{"id":27101,"date":"2026-07-06T21:36:45","date_gmt":"2026-07-06T13:36:45","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=27101"},"modified":"2026-07-07T10:48:07","modified_gmt":"2026-07-07T02:48:07","slug":"telemedicine-setelah-covid-19-apakah-masyarakat-masih-membutuhkannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/telemedicine-setelah-covid-19-apakah-masyarakat-masih-membutuhkannya\/27101\/","title":{"rendered":"Telemedicine Setelah COVID-19: Apakah Masyarakat Masih Membutuhkannya?"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_27102\" aria-describedby=\"caption-attachment-27102\" style=\"width: 391px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-27102\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/medis.webp\" alt=\"\" width=\"391\" height=\"261\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/medis.webp 391w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/medis-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 391px) 100vw, 391px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-27102\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi tenaga medis dan pasien melakukan konsultasi kesehatan secara daring (sumber: \/pexels.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Pandemi COVID-19 membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Selama pandemi, aktivitas di luar rumah dibatasi sehingga masyarakat mulai memanfaatkan layanan kesehatan berbasis digital, salah satunya telemedicine. Melalui layanan ini, pasien dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tanpa harus datang langsung ke rumah sakit atau klinik. Pada saat itu, telemedicine menjadi solusi yang sangat membantu karena dapat mengurangi risiko penularan COVID-19 sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan. Setelah pandemi berakhir, penggunaan telemedicine memang tidak lagi setinggi sebelumnya. Namun, muncul pertanyaan apakah layanan ini masih dibutuhkan atau hanya menjadi solusi sementara selama masa pandemi.<\/p>\n<p><strong>Apa itu Telemedicine? <\/strong><\/p>\n<p>Telemedicine merupakan layanan kesehatan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk menghubungkan pasien dengan tenaga medis secara daring. Layanan yang diberikan tidak hanya berupa konsultasi, tetapi juga dapat mencakup pemberian resep obat, pemantauan kondisi pasien, hingga penyimpanan rekam medis secara digital. Kehadiran telemedicine memberikan pilihan baru bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu, jarak, maupun mobilitas.<\/p>\n<p><strong>Peran Telemedicine Setelah Pandemi <\/strong><\/p>\n<p>Pandemi juga mengubah kebiasaan masyarakat dalam berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Sebelum pandemi, sebagian besar pasien lebih memilih datang langsung ke fasilitas kesehatan karena dianggap lebih meyakinkan. Namun, ketika pandemi berlangsung, banyak orang mulai terbiasa menggunakan telemedicine untuk berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan yang ringan maupun meminta saran medis. Selain lebih praktis, layanan ini juga dianggap lebih aman karena dapat mengurangi kontak langsung dengan orang lain.<\/p>\n<p>Setelah kondisi kembali normal, sebagian masyarakat memang kembali memilih layanan tatap muka karena pemeriksaan secara langsung dinilai lebih lengkap dan memudahkan dokter dalam menentukan diagnosis. Meski demikian, telemedicine tetap digunakan oleh banyak orang, terutama bagi pasien yang hanya memerlukan konsultasi awal, kontrol rutin, atau memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa telemedicine tidak menggantikan pelayanan kesehatan secara langsung, tetapi menjadi pilihan tambahan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien.<\/p>\n<p><strong>Keunggulan dan Tantangan Telemedicine <\/strong><\/p>\n<p>Keunggulan utama telemedicine adalah kemudahan akses. Pasien tidak perlu menghabiskan waktu di perjalanan maupun mengantre di rumah sakit hanya untuk melakukan konsultasi sederhana. Selain itu, biaya transportasi juga dapat ditekan sehingga layanan kesehatan menjadi lebih efisien. Berbagai aplikasi telemedicine saat ini juga menyediakan fitur yang semakin lengkap, mulai dari konsultasi dengan dokter, pembelian obat, hingga penyimpanan riwayat kesehatan dalam satu platform. Kemudahan tersebut membuat masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan dengan lebih cepat dan praktis.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, telemedicine masih memiliki beberapa keterbatasan. Tidak semua penyakit dapat didiagnosis melalui konsultasi daring karena beberapa kondisi memerlukan pemeriksaan fisik secara langsung maupun pemeriksaan penunjang lainnya. Selain itu, kualitas layanan juga dipengaruhi oleh koneksi internet yang digunakan serta kemampuan pasien dalam menjelaskan keluhan yang dialaminya. Masalah keamanan data pribadi juga menjadi perhatian karena informasi kesehatan merupakan data yang bersifat rahasia dan harus dijaga dengan baik.<\/p>\n<p><strong>Bagaimana Prospek Telemedicine di Indonesia? <\/strong><\/p>\n<p>Di Indonesia, telemedicine memiliki peluang besar untuk membantu meningkatkan akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Banyak wilayah di Indonesia yang masih memiliki keterbatasan jumlah tenaga kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan adanya telemedicine, masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga medis tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh. Namun, penerapan layanan ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti belum meratanya jaringan internet, keterbatasan perangkat digital, serta rendahnya kemampuan sebagian masyarakat dalam menggunakan teknologi.<\/p>\n<p>Melihat perkembangannya saat ini, telemedicine diperkirakan akan tetap menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam bidang kesehatan melalui berbagai regulasi dan pengembangan sistem pelayanan yang lebih terintegrasi. Di sisi lain, penyedia layanan telemedicine juga terus mengembangkan fitur-fitur baru agar pelayanan yang diberikan semakin mudah, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Apabila didukung oleh infrastruktur digital yang memadai serta peningkatan literasi digital masyarakat, telemedicine dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses pelayanan kesehatan di masa mendatang.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, telemedicine masih memiliki peran penting meskipun pandemi COVID-19 telah berakhir. Kehadirannya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan secara lebih cepat, praktis, dan efisien. Walaupun tidak dapat menggantikan pemeriksaan langsung sepenuhnya, telemedicine dapat menjadi pelengkap pelayanan kesehatan konvensional. Dengan pengembangan teknologi, dukungan regulasi, dan peningkatan kualitas layanan, telemedicine berpotensi menjadi salah satu inovasi yang terus dimanfaatkan dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Sumber Referensi<\/strong><\/p>\n<p>Agustina, D., Sufia, A., Shofia, H., Cahyani, I., Ralya, J. P., &amp; Mariani, T. (2023). Review article: Efektivitas penggunaan telemedicine pada masa pandemi sebagai sarana konsultasi kesehatan. <em>Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 12<\/em>(3), 257\u2013264. <a href=\"https:\/\/www.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id\/index.php\/stikes\/article\/view\/1766\">https:\/\/www.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id\/index.php\/stikes\/article\/view\/1766<\/a><\/p>\n<p>Maharani, A., Anggita, D., Witriani, E., &amp; Purba, S. H. (2024). Evaluasi pemanfaatan penerapan telemedicine di Indonesia: Literatur review. <em>JIKES: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3<\/em>(1), 155\u2013165. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.71456\/jik.v3i1.1091\">https:\/\/doi.org\/10.71456\/jik.v3i1.1091<\/a><\/p>\n<p>Santoso, B. S., Budiyanti, R. T., &amp; Nandini, N. (2024). Analisis pemanfaatan layanan telemedicine pasca pandemi COVID-19 di Jawa Tengah. <em>Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 12<\/em>(2), 119\u2013129. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.14710\/jmki.12.2.2024.119-129\">https:\/\/doi.org\/10.14710\/jmki.12.2.2024.119-129<\/a><\/p>\n<p>Sari, G. G., &amp; Wirman, W. (2021). Telemedicine sebagai media konsultasi kesehatan di masa pandemi COVID-19 di Indonesia. <em>Jurnal Komunikasi, 15<\/em>(1), 43\u201354.<\/p>\n<p>Sitanggang, A. S., Imanuel, R. G., Rapa&#8217;, N. I., Shandie, W., &amp; Halim, I. J. (2024). Telemedicine: Revolusi akses dan efisiensi pelayanan kesehatan di era digital. <em>Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 2<\/em>(1), 12\u201318.<\/p>\n<p><strong>Penulis : Kelompok 8, Mata Kuliah Pengantar Layanan Kesehatan TI-A1 <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Pandemi COVID-19 membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Selama pandemi, aktivitas di luar rumah dibatasi sehingga masyarakat mulai memanfaatkan layanan kesehatan berbasis digital, salah satunya telemedicine. Melalui layanan ini, pasien dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tanpa harus datang langsung ke rumah sakit atau klinik. Pada saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27102,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-27101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27101"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27101\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}