serta membuka peluang penghasilan tambahan bagi keluarga. Dengan pengawalan konsisten dari perangkat desa dan kader lokal, gerakan memilah sampah ini diharapkan bertransformasi menjadi gaya hidup baru warga. Desa Sidorejo pun berpotensi menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat bagi desa-desa lain di Kecamatan Bungah.<\/p>\n<p>Melalui program ini, mahasiswa KKN Sub Kelompok 9 KKN R13 UNTAG Surabaya membuktikan bahwa solusi masalah lingkungan tidak selalu membutuhkan biaya besar, melainkan cukup dengan edukasi yang tepat, komunikasi yang membumi, dan pendampingan yang konsisten. Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari sinergi yang baik antara tim KKN, perangkat Desa Sidorejo, dan warga yang terbuka untuk berubah. Semoga Bank Sampah Desa Sidorejo dapat terus tumbuh dan menjadi warisan nyata dari program KKN yang bermanfaat bagi generasi mendatang.<\/p>\n<p>Oleh: Devia Fitriani Lestari, Adam Musthofa, Maria Imakulata Sesilia Reresi, Marchelino Wardana<br \/>\nSub Kelompok 9 KKN R13 \u2014 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 13 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya Sub Kelompok 9 sukses menggelar program pembentukan Bank Sampah di Desa Sidorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Sidorejo dan dihadiri oleh 17 ibu-ibu warga desa serta perangkat desa setempat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27250,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-27249","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27249"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27249\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27250"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}