{"id":2541,"date":"2023-07-10T12:44:26","date_gmt":"2023-07-10T04:44:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=2541"},"modified":"2023-07-10T12:44:26","modified_gmt":"2023-07-10T04:44:26","slug":"kkn-untag-surabaya-lakukan-inovasi-pembuatan-pestisida-organik-dengan-menggandeng-petani-desa-segunung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kkn-untag-surabaya-lakukan-inovasi-pembuatan-pestisida-organik-dengan-menggandeng-petani-desa-segunung\/2541\/","title":{"rendered":"KKN Untag Surabaya Lakukan Inovasi Pembuatan Pestisida Organik Dengan Menggandeng Petani Desa Segunung\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Mojokerto, 03\/07\/23, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata semester genap 2022\/2023. Sebanyak 1200 mahasiswa KKN pada periode semester genap 2023 ini mengusung tema penguatan icon desa berbasis potensi lokal. Dalam kesempatan ini, penulis (Taris Rizka Amalia) memfokuskan kegiatannya pada pelatihan pembuatan pestisida organik pada masyarakat desa segunung kecamatan dlanggu kabupaten mojokerto. Hal tersebut di dasari atas keluhan petani setempat terhadap mahalnya pupuk dan pestisida selama ini.<\/p>\n<p>Pelatihan pembuatan pestisida dari bawang putih dan cabai merupakan inisiatif untuk mendukung pertanian lokal dengan menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapat, di antaranya yakni Bawang putih dan cabai yang memiliki sifat-sifat yang dapat digunakan sebagai pestisida organik untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.<\/p>\n<p>Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani atau masyarakat setempat tentang cara membuat pestisida organik menggunakan bawang putih dan cabai.<br \/>\nSelama pelatihan, peserta juga akan diberikan pengetahuan tentang manfaat dan keunggulan pestisida organik dibandingkan dengan pestisida kimia konvensional. Pestisida organik terbuat dari bahan alami yang lebih aman bagi manusia dan lingkungan. Selain itu, pestisida organik juga lebih murah dan dapat dibuat dengan bahan-bahan yang mudah didapat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/IMG_0829.jpeg\" alt=\"\" width=\"926\" height=\"521\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2543\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/IMG_0829.jpeg 926w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/IMG_0829-300x169.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/IMG_0829-768x432.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/IMG_0829-150x84.jpeg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/IMG_0829-696x392.jpeg 696w\" sizes=\"(max-width: 926px) 100vw, 926px\" \/><\/p>\n<p>Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan petani atau masyarakat lokal dapat memiliki alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman mereka. Selain itu, penggunaan pestisida organik juga dapat meningkatkan kualitas dan keamanan hasil pertanian lokal, sehingga mendukung pertumbuhan pertanian berkelanjutan.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nKeterbatasan akses terhadap pestisida konvensional, beberapa daerah pertanian lokal mungkin menghadapi kendala dalam akses terhadap pestisida kimia konvensional yang mahal atau sulit didapatkan. Hal ini dapat menghambat petani dalam melindungi tanaman mereka dari hama penyakit. Oleh karena itu, Pelatihan pembuatan pestisida organik dari bawang putih dan caabai dapat menjadi alternatif yang terjangkau dan mudah diterapkan.<\/p>\n<p>Bawang putih dan cabai dikenal memiliki sifat pestisidal yang efektif dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. Menggunakan potensi lokal ini dan mengajarkan petani atau masyarakat setempat untuk memanfaatkannya dapat memperkuat keberlanjutan pertanian lokal dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia luar.<\/p>\n<p>Pengendalian hama dan penyakit yang efektif merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberhasilan panen. Dengan memberikan pelatihan mengenai pembuatan pestisida organik dari Bawang putih dan cabai, diharapkan petani atau masyarakaat setempat dapaat mengoptimalkan pertanian mereka dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan.<br \/>\n\u00a0<br \/>\nPada saat pelatihan dilaksanakan, warga desa sangat antusias dalam memahami pemanfaatan bahan organik yang dapat dijadikan pestisida. Karena bahan yang digunakan mudah didapat dan harganya relatif lebih murah. Dengan mengetahui manfaat pestisida organik diharapkan Petani atau Warga Desa Segunung dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut dan mengurangi residu pada tanaman akibat penggunaan pestisida berbahan kimia.<\/p>\n<p>Penulis merasa adanya kegiatan ini banyak memberikan pengalaman, terutama pengalaman bersosialisasi dan terjun langsung dengan masyarakat. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dan Dosen Pembimbing Lapangan Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom.,M.I.Kom, Serta Warga Desa Segunung setempat yang telah membantu dalam keberhasilan progam kerja kami.<br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0<br \/>\n\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Mojokerto, 03\/07\/23, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata semester genap 2022\/2023. Sebanyak 1200 mahasiswa KKN pada periode semester genap 2023 ini mengusung tema penguatan icon desa berbasis potensi lokal. Dalam kesempatan ini, penulis (Taris Rizka Amalia) memfokuskan kegiatannya pada pelatihan pembuatan pestisida organik pada masyarakat desa segunung kecamatan dlanggu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2542,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[60,50,46,48,47],"class_list":["post-2541","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-citizen-reporter","tag-ecokampus","tag-kampuskompeten","tag-kitauntagsurabaya","tag-untagsurabayakeren","tag-untukindonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2541","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2541"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2541\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2541"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2541"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2541"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}