{"id":26954,"date":"2026-07-02T00:53:19","date_gmt":"2026-07-01T16:53:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=26954"},"modified":"2026-07-02T00:53:19","modified_gmt":"2026-07-01T16:53:19","slug":"medication-error-ancaman-lama-di-era-rumah-sakit-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/medication-error-ancaman-lama-di-era-rumah-sakit-digital\/26954\/","title":{"rendered":"Medication Error: Ancaman Lama di Era Rumah Sakit Digital"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_26955\" aria-describedby=\"caption-attachment-26955\" style=\"width: 998px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"998\" height=\"688\" class=\"size-full wp-image-26955\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar1-1.jpg 998w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar1-1-300x207.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar1-1-768x529.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Gambar1-1-750x517.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 998px) 100vw, 998px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26955\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: iStock.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Kesalamatan pasien adalah janji paling mendasar dari sebuah layanan kesehatan, tetapi janji itu masih sering diingkari oleh persoalan yang sebenernya bisa dicegah, yaitu <em>Medication Error<\/em>. Kesalahan yang terjadi, mulai dari penulisan resep obat, penyiapan, hingga pemberian obat kepada pasien masih sering ditemukan di berbagai layanan kesehatan, baik rawat inap maupun rawat jalan. Dampaknya sangat serius, mulai dari pemulihan pasien yang sering tertunda, komplikasi serius, hingga membengkaknya biaya kesehatan yang harus ditanggung.<\/p>\n<p><strong>Bukan Sekadar Salah Perorangan<\/strong><\/p>\n<p>Selama ini, <em>medication error<\/em> kerap dipandang sebagai kelalaian tenaga kesehatan secara individu. Faktanya, akar masalahnya jauh lebih kompleks dan bersifat sistemik. Beban kerja yang berlebihan, rasio tenaga terhadap pasien yang timpang, dan sistem supervisi yang belum berjalan secara optimal adalah faktor-faktor yang telah berulang kali diidentifikasi dalam berbagai literatur sebagai penyebab utama.<\/p>\n<p>Enam tahun yang lalu, pandemi COVID-19 menjadi ujian nyata sekaligus cermin yang memperlihatkan betapa rapuhnya sistem ini ketika tekanan kerja melonjak drastis. Kelelahan kognitif tenaga kesehatan meningkat, bersamaan dengan itu probabilitas terjadinya kesalahan turut membesar. Pelajaran dari situasi ini jelas, bahwa keselamatan pasien tidak dapat dilepaskan dari bagaimana sebuah organisasi kesehatan mengelola sumber daya manusianya, mengatur jadwal kerja, dan membangun lingkungan kerja yang sehat.<\/p>\n<p><strong>Teknologi Digital, Menjanjikan tapi bukan Penyelesaian Tunggal<\/strong><\/p>\n<p>Di sinilah teknologi kesehatan digital menawarkan harapan baru, <em>Electronic Health Record<\/em> (EHR), <em>Computerized Physician Order Entry<\/em> (CPOE), dan <em>Clinical Decision Support System<\/em> (CDSS) terbukti meampu menekan kesalahan yang bersumber dari faktor administratif dan gangguan komunikasi klinis antar tenaga kesehatan. Bukti empiris juga datang dari layanan onkologi, menurut penelitian dari Salman dkk (2025), yang bertajuk dari <em>Enhancing Medication Safety: Reducing Administration Errors in Oncology Setting <\/em>menunjukkan bahwa kombinasi antara pemanfaat teknologi informasi, restrukturisasi alur kerja, dan edukasi berkelanjutan mampu menurunkan angka kesalahan pemberian obat secara substansial.<\/p>\n<p>Namun, satu hal perlu digarisbawahi. Teknologi tidak bisa berdiri sendiri sebaga solusi tunggal, secanggih apapun sistemnya, adopsinya harus disertai pelatihan yang memadai bagi penggunanya serta desain sistem yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan pengguna di lapangan. Tanpa itu, teknologi hanyalah alat yang mubazir, bahkan berpotensi menambah beban kerja yang baru.<\/p>\n<p><strong>Budaya Keselamatan sering Dilupakan<\/strong><\/p>\n<p>Selain sumber daya manusia dan teknologi, ada satu pilar lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu budaya keselamatan organisasi. Komunikasi antarprofesi yang efektif, penggunaan protok yang terstandarisasi, sistem pelaporan insiden yang tidak menghukum, dan pendekatan analisis akar masalah merupakan pilar-pilar yang bersama-sama membentuk ekosistem pelayanan yang aman. Penerapan protokol keselamatan yang ketat, khususnya pada tindakan-tindakan yang berisiko tinggi, terbukti secara signifikan mampu menekan angka komplikasi sekaligus meningkatan luaran klinis pasien. Budaya semacam ini tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi perlu dibangun secara sadar oleh manajemen dan dijaga konsistensinya oleh seluruh elemen organisasi.<\/p>\n<p><strong>Pelayanan Kesehatan yang Aman Berpusat pada Kesehatan Pasien<\/strong><\/p>\n<p>Pada akhirnya, keselamatan pasien bukanlah tanggung jawab satu profesi atau satu divisi saja, melainkan tanggung jawab yang menuntut integrasi antara manajemen sumber daya manusianya, pemanfaatan teknologi, dan komitmen organisasi terhadap budaya keselamatan yang berkelanjutan. Hanya melalui pendekatan semacam inilah, pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas berpusat pada pasien yang dapat diwujudkan secara konsisten.<\/p>\n<p><strong>Penulis: <\/strong>Vivekananda Nareswara Wiradisuria, Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Airlangga<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p>Baradaran, K., Gracia, C., &amp; Alimohammadi, E. (2025). Exploring strategies to enhance patient safety in spine surgery: a review. Patient Safety in Surgery, 19(1), 3. https:\/\/doi.org\/10.1186\/s13037-025-00426-2<\/p>\n<p>Bastani, P., Barfar, E., Yusefi, A. R., Movahed, E., Dastyar, N., &amp; Edirippulige, S. (2024). Medication Errors and Its Relationship with Patient Safety Culture: Evidence from Nurses&#8217; Viewpoint During COVID-19 Pandemic. Tanaffos, 23(2), 198\u2013208.<\/p>\n<p>Mondal, R., &amp; Sameer, M. (2024). Connected Healthcare System Technology Interventions to Improve Patient Safety by Reducing Medical Errors: A Systematic Review. Global Journal on Quality and Safety in Healthcare, 8(1), 43\u201349. https:\/\/doi.org\/10.36401\/JQSH-24-23<\/p>\n<p>Naseralallah, L., Stewart, D., Price, M., &amp; Paudyal, V. (2023). Prevalence, contributing factors, and interventions to reduce medication errors in outpatient and ambulatory settings: a systematic review. International Journal of Clinical Pharmacy, 45(6), 1359\u20131377. https:\/\/doi.org\/10.1007\/s11096-023-01626-5<\/p>\n<p>Salman, B. M., Ayaad, O., Ibrahim, R., AlHatrushi, M. S., Majed, M., Al Zadjali, R., AlTobi, Z. A., Atabani, A., AlHasani, G. M., AlMusheifri, M. N., El Kholy, M. I., Al Sheedi, S., AlHasni, N. S., Al-Hashar, A. K., Al-Awaisi, H. S., &amp; Al-Baimani, K. (2025). Enhancing Medication Safety: Reducing Administration Errors in Oncology Setting. Asian Pacific Journal of Cancer Prevention: APJCP, 26(1), 269\u2013277. https:\/\/doi.org\/10.31557\/APJCP.2025.26.1.269<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Kesalamatan pasien adalah janji paling mendasar dari sebuah layanan kesehatan, tetapi janji itu masih sering diingkari oleh persoalan yang sebenernya bisa dicegah, yaitu Medication Error. Kesalahan yang terjadi, mulai dari penulisan resep obat, penyiapan, hingga pemberian obat kepada pasien masih sering ditemukan di berbagai layanan kesehatan, baik rawat inap maupun rawat jalan. Dampaknya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26955,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-26954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26954"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26954\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}