{"id":25669,"date":"2026-05-29T00:00:35","date_gmt":"2026-05-28T16:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=25669"},"modified":"2026-05-29T00:00:35","modified_gmt":"2026-05-28T16:00:35","slug":"implementasi-strategi-tanya-jawab-sebagai-upaya-meningkatkan-kepercayaan-diri-siswa-sekolah-dasar-studi-kasus-pada-kelas-ii-b-sdn-159-palembang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/implementasi-strategi-tanya-jawab-sebagai-upaya-meningkatkan-kepercayaan-diri-siswa-sekolah-dasar-studi-kasus-pada-kelas-ii-b-sdn-159-palembang\/25669\/","title":{"rendered":"IMPLEMENTASI STRATEGI TANYA JAWAB SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS PADA KELAS II B SDN 159 PALEMBANG"},"content":{"rendered":"<p><strong><sup>1<\/sup><\/strong><strong>Alifa Putri Handayani, <sup>2<\/sup>Khoirunnisak Putri Meysyari, <sup>3<\/sup>Salsabillah Lutfiah Hasan, <sup>4<\/sup>Muhamad Afandi<\/strong><br \/>\n<sup>1<\/sup>Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang<br \/>\n<em>Email: alifapuputthdyn@gmail.com<\/em><\/p>\n<p><strong>Abstrak <\/strong><br \/>\nKepercayaan diri merupakan faktor penting dalam keberhasilan belajar siswa sekolah dasar. Namun, banyak siswa masih bersikap pasif dan takut salah saat berinteraksi di kelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas strategi tanya jawab dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas II B SDN 159 Palembang. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, dengan subjek 25 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa penerapan strategi tanya jawab meningkatkan keberanian siswa dalam menjawab, berpendapat, dan berpartisipasi aktif, dengan kepercayaan diri meningkat dari 46% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi tanya jawab efektif menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian berpikir siswa. Guru disarankan mengintegrasikan strategi ini untuk menciptakan suasana belajar yang partisipatif dan komunikatif.<\/p>\n<p><strong>Kata Kunci: <\/strong>Strategi tanya jawab, kepercayaan diri, siswa sekolah dasar, pembelajaran aktif, PTK<\/p>\n<p><strong>1.\u00a0\u00a0\u00a0 Pendahuluan<\/strong><br \/>\nArtikel ini termasuk dalam jenis artikel penelitian kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi strategi tanya jawab dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar serta pengaruhnya terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa.<\/p>\n<p>Pendidikan dasar merupakan tahap awal pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik. Pada masa ini, anak-anak belajar mengenali kemampuan diri, berinteraksi sosial, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Namun, dalam kenyataannya, masih banyak siswa sekolah dasar, terutama pada kelas rendah yang kurang berani mengemukakan pendapat atau menjawab pertanyaan di depan umum. Rendahnya kepercayaan diri ini menjadi salah satu hambatan dalam proses belajar aktif dan partisipatif.<\/p>\n<p>Metode tanya jawab dianggap sebagai strategi pembelajaran yang mampu mendorong keberanian dan partisipasi siswa. Melalui interaksi dua arah antara guru dan siswa, metode ini tidak hanya mengasah kemampuan berpikir kritis tetapi juga menumbuhkan keberanian untuk berbicara dan berpendapat di kelas (Djamarah, 2010). Selain itu, lingkungan belajar yang suportif dan komunikatif memungkinkan siswa merasa aman dalam mengekspresikan diri, yang menjadi dasar penting bagi tumbuhnya kepercayaan diri (Sardiman, 2011).<\/p>\n<p>Studi ini dilakukan di SDN 159 Palembang, khususnya di kelas II B, untuk menelusuri bagaimana guru menerapkan metode tanya jawab dan bagaimana hal itu berdampak terhadap perilaku percaya diri siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik sekolah dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih partisipatif dan humanis.<\/p>\n<p><strong>2.\u00a0\u00a0\u00a0 Metode Penelitian<\/strong><br \/>\nPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur. Subjek penelitian adalah guru dan 25 siswa kelas II B SDN 159 Palembang. Data dikumpulkan melalui:<\/p>\n<ol>\n<li>Observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran tematik yang menggunakan strategi tanya jawab.<\/li>\n<li>Wawancara guru untuk memperoleh informasi mengenai tujuan, teknik, dan kendala penerapan metode tersebut.<\/li>\n<li>Wawancara siswa untuk mengetahui persepsi dan respon mereka terhadap proses tanya jawab di kelas.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Fokus utama penelitian adalah pada indikator keberanian siswa berbicara, keterlibatan aktif, serta respon emosional selama kegiatan berlangsung. Data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan cara memaknai pola-pola perilaku dan ucapan subjek penelitian secara kontekstual.<\/p>\n<p><strong>3.\u00a0\u00a0\u00a0 Hasil<\/strong><br \/>\nBerdasarkan hasil observasi dan wawancara, guru kelas II B secara rutin menggunakan metode tanya jawab dalam pembelajaran tematik. Kegiatan diawali dengan pertanyaan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa untuk menarik perhatian mereka, seperti <em>\u201cSiapa yang tahu dari mana orang tua kita mendapatkan uang?\u201d<\/em>. Pertanyaan tersebut mampu mendorong siswa berpikir dan menjawab berdasarkan pengalaman pribadi.<\/p>\n<p>Guru memanfaatkan media gambar dari buku tema untuk memperkuat pemahaman dan menjaga minat belajar siswa. Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme tinggi, banyak yang berani menjawab, dan sebagian mampu mengemukakan contoh dari pengalaman di rumah.<\/p>\n<p><strong>Gambar 1. Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran<\/strong><\/p>\n<table width=\"274\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"38\">No<\/td>\n<td width=\"76\">Aspek yang Di amati<\/td>\n<td width=\"85\">Indikator<\/td>\n<td width=\"76\">Hasil Observasi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">1<\/td>\n<td width=\"76\">Kegiatan awal<\/td>\n<td width=\"85\">Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan sederhana<\/td>\n<td width=\"76\">Siswa antusias menjawab, suasana kelas aktif<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">2<\/td>\n<td width=\"76\">Penyampaian materi<\/td>\n<td width=\"85\">Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan sederhana<\/td>\n<td width=\"76\">Siswa fokus dan memahami isi pelajaran<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">3<\/td>\n<td width=\"76\">Partisipasi siswa<\/td>\n<td width=\"85\">Siswa aktif berdiskusi dan menjawab<\/td>\n<td width=\"76\">80% siswa berani berbicara di depan kelas<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\">4<\/td>\n<td width=\"76\">Sikap siswa<\/td>\n<td width=\"85\">Menunjukkan semangat dan percaya diri<\/td>\n<td width=\"76\">85% siswa berpartisipasi aktif<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"38\"><strong>5<\/strong><\/td>\n<td width=\"76\">Penutup\/refleks<\/td>\n<td width=\"85\">Guru menegaskan kesimpulan bersama siswa<\/td>\n<td width=\"76\">Siswa mampu menyimpulkan isi pelajaran dengan bena<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Dari hasil wawancara, guru menyatakan bahwa meskipun awalnya banyak siswa yang masih malu, pemberian pujian dan kesempatan berbicara secara bergiliran membuat siswa perlahan lebih percaya diri. Guru juga menambahkan bahwa <em>\u201ckeberanian anak-anak untuk menjawab lebih penting daripada benar atau salahnya jawaban.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Siswa pun menyampaikan bahwa mereka merasa senang dan bangga jika berhasil menjawab pertanyaan, terutama saat mendapat apresiasi dari guru. Sebagian siswa yang awalnya takut salah mulai berani karena suasana kelas terasa aman dan mendukung.<br \/>\n<strong>4.\u00a0\u00a0\u00a0 Pembahasan<\/strong><br \/>\nHasil penelitian menunjukkan bahwa strategi tanya jawab memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa. Pendekatan ini efektif karena melibatkan siswa secara langsung dalam komunikasi dua arah yang mendorong ekspresi diri. Temuan ini sejalan dengan penelitian Wulandari (2020) yang menyatakan bahwa metode tanya jawab meningkatkan partisipasi dan tanggung jawab belajar siswa, serta penelitian Ramadhan dan Sukmawati (2018) yang menemukan bahwa interaksi verbal dalam tanya jawab berperan besar dalam membangun keyakinan diri siswa sekolah dasar.<\/p>\n<p>Di sisi lain, keberhasilan penerapan metode ini juga sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola suasana kelas. Guru perlu menjaga keseimbangan antara memberi tantangan intelektual dan menciptakan rasa aman psikologis bagi siswa agar mereka tidak takut salah. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter percaya diri dan mandiri sejak dini.<br \/>\n<strong>5.\u00a0\u00a0\u00a0 Kesimpulan<\/strong><br \/>\nBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa implementasi strategi tanya jawab di kelas II B SDN 159 Palembang terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa sekolah dasar. Melalui interaksi langsung antara guru dan siswa, strategi ini menciptakan suasana belajar yang aktif, komunikatif, dan mendukung perkembangan sosial-emosional peserta didik.<\/p>\n<p>Siswa menjadi lebih berani berbicara, mengemukakan pendapat, serta mampu mengekspresikan ide tanpa rasa takut salah. Pujian dan dukungan dari guru turut memperkuat motivasi intrinsik siswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, strategi tanya jawab tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga berperan penting dalam menumbuhkan karakter percaya diri sejak usia dini.<\/p>\n<p>Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan metode tanya jawab sangat dipengaruhi oleh pendekatan guru yang humanis dan reflektif, serta konsistensi penerapan di dalam kelas. Guru yang mampu membangun suasana aman dan menyenangkan akan lebih berhasil menumbuhkan keberanian berbicara siswa dibanding pendekatan yang terlalu menekankan hasil akhir.<\/p>\n<p>Sebagai tindak lanjut, penelitian ini merekomendasikan agar guru sekolah dasar terus mengembangkan variasi penerapan metode tanya jawab, seperti integrasi dengan permainan edukatif, media visual, atau simulasi agar kegiatan pembelajaran semakin menarik dan inklusif bagi seluruh siswa.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa implementasi strategi tanya jawab di kelas II B SDN 159 Palembang terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa sekolah dasar. Melalui interaksi langsung antara guru dan siswa, strategi ini menciptakan suasana belajar yang aktif, komunikatif, dan mendukung perkembangan sosial-emosional peserta didik.<\/p>\n<p>Siswa menjadi lebih berani berbicara, mengemukakan pendapat, serta mampu mengekspresikan ide tanpa rasa takut salah. Pujian dan dukungan dari guru turut memperkuat motivasi intrinsik siswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, strategi tanya jawab tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga berperan penting dalam menumbuhkan karakter percaya diri sejak usia dini.<\/p>\n<p>Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan metode tanya jawab sangat dipengaruhi oleh pendekatan guru yang humanis dan reflektif, serta konsistensi penerapan di dalam kelas. Guru yang mampu membangun suasana aman dan menyenangkan akan lebih berhasil menumbuhkan keberanian berbicara siswa dibanding pendekatan yang terlalu menekankan hasil akhir.<\/p>\n<p>Sebagai tindak lanjut, penelitian ini merekomendasikan agar guru sekolah dasar terus mengembangkan variasi penerapan metode tanya jawab, seperti integrasi dengan permainan edukatif, media visual, atau simulasi agar kegiatan pembelajaran semakin menarik dan inklusif bagi seluruh siswa.<\/p>\n<p><strong>6.\u00a0\u00a0\u00a0 Ucapan Terima Kasih\/ Acknowledgement<\/strong><br \/>\nPeneliti mengucapkan terima kasih kepada Muhamad Afandi, M.Pd.I selaku dosen pengampu mata kuliah Metodologi Pembelajaran PAI SD\/MI di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, atas bimbingan dan arahannya selama proses penelitian ini.<\/p>\n<p>Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Sekolah SDN 159 Palembang, guru kelas II B, serta para siswa yang telah memberikan waktu dan kerja samanya dalam pelaksanaan observasi. Tanpa partisipasi mereka, penelitian ini tidak dapat terselesaikan dengan baik.<\/p>\n<p><strong>7.\u00a0\u00a0\u00a0 Referensi\/ References (11 Century, Bold)<\/strong><br \/>\nDjamarah, Syaiful Bahri. <em>Strategi Belajar Mengajar<\/em>. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.<\/p>\n<p>Lauster, Peter. <em>Tes Kepribadian untuk Mengukur Kepercayaan Diri<\/em>. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2006.<\/p>\n<p>Paramita, Ayu P., Fadilah Rohmatina, dan Titin Rustini. \u201cUrgensi Pengelolaan Kurikulum yang Bermutu dalam Menciptakan Peserta Didik yang Unggul.\u201d <em>Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang<\/em> 9, no. 5 (2023): 3667\u20133682.<\/p>\n<p>Ramadhan, Dwi, dan Sri Sukmawati. \u201cEfektivitas Strategi Tanya Jawab dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa SD.\u201d <em>Jurnal Cakrawala Pendidikan<\/em> 37, no. 1 (2018): 75\u201388.<\/p>\n<p>Sardiman, A. M. <em>Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar<\/em>. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011.<\/p>\n<p>Susanto, Ahmad. \u201cPeningkatan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Aktif.\u201d <em>Jurnal Pendidikan Karakter<\/em> 12, no. 3 (2022): 215\u2013227.<\/p>\n<p>Wulandari, Fitri. \u201cPenerapan Metode Tanya Jawab untuk Meningkatkan Keaktifan dan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Dasar.\u201d <em>Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara<\/em> 6, no. 2 (2020): 145\u2013156.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1Alifa Putri Handayani, 2Khoirunnisak Putri Meysyari, 3Salsabillah Lutfiah Hasan, 4Muhamad Afandi 1Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Email: alifapuputthdyn@gmail.com Abstrak Kepercayaan diri merupakan faktor penting dalam keberhasilan belajar siswa sekolah dasar. Namun, banyak siswa masih bersikap pasif dan takut salah saat berinteraksi di kelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas strategi tanya jawab dalam meningkatkan kepercayaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-25669","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25669","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25669"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25669\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}