{"id":26518,"date":"2026-06-25T18:17:15","date_gmt":"2026-06-25T10:17:15","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=26518"},"modified":"2026-06-25T20:14:22","modified_gmt":"2026-06-25T12:14:22","slug":"peranan-ideologi-pancasila-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/peranan-ideologi-pancasila-dalam-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara\/26518\/","title":{"rendered":"Peranan Ideologi Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa Dan \u00a0Bernegara"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-26519\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Florentina-Sindhi-Kius.png\" alt=\"Florentina Sindhi Kius\" width=\"207\" height=\"261\" \/><\/p>\n<p>Nama\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Florentina Sindhi Kius<br \/>\nNim\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :221011500106<br \/>\nProgram Studi: PPKN<br \/>\nFakultas\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pamulang<br \/>\nDosen Pengampu:Dr. Herdi Wisman Jaya S.Pd.,M.H<br \/>\nMata Kuliah\u00a0\u00a0\u00a0 : Ideologi Negara Pancasila<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia yang memiliki peran sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila mengajarkan tentang keimanan kepada Tuhan, penghormatan terhadap martabat manusia, persatuan bangsa, demokrasi, dan keadilan sosial. Menurut saya, keberadaan Pancasila sangat penting karena Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa. Dengan adanya Pancasila, masyarakat Indonesia memiliki landasan yang sama untuk hidup rukun, saling menghormati, dan menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan yang ada.<\/p>\n<p>Menurut pandangan Soekarno, Pancasila digali dari nilai-nilai luhur yang hidup dalam masyarakat Indonesia dan menjadi kepribadian bangsa. Oleh karena itu, Pancasila mampu menjadi pemersatu bangsa sekaligus identitas nasional Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan melalui sikap toleransi, gotong royong, musyawarah, serta menghargai hak dan kewajiban sesama warga negara. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini, pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting karena masyarakat menghadapi berbagai tantangan, seperti penyebaran informasi yang tidak benar, konflik sosial, serta pengaruh budaya asing yang dapat mengurangi rasa nasionalisme. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, masyarakat dapat lebih bijaksana dalam menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Selain berperan sebagai pedoman hidup masyarakat, Pancasila juga menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembentukan hukum di Indonesia. Menurut Notonagoro, Pancasila merupakan dasar filsafat negara yang menjadi sumber dari segala sumber hukum. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh kebijakan dan peraturan yang dibuat harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Saya berpendapat bahwa pengamalan Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh warga negara, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa sekarang maupun masa yang akan datang.<\/p>\n<p><strong>Referensi <\/strong><br \/>\nKaelan, Pendidikan Pancasila. 2019. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.<br \/>\nNotonagoro. 1980. Pancasila Secara Ilmiah Populer. Jakarta: Bina Aksara.<br \/>\nSoekarno. 1964. Di Bawah Bendera Revolusi. Jakarta: Panitia Penerbit Di Bawah Bendera Revolusi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Florentina Sindhi Kius Nim\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :221011500106 Program Studi: PPKN Fakultas\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pamulang Dosen Pengampu:Dr. Herdi Wisman Jaya S.Pd.,M.H Mata Kuliah\u00a0\u00a0\u00a0 : Ideologi Negara Pancasila JurnalPost.com &#8211; Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia yang memiliki peran sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi pedoman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26519,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-26518","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26518","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26518"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26518\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}