{"id":24811,"date":"2026-04-22T01:08:59","date_gmt":"2026-04-21T17:08:59","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=24811"},"modified":"2026-04-22T01:08:59","modified_gmt":"2026-04-21T17:08:59","slug":"mengejar-standar-global-tersandung-tumpukan-berkas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mengejar-standar-global-tersandung-tumpukan-berkas\/24811\/","title":{"rendered":"Mengejar Standar Global, Tersandung Tumpukan Berkas"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar1-17.jpg\" alt=\"\" width=\"435\" height=\"653\" class=\"aligncenter size-full wp-image-24812\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar1-17.jpg 435w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar1-17-200x300.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 435px) 100vw, 435px\" \/><\/p>\n<p>Oleh: <strong>Ainin Seha, Siti Samhati, Edi Suyanto<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Dunia pendidikan Indonesia sedang berdiri di titik krusial: antara ambisi mengejar standar global dan realitas keras di ruang-ruang kelas. Di tengah arus perubahan itu, guru Bahasa Indonesia memikul peran strategis sekaligus beban yang kian kompleks. Sebagai ujung tombak literasi, guru tidak lagi sekadar pengajar, melainkan dituntut menjadi fasilitator multiliterasi yang kreatif dan adaptif. Kurikulum Merdeka, yang mengadopsi semangat standar internasional, mendorong lahirnya generasi yang kritis, reflektif, dan melek informasi. Namun, idealisme tersebut kerap berbenturan dengan kenyataan di lapangan. <\/p>\n<p>Alih-alih fokus pada inovasi pembelajaran, banyak guru justru tersandera oleh tumpukan administrasi yang menyita energi dan waktu. Di sisi lain, akses terhadap buku bermutu, teknologi, dan lingkungan literasi yang memadai masih belum merata. Di sejumlah daerah, membaca masih menjadi kemewahan, bukan kebiasaan. Persoalan semakin rumit dengan stigma lama yang belum sepenuhnya hilang: Bahasa Indonesia dianggap mata pelajaran \u201cringan\u201d. Akibatnya, motivasi belajar siswa cenderung rendah, padahal kemampuan berbahasa adalah fondasi berpikir kritis di semua bidang ilmu. <\/p>\n<p>Potret ini terlihat jelas dalam hasil Asesmen Nasional. Skor literasi yang belum menggembirakan sering kali diarahkan kepada guru Bahasa Indonesia sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Padahal, literasi sejatinya adalah kerja kolektif melibatkan seluruh mata pelajaran, keluarga, hingga ekosistem pendidikan secara luas. Jika kondisi ini terus dibiarkan, yang lahir bukanlah profesionalisme sejati, melainkan \u201cprofesionalisme semu\u201d di mana guru dituntut tinggi, tetapi tidak didukung secara memadai. Upaya menyelaraskan kompetensi siswa dengan standar global pun berisiko menjadi sekadar wacana. <\/p>\n<p>Sudah saatnya ada langkah nyata. Penyederhanaan beban administrasi, pemerataan akses sumber belajar, serta penguatan budaya literasi harus menjadi prioritas. Guru perlu diberi ruang untuk berpikir, berkreasi, dan menginspirasi bukan sekadar memenuhi tuntutan birokrasi. Sebab pada akhirnya, jika ingin melahirkan generasi yang kritis dan berdaya saing global, maka guru pun harus lebih dulu dimerdekakan. Dari sanalah, bahasa akan kembali pada hakikatnya: sebagai alat berpikir, bukan sekadar mata pelajaran.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ainin Seha, Siti Samhati, Edi Suyanto JurnalPost.com &#8211; Dunia pendidikan Indonesia sedang berdiri di titik krusial: antara ambisi mengejar standar global dan realitas keras di ruang-ruang kelas. Di tengah arus perubahan itu, guru Bahasa Indonesia memikul peran strategis sekaligus beban yang kian kompleks. Sebagai ujung tombak literasi, guru tidak lagi sekadar pengajar, melainkan dituntut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24812,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-24811","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24811"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24811\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}