{"id":26429,"date":"2026-06-23T20:30:30","date_gmt":"2026-06-23T12:30:30","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=26429"},"modified":"2026-06-23T20:30:30","modified_gmt":"2026-06-23T12:30:30","slug":"kunci-perusahaan-mempertahankan-generasi-muda-di-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kunci-perusahaan-mempertahankan-generasi-muda-di-era-digital\/26429\/","title":{"rendered":"KUNCI PERUSAHAAN MEMPERTAHANKAN GENERASI MUDA DI ERA DIGITAL"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar1-32.jpg\" alt=\"\" width=\"415\" height=\"233\" class=\"aligncenter size-full wp-image-26430\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar1-32.jpg 415w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar1-32-300x168.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 415px) 100vw, 415px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Perubahan dunia kerja saat ini berjalan sangat cepat. Perkembangan teknologi membuat perusahaan harus mampu beradaptasi agar tetap bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Dalam kondisi tersebut, perusahaan tidak hanya membutuhkan karyawan yang pintar, tetapi juga individu yang memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus berkembang. Oleh karena itu, talent management menjadi salah satu strategi penting yang banyak diterapkan oleh perusahaan modern.<\/p>\n<p>Menurut Peter Cappelli, talent management adalah proses untuk mengantisipasi kebutuhan sumber daya manusia dan menyiapkan strategi agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan baik.   Sementara itu, menurut Collings dan Mellahi, talent management merupakan proses identifikasi dan pengembangan individu yang memiliki potensi tinggi agar mampu memberikan keunggulan bagi perusahaan.  <\/p>\n<p>Generasi muda saat ini, terutama generasi milenial dan Gen Z, memiliki pola pikir yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Banyak anak muda tidak hanya bekerja demi mendapatkan gaji, tetapi juga mencari lingkungan kerja yang nyaman, kesempatan berkembang, dan jenjang karier yang jelas. Hal inilah yang membuat perusahaan perlu memahami pentingnya pengelolaan talenta agar mampu mempertahankan karyawan terbaiknya.<\/p>\n<p>Fenomena resign di usia muda kini semakin sering terjadi. Banyak karyawan merasa pekerjaannya monoton, kurang diapresiasi, atau tidak memiliki peluang berkembang. Jika kondisi ini terus terjadi, perusahaan akan mengalami kerugian karena harus melakukan proses rekrutmen berulang kali. Selain membutuhkan biaya besar, pergantian karyawan juga dapat mengganggu produktivitas perusahaan.<\/p>\n<p>Talent management hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Melalui program pelatihan, mentoring, pengembangan soft skill, dan evaluasi kerja yang baik, perusahaan dapat membantu karyawan meningkatkan kemampuan mereka. Dengan adanya dukungan tersebut, karyawan akan merasa lebih dihargai dan memiliki motivasi untuk memberikan kinerja terbaik.<\/p>\n<p>Menurut McKinsey &#038; Company, perusahaan yang mampu mengelola talenta dengan baik akan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan lain. Bahkan istilah \u201cWar for Talent\u201d mulai populer sejak penelitian McKinsey pada tahun 1997 yang membahas pentingnya persaingan dalam mendapatkan dan mempertahankan sumber daya manusia berkualitas.  <\/p>\n<p>Selain kemampuan teknis, perusahaan modern juga mulai memperhatikan soft skill seperti komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan tersebut dinilai penting karena dunia kerja saat ini membutuhkan individu yang mampu bekerja secara fleksibel dan cepat beradaptasi terhadap perubahan teknologi.<\/p>\n<p>Di sisi lain, generasi muda juga perlu mempersiapkan diri agar mampu menjadi talenta yang berkualitas. Memiliki kemampuan akademik saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kemampuan komunikasi dan kemauan untuk terus belajar. Dunia kerja akan terus berkembang sehingga setiap individu harus mampu meningkatkan kualitas dirinya agar tidak tertinggal.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, talent management bukan hanya sekadar strategi perusahaan, tetapi sudah menjadi kebutuhan di era digital. Perusahaan membutuhkan karyawan yang berkualitas, sementara karyawan juga membutuhkan tempat kerja yang mampu mendukung perkembangan dirinya. Jika keduanya dapat berjalan seimbang, maka lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan inovatif akan lebih mudah tercipta.<\/p>\n<p>Disusun oleh :<br \/>\nDevi Novitasari (221010550906)<br \/>\nNatasya Handoko (221010550673)<br \/>\nReni Agustina (221010551372)<br \/>\nMata kuliah : Talent Management<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Perubahan dunia kerja saat ini berjalan sangat cepat. Perkembangan teknologi membuat perusahaan harus mampu beradaptasi agar tetap bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Dalam kondisi tersebut, perusahaan tidak hanya membutuhkan karyawan yang pintar, tetapi juga individu yang memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus berkembang. Oleh karena itu, talent management [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26430,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-26429","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26429","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26429"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26429\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}