{"id":2673,"date":"2023-07-11T18:33:33","date_gmt":"2023-07-11T10:33:33","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=2673"},"modified":"2023-07-11T18:34:18","modified_gmt":"2023-07-11T10:34:18","slug":"pendampingan-pembuatan-barcode-qris-umkm-desa-kemasantani-mojokerto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pendampingan-pembuatan-barcode-qris-umkm-desa-kemasantani-mojokerto\/2673\/","title":{"rendered":"Pendampingan Pembuatan Barcode QRIS UMKM Desa Kemasantani Mojokerto"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Dalam rangka pengabdian masyarakat, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya telah mengadakan pendampingan pembuatan QRIS untuk beberapa pelaku UMKM di Desa Kemasantani, Mojokerto. Tindakan ini bertujuan untuk membantu UMKM dalam meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas pembayaran melalui penggunaan teknologi QRIS.<\/p>\n<p>Salah satu pelaku UMKM yang mendapat pendampingan adalah Kerupuk Samiler Aldi Jaya. Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya bekerja sama dengan pemilik usaha, membantu dalam proses pendaftaran sebagai pedagang dan memastikan dokumen yang diperlukan tersedia. Setelah pendaftaran berhasil, mahasiswa membantu pemilik usaha dalam pembuatan barcode QRIS menggunakan informasi seperti nomor rekening bank dan ID pedagang. Pada tahap selanjutnya, barcode QRIS tersebut dipasang di tempat yang mudah dilihat oleh pelanggan, mempermudah transaksi pembayaran menggunakan dompet digital.<\/p>\n<p>Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan kepada Es Oyen Naira, pelaku UMKM yang menjual minuman es segar. Proses pendampingan serupa dilakukan, mulai dari pendaftaran sebagai pedagang hingga pembuatan barcode QRIS. Mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada pemilik usaha mengenai manfaat dan cara penggunaan QRIS dalam meningkatkan kenyamanan pelanggan.<\/p>\n<p>Toko Klontong Damar juga termasuk dalam UMKM yang mendapat pendampingan dari mahasiswa KKN. Mereka bekerja sama dengan pemilik toko dalam proses pendaftaran dan pembuatan barcode QRIS. Dengan QRIS, pelanggan dapat melakukan pembayaran secara langsung dan efisien, tanpa perlu repot membawa uang tunai.<\/p>\n<p>Dalam pendampingan ini, mahasiswa KKN UNTAG Surabaya dibimbing oleh DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Pravinska Aldino, S.I.Kom,. M.I.Kom. DPL memberikan arahan, bimbingan, dan supervisi agar pendampingan berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.<\/p>\n<p>Pendampingan pembuatan QRIS oleh mahasiswa KKN UNTAG Surabaya untuk pelaku UMKM di Desa Kemasantani, Mojokerto, merupakan langkah konkrit dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan adanya QRIS, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha mereka. Mahasiswa KKN turut berperan dalam memperkenalkan teknologi QRIS kepada pelaku UMKM, sehingga mereka dapat mengoptimalkan manfaatnya. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, DPL, dan pelaku UMKM, diharapkan UMKM di Desa Kemasantani dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Dalam rangka pengabdian masyarakat, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya telah mengadakan pendampingan pembuatan QRIS untuk beberapa pelaku UMKM di Desa Kemasantani, Mojokerto. Tindakan ini bertujuan untuk membantu UMKM dalam meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas pembayaran melalui penggunaan teknologi QRIS. Salah satu pelaku UMKM yang mendapat pendampingan adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2674,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-2673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2673"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2673\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}