{"id":25374,"date":"2026-05-18T00:14:52","date_gmt":"2026-05-17T16:14:52","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=25374"},"modified":"2026-05-18T00:14:52","modified_gmt":"2026-05-17T16:14:52","slug":"teknologi-modified-atmosphere-packaging-kenapa-makanan-di-supermarket-tetap-fresh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/teknologi-modified-atmosphere-packaging-kenapa-makanan-di-supermarket-tetap-fresh\/25374\/","title":{"rendered":"Teknologi Modified Atmosphere Packaging: Kenapa Makanan di Supermarket tetap Fresh?"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-25375\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/newsSocial_modified_atmosphere_packaging.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"628\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/newsSocial_modified_atmosphere_packaging.jpg 1200w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/newsSocial_modified_atmosphere_packaging-300x157.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/newsSocial_modified_atmosphere_packaging-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/newsSocial_modified_atmosphere_packaging-768x402.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/newsSocial_modified_atmosphere_packaging-750x393.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/newsSocial_modified_atmosphere_packaging-1140x597.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<p>Penulis: <strong>Nurul Fadilla Fajriati<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Sebelumnya, apakah teman-teman pernah membeli makanan seperti daging, salad atau buah potong di supermarket tetapi tetap fresh walaupun sudah disimpan beberapa hari? kenapa demikian? ternyata ada sebuah teknologi yang membantu makanan tersebut tetap fresh. Teknologi itu dikalangan industry dikenal dengan <em>Modified Atmosphere Packaging<\/em> (MAP). Cara kerja dari teknologi ini yaitu komposisi udara di dalam kemasan diatur agar proses pembusukan bisa diperlambat.<\/p>\n<p>Udara yang ada disekitar kita umumnya mengandung oksigen yang banyak, dimana bagi manusia oksigen sangat diperlukan, namun pada makanan oksigen yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada makanan tersebut. Oksigen dapat mempercepat proses oksidasi dan mempercepat pertumbuhan bakteri pada makanan sehingga makanan akan rusak atau basi. Oleh karena itu, sebuah teknologi MAP ini memberikan konsep dimana udara biasa yang ada pada kemasan diganti dengan campuran gas seperti karbon dioksida dan nitrogen. Fungsi dari penambahan karbon dioksida adalah agar pertumbuhan mikroorganisme dapat dihambat, dan nitrogen dapat membantu menjaga kestabilan bentuk kemasan. Sehingga dengan teknologi ini makanan akan tahan lebih lama tanpa penambahan pengawet.<\/p>\n<p>Produk makanan pada umumnya menggunakan teknologi MAP dalam memperpanjang umur simpan, seperti pada daging segar, ayam, buah potong, salad hingga makanan <em>ready to eat<\/em>. Kemasan makanan ringan juga merupakan salah satu penerapan dari teknologi MAP ditandai dengan kemasan yang mengembang. Adanya teknologi MAP ini membantu industry dalam distribusi produk ke berbagai tempat tanpa adanya kerusakan. Selain itu, teknologi ini juga dapat mempertahankan kualitas produk seperti warna, rasa dan tekstur. MAP juga berperan penting dalam pengurangan <em>food waste<\/em>. Seperti yang kita ketahui, banyak makanan yang terbuang sebelum dikonsumsi karena rusak saat proses distribusi. MAP yang berfungsi dalam memperpanjang umur simpan produk, sangat membantu dalam mengurangi jumlah sisa makanan. Sehingga hal ini juga menguntungkan bagi produsen, penjual dan konsumen. Selain itu, di kehidupan serba modern ini semakin banyak masyarakat yang sadar akan <em>hygiene<\/em> suatu produk tetapi tetap segar sehingga penggunaan MAP ini menjadi semakin dikenal oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Meskipun begitu, ada beberapa tantangan dalam penggunaan teknologi ini, diantaranya yaitu tinggi nya biaya untuk kemasan ini dibandingkan dengan kemasan biasa. Selain itu, suhu penyimpanan makanan juga harus dijaga, jika suhu pendinginan tidak dijaga maka makanan akan mengalami kerusakan. Secara keseluruhan, MAP ini merupakan salah satu inovasi teknologi penting dalam pangan. Teknologi ini menunjukkan bahwa dengan mengatur udara dalam kemasan dapat membantu menjaga kualitas produk dan memperpanjang umur simpan.<\/p>\n<p>Czerwinski K, Rydzkowski T, Wroblewska-Krepsztul J, Thakur VK. 2021. Towards Impact of Modified Atmosphere Packaging (MAP) on Shelf-Life of Polymer-Film-Packed Food Products: Challenges and Sustainable Developments. [Riview]. <em>Coating<\/em>, 11. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/coatings11121504\">https:\/\/doi.org\/10.3390\/coatings11121504<\/a><\/p>\n<p>Herrera A, Castellanos DA. 2017. Modified Atmosphere Packaging: Design and Optimization Strategies for Fresh Produce. <em>INTECH<\/em>. 85-106.\u00a0 DOI:<a href=\"https:\/\/doi.org\/10.5772\/intechopen.68498\">10.5772\/intechopen.68498<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Nurul Fadilla Fajriati JurnalPost.com &#8211; Sebelumnya, apakah teman-teman pernah membeli makanan seperti daging, salad atau buah potong di supermarket tetapi tetap fresh walaupun sudah disimpan beberapa hari? kenapa demikian? ternyata ada sebuah teknologi yang membantu makanan tersebut tetap fresh. Teknologi itu dikalangan industry dikenal dengan Modified Atmosphere Packaging (MAP). Cara kerja dari teknologi ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25375,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-25374","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25374"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25374\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}