{"id":26541,"date":"2026-06-26T10:20:37","date_gmt":"2026-06-26T02:20:37","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=26541"},"modified":"2026-06-26T10:20:37","modified_gmt":"2026-06-26T02:20:37","slug":"masihkah-gaji-menjadi-penjamin-kesejahteraan-pekerja-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/masihkah-gaji-menjadi-penjamin-kesejahteraan-pekerja-indonesia\/26541\/","title":{"rendered":"Masihkah Gaji Menjadi Penjamin Kesejahteraan Pekerja Indonesia?"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_26542\" aria-describedby=\"caption-attachment-26542\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/gaji.webp\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"562\" class=\"size-full wp-image-26542\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/gaji.webp 1000w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/gaji-300x169.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/gaji-768x432.webp 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/gaji-750x422.webp 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26542\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi by JurnalPost AI Chat GPT<\/figcaption><\/figure>\n<p>Oleh:<br \/>\nMahasiswi Program Studi Manajemen Program Sarjana, Universitas Pamulang<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Bekerja dan menerima gaji setiap bulan seharusnya menjadi jaminan untuk hidup yang lebih sejahtera. Namun, kondisi tersebut mulai dipertanyakan. Di tengah biaya hidup yang semakin tinggi dan kondisi ekonomi yang tidak menentu, banyak pekerja merasa sulit memperoleh kesejahteraan meskipun mereka mempunyai pekerjaan.<\/p>\n<p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rata-rata upah pekerja Indonesia pada Februari 2026 mencapai Rp3,29 juta per bulan. Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 23.470 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Mei 2026. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa besarnya gaji dan memiliki pekerjaan belum tentu cukup memberikan rasa aman bagi para pekerja dan keluarganya.<\/p>\n<p><strong>Ketika Gaji Saja Tidak Lagi Cukup<\/strong><\/p>\n<p>Bagi sebagian pekerja, gaji masih menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kenaikan harga bahan pokok, transportasi, biaya pendidikan, hingga layanan kesehatan membuat daya beli masyarakat semakin terbatas. Akibatnya, kenaikan gaji yang diterima pekerja belum tentu sebanding dengan meningkatnya kebutuhan hidup.<\/p>\n<p>Kondisi ini semakin terlihat ketika banyak pekerja kehilangan pekerjaannya dan mengalami kesulitan ekonomi karena tidak memiliki sumber pendapatan lain maupun perlindungan yang memadai. Dengan kondisi seperti ini, kesejahteraan pekerja tidak hanya ditentukan oleh besarnya gaji yang diterima setiap bulan. Di tengah kondisi yang tidak stabil, pekerja membutuhkan rasa aman yang lebih dari sekadar penghasilan rutin.<\/p>\n<p><strong>Kompensasi Bukan Sekadar Upah Bulanan<\/strong><\/p>\n<p>Selama ini, kompensasi kerap diartikan sebatas gaji yang diterima setiap akhir bulan. Padahal, kompensasi memiliki arti yang luas, seperti bonus, tunjangan, jaminan kesehatan, jaminan hari tua, hingga program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Berbagai bentuk kompensasi tersebut menjadi penopang penting dalam menjaga kesejahteraan pekerja ketika menghadapi risiko ekonomi yang tidak terduga.<\/p>\n<p>Sayangnya, perlindungan tersebut belum dirasakan secara merata oleh pekerja. Masih banyak pekerja yang hanya mengandalkan gaji tanpa memiliki jaminan tambahan yang layak. Imbasnya, ketika kondisi ekonomi memburuk atau terjadi PHK, kemampuan mereka untuk mempertahankan kualitas hidup menjadi semakin terbatas. Dari situ terlihat bahwa, kesejahteraan tidak hanya ditentukan oleh nominal gaji, tetapi juga dipengaruhi oleh sistem kompensasi yang mampu memberikan perlindungan secara menyeluruh.<\/p>\n<p><strong>Saatnya Melihat Kesejahteraan Pekerja Secara Lebih Luas<\/strong><\/p>\n<p>Beberapa perusahaan masih memandang kompensasi sebagai biaya yang harus ditekan demi menjaga efisiensi. Padahal, sistem kompensasi yang sehat dapat meningkatkan produktivitas, motivasi, dan loyalitas pekerja. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki peran penting dalam memastikan bahwa kebijakan pengupahan dan perlindungan tenaga kerja mampu mengikuti perkembangan ekonomi serta kebutuhan hidup masyarakat yang terus berubah.<\/p>\n<p>Kesejahteraan pekerja tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya gaji yang diterima setiap bulannya. Gaji memang penting, tetapi rasa aman dan kualitas hidup pekerja juga ditentukan oleh adanya sistem kompensasi yang mampu mengikuti perkembangan ekonomi serta kebutuhan hidup masyarakat yang terus berubah. Pertanyaan <em>\u201cMasihkah gaji menjadi penjamin kesejahteraan pekerja Indonesia?\u201d<\/em> menjadi pengingat bahwa kesejahteraan pekerja tidak cukup hanya dilihat dari besarnya upah, tetapi juga dari seberapa baik sistem kompensasi mampu melindungi mereka di tengah ketidakpastian ekonomi.<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p>Badan Pusat Statistik. (2026). <em>Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026<\/em>. Jakarta: BPS. Diakses dari: <a href=\"https:\/\/www.bps.go.id\">https:\/\/www.bps.go.id<\/a><\/p>\n<p>Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2026). <em>Data Pemutusan Hubungan Kerja Januari\u2013Mei 2026<\/em>. Diakses dari: <a href=\"https:\/\/satudata.kemnaker.go.id\">https:\/\/satudata.kemnaker.go.id<\/a> dan diberitakan oleh Monitor Indonesia: <a href=\"https:\/\/monitorindonesia.com\/ekonomi\/read\/2026\/06\/626985\/kemnaker-catat-23470-pekerja-kena-phk-sepanjang-januari-mei-2026?utm_source=chatgpt.com\">Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Kena PHK Sepanjang Januari-Mei 2026<\/a><\/p>\n<p>BPJS Ketenagakerjaan. (2026). <em>Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)<\/em>. Diakses dari: <a href=\"https:\/\/www.bpjsketenagakerjaan.go.id\/jaminan-kehilangan-pekerjaan.html?utm_source=chatgpt.com\">BPJS Ketenagakerjaan \u2013 Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Mahasiswi Program Studi Manajemen Program Sarjana, Universitas Pamulang JurnalPost.com &#8211; Bekerja dan menerima gaji setiap bulan seharusnya menjadi jaminan untuk hidup yang lebih sejahtera. Namun, kondisi tersebut mulai dipertanyakan. Di tengah biaya hidup yang semakin tinggi dan kondisi ekonomi yang tidak menentu, banyak pekerja merasa sulit memperoleh kesejahteraan meskipun mereka mempunyai pekerjaan. Data Badan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26542,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-26541","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26541","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26541"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26541\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26541"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26541"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26541"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}