{"id":25698,"date":"2026-05-30T14:04:25","date_gmt":"2026-05-30T06:04:25","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=25698"},"modified":"2026-05-30T14:04:25","modified_gmt":"2026-05-30T06:04:25","slug":"ketika-ai-mengambil-alih-risiko-kognitif-dalam-penggunaan-gai-oleh-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/ketika-ai-mengambil-alih-risiko-kognitif-dalam-penggunaan-gai-oleh-mahasiswa\/25698\/","title":{"rendered":"Ketika AI Mengambil Alih: Risiko Kognitif dalam Penggunaan GAI oleh Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-25699\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/AI-Mengambil-Alih.jpg\" alt=\"AI Mengambil Alih\" width=\"1600\" height=\"1066\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/AI-Mengambil-Alih.jpg 1600w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/AI-Mengambil-Alih-300x200.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/AI-Mengambil-Alih-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/AI-Mengambil-Alih-768x512.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/AI-Mengambil-Alih-1536x1023.jpg 1536w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/AI-Mengambil-Alih-750x500.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/AI-Mengambil-Alih-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p>Oleh:\u00a0 <strong>Listra Chatalia Silitonga, Tiara Nailah Mahmud, Elga Adhi Bunarwan, Sri Tiatri, Jap Tji Beng<\/strong><br \/>\nLaboratorium Kognisi Edukasi dan Inovasi Teknologi, Universitas Tarumanagara<\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Beberapa universitas, menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan tugas dengan waktu yang cepat (Li et al., 2026). Tuntutan tersebut mendorong mahasiswa mencari bantuan dengan menggunakan <em>Generative Artificial Intelligence <\/em>(GAI). Menurut Badan Pusat Statistik Kota Bekasi, penggunaan <em>Generative Artificial Intelligence (<\/em>GAI) dapat membantu dalam efisiensi waktu. Pernyataan tersebut didukung oleh <em>Global Student Survey <\/em>2025 yang menyatakan sebanyak 55% mahasiswa terbantu oleh GAI untuk belajar lebih cepat. Namun, efisiensi waktu yang ditawarkan oleh teknologi GAI tersebut, berpotensi meningkatkan penggunaan GAI yang berlebihan. Dengan demikian, terdapat kekhawatiran penggunaan GAI secara berlebihan dapat memengaruhi proses kognitif mahasiswa.<\/p>\n<p>Kekhawatiran akan penggunaan GAI secara berlebihan pada mahasiswa dapat muncul apabila terdapat kondisi ketergantungan atau GAI <em>dependency<\/em>. GAI <em>dependency <\/em>didefinisikan sebagai kondisi ketika individu menunjukkan potensi untuk terlalu bergantung terhadap respons GAI (Gerlich, 2025).\u00a0 Adanya GAI dependency dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif (Macnamara et al., 2024). Proses kognitif yang berpotensi terdampak termasuk <em>working memory<\/em>, <em>critical thinking<\/em>, dan\u00a0 pemikiran yang menimbulkan motivasi belajar.<\/p>\n<p>Proses kognitif melibatkan <em>working memory<\/em> yang berfungsi sebagai penyimpanan sementara bagi informasi yang sedang diproses (Sweller, 2023). Pada proses kognitif diperlukan pemahaman mendalam agar informasi dapat disimpan ke dalam <em>long-term memory. <\/em>Namun, terlalu seringnya mahasiswa mengandalkan GAI (GAI <em>Dependency<\/em>) untuk kecepatan mencari jawaban, merangkum informasi, atau menyusun tugas secara instan, dapat membuat <em>working memory<\/em> mahasiswa menjadi jarang dilatih. Penggunaan GAI berlebihan tanpa tujuan yang jelas, dapat\u00a0 berisiko menghambat pembentukan <em>long-term memory <\/em>karena mahasiswa kurang memahami informasi secara mendalam (Mahmud et al., 2026). Hambatan <em>long-term memory <\/em>dapat dikarenakan proses kognitif yang terganggu akibat GAI <em>Dependency<\/em>. Akibat lain adalah terpengaruhnya kemampuan lain yang lebih kompleks.<\/p>\n<p>Kondisi GAI <em>dependency<\/em> juga dapat mempengaruhi <em>critical thinking<\/em> mahasiswa. Pengaruh GAI <em>dependency<\/em> tersebut dapat dilihat dari menurunnya <em>active reasoning <\/em>serta rendahnya keterlibatan dalam <em>deep learning <\/em>(Tian\u00a0 &amp;\u00a0 Zhang,\u00a0 2025; Alkam et al., 2026). Hal ini dapat disebabkan karena mahasiswa yang memakai GAI secara pasif dan cenderung tidak melakukan verifikasi ulang terhadap respons GAI (Nasr et al., 2025). GAI juga dapat memberikan respons berbentuk halusinasi atau tidak sesuai fakta. Halusinasi GAI dapat menurunkan kemampuan <em>critical<\/em> <em>thinking<\/em> karena mahasiswa tidak dapat melakukan validasi informasi (Alazzawi &amp; Lam, 2026).<\/p>\n<p>Lepas dari kecenderungan ketergantungan, penggunaan GAI dapat meningkatkan <em>critical thinking<\/em> apabila terdapat beberapa faktor. Faktor yang berpengaruh dalam peningkatan <em>critical thinking<\/em> mahasiswa adalah literasi informasi dan efikasi diri mahasiswa, bidang dan tingkat keilmuan mahasiswa, dan adanya bimbingan pedagogis dalam penggunaan GAI (Silitonga et al., 2026). Faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan agar mahasiswa tetap terlibat aktif dalam proses belajar. Melalui faktor tersebut, penggunaan GAI berpotensi mendukung perkembangan <em>critical<\/em> <em>thinking<\/em> mahasiswa.<\/p>\n<p>Salah satu faktor lain yang berperan dalam mendukung proses <em>critical thinking<\/em> adalah motivasi belajar. Motivasi belajar berperan sebagai mediator dalam penggunaan GAI yang mendorong peningkatan kemampuan belajar mahasiswa (Bunarwan et al., 2026; Zhen, 2025). Motivasi mahasiswa sangat dipengaruhi oleh adanya proses pembelajaran yang mendukung keterlibatan aktif. Selain itu, teknologi GAI dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran agar dalam proses belajar mahasiswa tetap menggunakan proses <em>critical thinking<\/em> (Bunarwan et al., 2026). Mahasiswa yang selalu mengandalkan penggunaan GAI untuk menjawab tugas seringkali mengalami kesulitan ketika menjelaskan jawaban tanpa bantuan teknologi GAI.<\/p>\n<p>Untuk menghindari penggunaan GAI secara berlebihan, mahasiswa disarankan untuk membiasakan memeriksa dan mengelola kembali informasi yang didapatkan. Respon mahasiswa dalam teknologi GAI sangat berperan penting agar kemampuan <em>critical thinking<\/em> mahasiswa tetap terlatih, dan teknologi berfungsi sebagai alat bantu bukan pengganti proses belajar. Selain itu, mahasiswa perlu memahami bahwa tidak seluruh informasi dari GAI dapat digunakan secara langsung. Dengan menggunakan GAI secara bijak, mahasiswa dapat melatih kemampuan berpikir dan memanfaatkan teknologi sebagai pendukung.<\/p>\n<p>Referensi<br \/>\nAlazzawi, M., &amp; Lam, K. (2026). Uptake of large language models by London medical students: Exploratory qualitative interview study. <em>JMIR Formative Research<\/em>, 10, e82828. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.2196\/82828\">https:\/\/doi.org\/10.2196\/82828<\/a><\/p>\n<p>Alkam, R. S., Alsawalqa, R. O., &amp; Alreesi, R. (2026). The moderating role of academic integrity in the relationship between artificial intelligence and critical thinking among graduate students in Jordan. <em>Frontiers in Education<\/em>, 11. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3389\/feduc.2026.1776308\">https:\/\/doi.org\/10.3389\/feduc.2026.1776308<\/a><\/p>\n<p>Badan Pusat Statistik Kota Bekasi. (25 November 2025). Internalisasi dan Pemanfaatan Gen-AI Sensus Ekonomi KBLI 2025 di BPS Kota Bekasi. Diakses pada 23 Mei 2026, dari <a href=\"https:\/\/bekasikota.bps.go.id\/id\/news\/2025\/11\/25\/220\/internalisasi-dan-pemanfaatan-gen-ai-sensus-ekonomi-kbli-2025-di-bps-kota-bekasi.html\">https:\/\/bekasikota.bps.go.id\/id\/news\/2025\/11\/25\/220\/internalisasi-dan-pemanfaatan-gen-ai-sensus-ekonomi-kbli-2025-di-bps-kota-bekasi.html<\/a><\/p>\n<p>Bunarwan, E. A., Tiatri, S., Beng, J. T., Dinatha, V. O. D., Nurkholiza, R., Salsabila, T. M., Silitonga, L. C., Mahmud, T. N., &amp; Azzahra, C. S. (2026). Peran penggunaan Generative Artificial Intelligence (GAI) terhadap motivasi belajar Mahasiswa: Scoping Review. <em>PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi<\/em>, 6(2), 1125\u20131138. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.51878\/paedagogy.v6i2.10343\">https:\/\/doi.org\/10.51878\/paedagogy.v6i2.10343<\/a><\/p>\n<p>Gerlich, M. (2025). AI tools in society: Impacts on cognitive offloading and the future of critical thinking. <em>Societies<\/em>, 15(1), 6. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/soc15010006\">https:\/\/doi.org\/10.3390\/soc15010006<\/a><\/p>\n<p>Macnamara, B. N., Berber, I., \u00c7avu\u015fo\u011flu, M. C., Krupinski, E. A., Nallapareddy, N., Nelson, N. E., Smith, P. J., Wilson-Delfosse, A. L., &amp; Ray, S. (2024). Does using artificial intelligence assistance accelerate skill decay and hinder skill development without performers\u2019 awareness? <em>Cognitive Research: Principles and Implications<\/em>, 9(1). <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1186\/s41235-024-00572-8\">https:\/\/doi.org\/10.1186\/s41235-024-00572-8<\/a><\/p>\n<p>Mahmud, T. N., Tiatri, S., Beng, J. T., Dinatha, V. O. D., Nurkholiza, R., Salsabila, T. M., Bunarwan, E. A., Silitonga, L. C., &amp; Azzahra, C. S. (2026). Cognitive Offloading dalam Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GAI) dan Perannya terhadap Working Memory Mahasiswa: Scoping Review. <em>Jurnal Pendidikan MIPA<\/em>, 16(2), 488\u2013500. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.37630\/jpm.v16i2.4252\">https:\/\/doi.org\/10.37630\/jpm.v16i2.4252<\/a><\/p>\n<p>Nasr, N. R., Tu, C., Werner, J., Bauer, T., Yen, C., &amp; Sujo-Montes, L. (2025). Exploring the impact of generative AI ChatGPT on critical thinking in higher education: Passive AI-directed use or Human\u2013AI supported collaboration? <em>Education Sciences<\/em>, 15(9), 1198. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/educsci15091198\">https:\/\/doi.org\/10.3390\/educsci15091198<\/a><\/p>\n<p>Silitonga, L. C., Tiatri, S., Beng, J. T., Dinatha, V. O., Nurkholiza, R., Salsabila, T. M., Mahmud, T. N., Bunarwan, E. A., &amp; Azzahra, C. S. (2026). Implikasi Ketergantungan Generative Artificial Intelligence (GAI) pada Kemampuan Berpikir Kritis Siswa: Sebuah Tinjauan Sistematis. <em>Jurnal Pendidikan MIPA<\/em>, 16(3), 711-723. <a href=\"https:\/\/ejournal.tsb.ac.id\/index.php\/jpm\/article\/view\/4325\/1783\">https:\/\/ejournal.tsb.ac.id\/index.php\/jpm\/article\/view\/4325\/1783<\/a><\/p>\n<p>Sweller, J. (2023). The Development of Cognitive Load Theory: Replication Crises and Incorporation of Other Theories\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Can\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Lead\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 to\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Theory\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Expansion.<em> Educational\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Psychology\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Review<\/em>, 35(4),\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 95. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s10648-023-09817-2\">https:\/\/doi.org\/10.1007\/s10648-023-09817-2<\/a><\/p>\n<p>Tian, J., &amp; Zhang, R. (2025). Learners&#8217; AI dependence and critical thinking: The psychological mechanism of fatigue and the social buffering role of AI literacy. <em>Acta Psychologica<\/em>, 260, 105725. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.actpsy.2025.105725\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.actpsy.2025.105725<\/a><\/p>\n<p>Yonatan, A. Z. (2025, October 6). <em>95% Mahasiswa RI Gunakan AI dalam Proses Pembelajaran<\/em>. Good Stats. Diakses pada 23 Mei 2026 dari <a href=\"https:\/\/www.chegg.org\/global-student-survey-2025\">https:\/\/www.chegg.org\/global-student-survey-2025<\/a><\/p>\n<p>Zhen, X. (2025). Application of artificial intelligence in English learning: The interactive effects of teacher support, learning motivation, and autonomous learning ability. <em>Acta Psychologica<\/em>, <em>261<\/em>, 105960. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.actpsy.2025.105960%5C\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.actpsy.2025.105960\\<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0 Listra Chatalia Silitonga, Tiara Nailah Mahmud, Elga Adhi Bunarwan, Sri Tiatri, Jap Tji Beng Laboratorium Kognisi Edukasi dan Inovasi Teknologi, Universitas Tarumanagara JurnalPost.com &#8211; Beberapa universitas, menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan tugas dengan waktu yang cepat (Li et al., 2026). Tuntutan tersebut mendorong mahasiswa mencari bantuan dengan menggunakan Generative Artificial Intelligence (GAI). Menurut Badan Pusat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25699,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-25698","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25698","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25698"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25698\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25699"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25698"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25698"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25698"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}