{"id":25421,"date":"2026-05-19T11:30:33","date_gmt":"2026-05-19T03:30:33","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=25421"},"modified":"2026-05-19T11:30:33","modified_gmt":"2026-05-19T03:30:33","slug":"inovasi-pangan-masa-kini-teknologi-non-termal-yang-mengubah-cara-kita-mengolah-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/inovasi-pangan-masa-kini-teknologi-non-termal-yang-mengubah-cara-kita-mengolah-makanan\/25421\/","title":{"rendered":"Inovasi Pangan Masa Kini: Teknologi Non-Termal yang Mengubah Cara Kita Mengolah Makanan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_25422\" aria-describedby=\"caption-attachment-25422\" style=\"width: 1536px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Teknologi-Non-Termal.webp\" alt=\"Teknologi Non-Termal\" width=\"1536\" height=\"1024\" class=\"size-full wp-image-25422\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Teknologi-Non-Termal.webp 1536w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Teknologi-Non-Termal-300x200.webp 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Teknologi-Non-Termal-1024x683.webp 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Teknologi-Non-Termal-768x512.webp 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Teknologi-Non-Termal-750x500.webp 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Teknologi-Non-Termal-1140x760.webp 1140w\" sizes=\"(max-width: 1536px) 100vw, 1536px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-25422\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi<\/figcaption><\/figure>\n<p>Oleh: <strong>Shirley Ananda Rengkung_<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Perkembangan teknologi pangan saat ini bergerak sangat cepat. Dahulu proses pengolahan makanan selalu identik dengan pemanasan seperti merebus, menggoreng, memanggang, atau sterilisasi suhu tinggi, tapi kini dunia pangan mulai beralih pada teknologi non-thermal atau pengolahan tanpa menggunakan panas berlebih. Teknologi ini menjadi salah satu inovasi paling penting dalam industri pangan modern karena mampu menjaga kualitas gizi, rasa, warna, dan tekstur makanan lebih baik dibandingkan proses pemanasan konvensional. Teknologi ini berkembang karena masyarakat modern menginginkan makanan yang praktis, aman, bergizi, dan tetap memiliki cita rasa alami, oleh karena itu industri pangan berlomba menghadirkan produk yang minim kerusakan nutrisi selama proses pengolahan.<\/p>\n<p><strong>Sebenernya Apa Itu Teknologi Non-Thermal?<\/strong><\/p>\n<p>Teknologi non-thermal merupakan metode pengolahan pangan yang tidak menggunakan suhu tinggi sebagai faktor utama untuk membunuh mikroorganisme atau memperpanjang umur simpan produk. Sebagai gantinya, teknologi ini memanfaatkan tekanan tinggi, listrik, cahaya, gelombang ultrasonik, plasma dingin, maupun proses kimia tertentu. Berbeda dengan pemanasan biasa yang dapat merusak vitamin dan senyawa bioaktif, teknologi non-thermal mampu mempertahankan kualitas alami bahan pangan sehingga produk menjadi lebih segar dan bernilai gizi tinggi. (Jadhav\u00a0<em>et al.<\/em> 2021)<\/p>\n<p><strong>Bagaimana Produk Pangan yang Bisa \u201cDimasak\u201d Tanpa Panas?<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu bentuk keterbaruan paling menarik dalam teknologi pangan adalah munculnya produk yang dapat dikonsumsi atau diproses tanpa memasak menggunakan api atau suhu tinggi. Konsep ini mulai banyak digunakan pada pangan modern karena dinilai lebih praktis dan efisien.<\/p>\n<p><strong>1. Salad Siap Santap dengan <em>High Pressure Processing<\/em> (HPP).<\/strong><\/p>\n<p>Teknologi HPP menggunakan tekanan sangat tinggi untuk membunuh bakteri tanpa merusak kesegaran makanan. Produk seperti salad, jus buah, smoothie, saus, hingga guacamole kini dapat bertahan lebih lama tanpa proses pasteurisasi panas. Hasilnya, produk tetap terasa segar seperti baru dibuat, tetapi memiliki umur simpan lebih panjang dan aman dikonsumsi. Banyak perusahaan pangan modern mulai menggunakan teknologi ini karena konsumen lebih menyukai makanan <em>\u201cfresh-like\u201d<\/em> dibandingkan produk yang terlalu matang akibat pemanasan.<\/p>\n<p><strong>2. Daging Nabati dan Produk Instan Rehidrasi<\/strong><\/p>\n<p>Produk seperti daging nabati, mi instan premium <em>freeze-dried<\/em>, sup instan, serta buah kering modern kini dapat \u201cdisiapkan\u201d hanya dengan penambahan air dingin atau air hangat ringan.Teknologi <em>freeze drying<\/em> memungkinkan air dalam bahan pangan dihilangkan pada suhu rendah sehingga struktur dan nutrisinya tetap terjaga. Ketika ditambahkan air kembali, produk dapat kembali menyerupai bentuk aslinya. Contohnya:buah stroberi <em>freeze-dried<\/em>, kopi instan premium, sup sayuran instan, nasi instan militer, makanan astronot. Teknologi ini banyak digunakan pada pangan darurat, makanan <em>outdoor<\/em>, hingga industri antariksa.<\/p>\n<p><strong>3. <em>Self-Heating Food<\/em>: Memasak Tanpa Kompor<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu inovasi paling unik adalah self-heating food atau makanan yang dapat memanas sendiri tanpa api maupun microwave. Produk ini biasanya menggunakan reaksi kimia antara kalsium oksida dan air yang menghasilkan panas. Ketika air dituangkan ke bagian tertentu kemasan, makanan langsung memanas secara otomatis dalam beberapa menit. Produk seperti: nasi instan <em>self-heating<\/em>, <em>hotpot <\/em>instan, makanan militer, makanan pendaki gunung sudah mulai populer di beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan China. Teknologi ini sangat membantu dalam kondisi darurat, perjalanan jauh, maupun daerah minim fasilitas memasak.<\/p>\n<p><strong>Mengapa Teknologi Non-Thermal Menjadi Tren Masa Depan?<\/strong><\/p>\n<p>Beberapa alasan mengapa teknologi non-thermal diprediksi menjadi masa depan industri pangan, seperti nutrisi lebih terjaga karena vitamin seperti vitamin C, antioksidan, dan senyawa fenolik sangat sensitif terhadap panas. Teknologi non-thermal membantu mempertahankan kandungan tersebut sehingga pangan menjadi lebih sehat. Tidak hanya itu, Teknologi<em> Non-Thermal <\/em>juga membuat rasa dan tekstur lebih alami karena pemanasan tinggi sering menyebabkan perubahan warna, aroma, dan tekstur. Dengan teknologi non-thermal, makanan tetap terasa segar dan alami. Selain itu, tekonlogi ini juga lebih praktis karena produk modern kini dirancang agar lebih mudah dikonsumsi kapan saja dan di mana saja, bahkan tanpa dapur atau kompor. Hal ini jelas dapat mendukung ketahanan pangan karena teknologi ini membantu memperpanjang umur simpan produk tanpa bahan pengawet berlebih sehingga cocok untuk distribusi pangan modern, serta ramah lingkungan. Beberapa teknologi non-thermal menggunakan energi lebih rendah dibandingkan pemanasan konvensional sehingga berpotensi mengurangi emisi energi industri pangan.<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p>Jadhav, H., Annapure, U., &amp; Deshmukh, R. (2021). Non-thermal Technologies for Food Processing.\u00a0<em>Frontiers in Nutrition, 8<\/em>. https:\/\/doi.org\/10.3389\/fnut.2021.657090.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Shirley Ananda Rengkung_ JurnalPost.com &#8211; Perkembangan teknologi pangan saat ini bergerak sangat cepat. Dahulu proses pengolahan makanan selalu identik dengan pemanasan seperti merebus, menggoreng, memanggang, atau sterilisasi suhu tinggi, tapi kini dunia pangan mulai beralih pada teknologi non-thermal atau pengolahan tanpa menggunakan panas berlebih. Teknologi ini menjadi salah satu inovasi paling penting dalam industri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25422,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-25421","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25421"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25421\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}