{"id":26602,"date":"2026-06-27T21:15:56","date_gmt":"2026-06-27T13:15:56","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=26602"},"modified":"2026-06-27T21:15:56","modified_gmt":"2026-06-27T13:15:56","slug":"hortensia-hydrangea-sp-studi-morfologi-struktur-bunga-dan-keunikan-perubahan-warna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/hortensia-hydrangea-sp-studi-morfologi-struktur-bunga-dan-keunikan-perubahan-warna\/26602\/","title":{"rendered":"Hortensia (Hydrangea sp.): Studi Morfologi, Struktur Bunga, dan Keunikan Perubahan Warna"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Hortensia.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" class=\"aligncenter size-full wp-image-26603\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Hortensia.jpg 1200w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Hortensia-300x200.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Hortensia-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Hortensia-768x512.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Hortensia-750x500.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Hortensia-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: Kaamilah Syaafiyah Putri<br \/>\nMahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Hortensia <em>(Hydrangea sp.)<\/em> adalah salah satu tanaman hias yang cukup populer dan umum ditemukan di wilayah yang memiliki iklim tropis maupun subtropis. Tanaman ini dikenal karena memiliki bunga yang besar dan berbentuk bulat, serta beragam warna yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, khususnya tingkat keasaman tanah. Dalam bidang botani, hortensia merupakan salah satu jenis tanaman berbunga yang memiliki bentuk struktur morfologi yang rumit dan cukup menarik untuk dikaji lebih lanjut. Keberadaannya sebagai tanaman hias menjadikannya banyak dibudidayakan di berbagai daerah karena nilai estetika yang tinggi.<\/p>\n<p>Hortensia memiliki akar berbentuk serabut yang menyebar secara luas namun relatif dangkal di dalam tanah. Akar tersebut digunakan untuk menyerap air serta unsur hara secara efektif. Karena sifat pertumbuhannya yang tidak terlalu dalam, tanaman ini memerlukan tanah yang ringan, kaya akan bahan organik, serta memiliki kadar air yang tinggi tetapi tidak tergenang (Heywood et al., 2007). Sistem perakaran ini juga membuat tanaman cukup sensitif terhadap kekeringan sehingga membutuhkan penyiraman yang teratur.<\/p>\n<p>Batang hortensia merupakan batang yang tergolong dalam kategori batang berkayu, yaitu batang yang memiliki struktur seperti kayu. Batangnya tumbuh tegak, memiliki banyak cabang, dan memiliki tekstur yang cukup kuat untuk mendukung bunga majemuk yang besar. Batang umumnya memiliki warna kecokelatan yang agak hijau saat masih muda, lalu berubah menjadi cokelat tua seiring dengan pertumbuhan yang terjadi. Pertumbuhan percabangan bersifat simpodial dan cenderung mengarah ke arah yang lebih lebar. Struktur batang ini memungkinkan tanaman tumbuh stabil meskipun memiliki bunga yang besar dan berat.<\/p>\n<p>Daun hortensia adalah daun yang tumbuh sendiri dengan susunan berhadapan satu sama lain. Daun memiliki bentuk oval hingga elips dengan ujung yang tajam. Tepi daun memiliki bentuk bergigi <em>(serratus),<\/em> tulang daun berbentuk menyirip, dan permukaan daun terasa sedikit kasar. Daun berwarna hijau tua dengan tekstur agak tebal yang berperan dalam mengurangi penguapan air secara berlebihan. Struktur ini membantu tanaman bertahan pada kondisi lingkungan yang lembap maupun kering.<\/p>\n<p>Bunga hortensia adalah jenis bunga yang memiliki struktur majemuk, berbentuk <em>corymb<\/em> atau menyerupai bola <em>(mophead).<\/em> Struktur bunga ini terdiri dari beragam bunga kecil yang bergabung membentuk satu infloresensi yang cukup besar. Secara morfologi, dalam satu kelompok terdapat dua jenis bunga yang berbeda yaitu bunga steril dan bunga fertil. Bunga steril terletak di bagian tepi, ukurannya lebih besar, dan berfungsi untuk menarik serangga penyerbuk, sedangkan bunga fertil terletak di bagian tengah dan berperan dalam reproduksi generatif. Warna bunga hortensia sangat tergantung pada tingkat keasaman tanah dan ketersediaan ion aluminium.<\/p>\n<p>pH asam menyebabkan warna biru atau ungu yang cenderung biru. pH netral menghasilkan warna ungu muda. pH basa menyebabkan warna merah muda hingga merah. Fenomena perubahan warna tersebut merupakan ciri khas hortensia yang dipelajari dalam fisiologi tumbuhan (Taiz et al., 2015). Perubahan warna ini menjadi daya tarik utama dalam budidaya tanaman hias.<\/p>\n<p>Hortensia memiliki bentuk tubuh yang memungkinkannya beradaptasi dengan baik sebagai tanaman hias. Akar serabut memungkinkan penyerapan air secara optimal di lingkungan yang lembap. Batang berkayu memberikan kekuatan untuk mendukung bunga yang besar, sementara daun berfungsi dalam proses fotosintesis yang efisien. Keunikan utama hortensia terdapat pada bentuk bunga yang kompleks dan kemampuannya mengubah warna bunga tergantung pada kondisi kimia tanah. Hal ini membuat hortensia tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga penting dalam studi fisiologi tumbuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Kaamilah Syaafiyah Putri Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga JurnalPost.com &#8211; Hortensia (Hydrangea sp.) adalah salah satu tanaman hias yang cukup populer dan umum ditemukan di wilayah yang memiliki iklim tropis maupun subtropis. Tanaman ini dikenal karena memiliki bunga yang besar dan berbentuk bulat, serta beragam warna yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, khususnya tingkat keasaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26603,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-26602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26602"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26602\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}