{"id":26025,"date":"2026-06-13T15:13:00","date_gmt":"2026-06-13T07:13:00","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=26025"},"modified":"2026-06-13T15:13:00","modified_gmt":"2026-06-13T07:13:00","slug":"rupiah-tembus-17-ribu-ekonomi-kita-sedang-tidak-baik-baik-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/rupiah-tembus-17-ribu-ekonomi-kita-sedang-tidak-baik-baik-saja\/26025\/","title":{"rendered":"Rupiah Tembus 17 Ribu: Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-13-at-3.01.28-PM.jpeg\" alt=\"\" width=\"474\" height=\"246\" class=\"aligncenter size-full wp-image-26026\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-13-at-3.01.28-PM.jpeg 474w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-13-at-3.01.28-PM-300x156.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 474px) 100vw, 474px\" \/><\/p>\n<p>Penulis:<br \/>\n<strong>Mush\u2019ab Wafy Faturrahman, Nadia Aprilia Hadaitana<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Jujur saja, melihat angka Rp17.000 per dolar AS yang tembus di bulan Mei 2026 ini rasanya seperti melihat laporan keuangan yang tidak seimbang di akhir semester. Angka ini bukan cuma soal statistik di layar bursa, tapi sudah jadi alarm keras buat kita semua. Sebagai mahasiswa yang setiap hari bergelut dengan logika angka, aku merasa fenomena ini adalah ujian nyata buat ketangguhan ekonomi Indonesia di tengah badai global yang tidak menentu.<\/p>\n<p>Kalau kita bedah pelan-pelan, pelemahan rupiah ini sebenarnya dipicu oleh kombinasi faktor yang cukup rumit. Ketidakpastian politik di luar negeri bikin para investor luar mulai panik dan berebut mengamankan uang mereka dalam bentuk dolar AS. Hal ini secara otomatis bikin nilai tukar rupiah kita jadi tertekan sangat hebat di pasar valuta asing.<\/p>\n<p>Ditambah lagi, harga energi dunia yang masih tinggi memaksa negara kita mengeluarkan uang lebih banyak buat impor minyak. Sebagai mahasiswa yang belajar akuntansi, aku melihat ini seperti beban operasional yang membengkak tapi pendapatan kita tidak bisa mengejar. Akhirnya, cadangan devisa kita yang jadi taruhannya hanya untuk menstabilkan kondisi ini.<\/p>\n<p>Dampaknya ke depan pasti bakal sangat terasa ke kita semua dalam kehidupan sehari-hari. Sektor industri yang bahan bakunya masih harus beli dari luar negeri pasti pusing tujuh keliling karena biaya produksinya melonjak drastis. Jika biaya produksi ini terus meroket, maka perusahaan terpaksa melakukan penyesuaian harga jual.<\/p>\n<p>Kalau biaya produksi naik, ujung-ujungnya harga barang di pasar juga bakal ikut merangkak naik secara perlahan. Ini yang bahaya, karena bisa memicu inflasi tinggi yang berujung pada merosotnya daya beli masyarakat kita secara umum. Kita yang biasanya mungkin masih bisa sedikit &#8220;nongkrong&#8221; atau belanja barang tertentu, sekarang dipaksa buat mikir dua kali.<\/p>\n<p>Fenomena &#8220;Ekonomi Nongkrong&#8221; yang sering kita jalani mungkin harus mulai direm dulu karena harga-harga mulai tidak masuk akal. Sebagai mahasiswa, aku merasa kita dituntut untuk lebih cerdas dalam mengelola skala prioritas keuangan pribadi. Jangan sampai kita terjebak dalam gaya hidup yang tidak sesuai dengan realita ekonomi saat ini.<\/p>\n<p>Tapi di balik semua keruwetan ini, aku merasa momen ini sebenarnya bisa jadi kesempatan emas buat kita lebih menghargai produk lokal. Kalau barang impor makin mahal, harusnya ini jadi panggung buat UMKM dan produk dalam negeri buat naik kelas. Kualitas produk lokal kita sebenarnya tidak kalah bersaing jika diberikan kesempatan yang luas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Mush\u2019ab Wafy Faturrahman, Nadia Aprilia Hadaitana JurnalPost.com &#8211; Jujur saja, melihat angka Rp17.000 per dolar AS yang tembus di bulan Mei 2026 ini rasanya seperti melihat laporan keuangan yang tidak seimbang di akhir semester. Angka ini bukan cuma soal statistik di layar bursa, tapi sudah jadi alarm keras buat kita semua. Sebagai mahasiswa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26026,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-26025","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26025"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26025\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}