{"id":2500,"date":"2023-07-10T09:54:02","date_gmt":"2023-07-10T01:54:02","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=2500"},"modified":"2023-07-10T09:54:02","modified_gmt":"2023-07-10T01:54:02","slug":"menciptakan-alat-pencetak-briket-mahasiswa-untag-surabaya-dorong-industri-kreatif-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/menciptakan-alat-pencetak-briket-mahasiswa-untag-surabaya-dorong-industri-kreatif-desa\/2500\/","title":{"rendered":"Menciptakan alat pencetak briket, mahasiswa Untag Surabaya dorong industri kreatif desa"},"content":{"rendered":"<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Bonggol jagung adalah limbah pada desa segunung yang tidak di manfaatkan oleh warga setempat. Seiring meningkatnya zaman bongol jagung dapat di inovasikan menjadi arang briket yang bernilai jual ekonomis. Untuk menunjang produktivitas arang briket dari \u00a0bonggol jagung diperlukan alat guna mencetak adonan briket hingga memiliki bentuk yang baik agar dapat di pasarkan. Muhammad Rifky Adwi Ismunandar mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berinovasi untuk membuat alat pencetak arang briket yang di tujukan untuk masyarakat desa segunung sebagai langka awal untuk menciptaan peluang usaha melalui program ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Masalah yang wajar terjadi pada pengusaha arang briket adalah harga alat yang bisa terbilang mahal jika harus membeli dari orang lain. Pada desa Segunung belum ditemui yang memproduksi arang briket maka dari itu kami dari kelompok KKN R-14 telah mengadakan bagaimana pembuatan alat cetak arang briket manual maupun semi manualnya juga untuk menghemat biaya pembelian alat.<br \/>\nPenulis juga membagikan kreativitas serta keahlian dalam merancang alat cetak arang briket yang dapat mempermudah dalam proses produksi dan efisiensi waktu juga agar produktivitas arang briket dapat lebih pesat lagi dengan menggunakan alat semi manual.<\/p>\n<p>Alat cetak briket manual terbuat dari besi hollow sepanjang 15cm dengan pendorong berupa kayu yang di bentuk seukuran dengan lubang bagian dalam besi hollow yang fungsinya untuk menekan adonan arang briket sehingga berbentuk persegi Panjang. Untuk alat cetak briket semi manual terbuat dari besi hollow sepanjang 25 cm (3 buah) untuk kaki kanan kiri dan penyangga tengah, besi hollow 30 cm (2 buah) untuk lebar depan belakang serta di berikan alas yang terbuat dari plat besi setebal 3mm, untuk tiang presnya menggunakan besi hollow juga sepanjang 35cm, gagang pres terbuat dari besi hollow ukuran 3x2cm di lengkapi dengan engel atas bawah, untuk pendorong terbuat dari besi hollow yang di bentuk persegi serta preload untuk tempat adonan arang briket terbuat dari besi hollow yang di lengkapi dengan sistem geser keatas dan kebawah. Semua komponen tersebut di rakit dan di satukan dengan menggunakan las lalu di cat agar memperbaik penampilan dari alat tersebut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/IMG_0803.jpeg\" alt=\"\" width=\"468\" height=\"623\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2501\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/IMG_0803.jpeg 468w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/IMG_0803-225x300.jpeg 225w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/IMG_0803-150x200.jpeg 150w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/IMG_0803-300x399.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 468px) 100vw, 468px\" \/><br \/>\n\u00a0<br \/>\nDi sebutkan pada awal artikel Desa Segunung ini memiliki potensi besar untuk produksi arang briket yang berbahan dasar dari bonggol jagung di karenakan bonggol jagung pada desa ini tidak ada yang memproduksi menjadi produk yang memiliki nilai jual, maka dari itu kelompok R-14 KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya membuat &#8216;teknologi tepat guna&#8221; yang berfungsi untuk menunjang proses pembuatan arang briket dari bonggol jagung.<\/p>\n<p>Dengan mengadakan &#8220;Pelatihan Pembuatan Alat Cetak Briket Sebagai Penunjang Pembuatan Arang Briket&#8221; untuk mempraktekkan kepada warga Desa Segunung bagaimana cara membuat sendiri alat cetak arang briket. Dengan adanya pelatihan ini di harapkan Desa Segunung dapat menjadi desa sentral yang memproduksi arang briket skala besar yang dapat di pasarkan ke luar daerah.<br \/>\nPenulis banyak mengucapkan terimakasih kepada Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang telah memfasilitasi KKN selama 12 hari kerja yang di mulai dari pembekalan hingga akhir penutupan KKN semester genap 2023. Tidak lupa terimakasih juga penulis ucapkan kepada dosen pembimbing lapangan Bapak Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom yang telah membimbing dan mendampingi kegiatan KKN dari awal hingga akhir rangkaian kegiatan. Kegiatan KKN pada Desa Segunung ini dapat berjalan lancar atas antusiasme masyarakat Desa Segunung serta dukungan dari Kepala Desa Segunung berserta jajarannya, serta pihak keamanan yang melakukan pengawasan 24 jam bagi mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya selama melaksanakan kegiatan KKN.<\/p>\n<p>Penulis: <strong>Muhammad Rifky Adwi Ismunandar<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Bonggol jagung adalah limbah pada desa segunung yang tidak di manfaatkan oleh warga setempat. Seiring meningkatnya zaman bongol jagung dapat di inovasikan menjadi arang briket yang bernilai jual ekonomis. Untuk menunjang produktivitas arang briket dari \u00a0bonggol jagung diperlukan alat guna mencetak adonan briket hingga memiliki bentuk yang baik agar dapat di pasarkan. Muhammad [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[59,50,46,48,47],"class_list":["post-2500","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-citizen-reporter","tag-ecocampuss","tag-kampuskompeten","tag-kitauntagsurabaya","tag-untagsurabayakeren","tag-untukindonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2500"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2500\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}