{"id":24728,"date":"2026-04-19T00:39:06","date_gmt":"2026-04-18T16:39:06","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=24728"},"modified":"2026-04-19T00:39:06","modified_gmt":"2026-04-18T16:39:06","slug":"relawan-uar-jatim-warga-sumberlangsep-masih-menanti-relokasi-ancaman-banjir-lahar-semeru-terus-mengintai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/relawan-uar-jatim-warga-sumberlangsep-masih-menanti-relokasi-ancaman-banjir-lahar-semeru-terus-mengintai\/24728\/","title":{"rendered":"Relawan UAR Jatim: Warga Sumberlangsep Masih Menanti Relokasi, Ancaman Banjir Lahar Semeru Terus Mengintai"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Warga-Sumberlangsep.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"327\" class=\"aligncenter size-full wp-image-24729\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Warga-Sumberlangsep.jpg 624w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Warga-Sumberlangsep-300x157.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p><strong>LUMAJANG, JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang hingga kini masih menanti realisasi relokasi yang dijanjikan pemerintah daerah pasca musibah hanyutnya seorang siswi SD di Sungai Regoyo pada Februari lalu. Hingga pertengahan April 2026, janji tersebut belum juga terwujud, sementara risiko keselamatan warga masih tinggi.<\/p>\n<p>\u201cHingga kini relokasi yang dijanjikan pemerintah daerah belum terealisasi. Sementara warga masih terancam bahaya saat menyeberangi sungai dalam aktivitas sehari-hari,\u201d ujar Ahmad Samiludin, Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Jawa Timur, Sabtu (18\/4\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Ahmad, warga Desa Sumberwuluh yang sering berkunjung ke Dusun Sumberlangsep menyeberangi sungai (Jugosari) itu, ancaman bahaya di lapangan masih belum mereda. Dalam beberapa waktu terakhir, banjir lahar kembali terjadi dan bahkan merobohkan sebuah mushola di Dusun Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Sungai-sungai yang berhulu dari lereng Gunung Semeru kerap meluap membawa material vulkanik, terutama saat hujan turun di kawasan puncak.<\/p>\n<p>Kesulitan akses jalan juga menjadi persoalan serius. Warga masyarakat dari Sumberlangsep menuju Desa Sumberwuluh dan sebaliknya masih harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai tanpa jembatan permanen. \u201cBahkan, pada Rabu lalu (15\/4) warga terpaksa menggotong seorang pasien sejauh sekitar satu kilometer melintasi jalur lahar Semeru menuju Puskesmas Candipuro karena tidak adanya akses yang aman,\u201d ungkap Ahmad.<\/p>\n<p>Aktivitas vulkanik Gunung Semeru sendiri masih tergolong tinggi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa (3.676 mdpl) atau tertinggi ketiga di Indonesia tersebut dilaporkan mengalami erupsi secara berkala, bahkan dalam hitungan jam, dengan semburan abu vulkanik dan aliran lahar yang terus mengancam wilayah di sekitarnya. <\/p>\n<p>Keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan Gunung Semeru telah mengalami tujuh kali letusan pada Sabtu 18 April 2026. Letusan terbesar dengan tinggi kolom abu 800 meter. Material erupsi yang terbawa air hujan menjadi pemicu utama banjir lahar dingin yang melintasi alur sungai, termasuk Sungai Jugosari.<\/p>\n<p>\u201cHampir tiap dua jam Gunung Semeru erupsi dan memuntahkan lahar serta abu ke sekitar gunung. Saat terjadi hujan, banjir lahar begitu deras melewati Sungai Kobokan dan anak-anak sungai lainnya,\u201d tambah Ahmad Samiludin yang kerap mengirimkan rekaman vidio aktivitas Gunung Semeru kepada rekan-rekan relawan lainnya.<\/p>\n<p>Di tengah kondisi tersebut, kepedulian sosial terus ditunjukkan para relawan termasuk Ahmad Samiludin relawan UAR Korwil Jawa Timur yang tinggal terdekat dengan Gunung Semeru. Ia bersama relawan lainnya saat ini tengah melakukan perbaikan rumah milik Mbah Karsih, seorang lansia yang hidup sebatang kara di desa yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Gunung Semeru.<\/p>\n<p>Rumah Mbah Karsih yang berada di dekat Pos Pemantauan Gunung Sawur itu, kondisinya nyaris roboh. \u201cKami bersama relawan lain terus berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk sesama. Alhamdulillah akhir-akhir ini jarang hujan sehingga aktivitas perbaikan rumah Mbah Karsih tidak mengalami kendala. Namun kami masih terbuka untuk warga yang ingin turut berdonasi,\u201d ujar Ahmad Samiludin.<\/p>\n<p>Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan relokasi ke tempat yang lebih aman, mengingat ancaman bencana yang masih terus berlangsung. Selain relokasi, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan penyeberangan dinilai mendesak untuk mengurangi risiko korban jiwa di masa mendatang. [AM]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LUMAJANG, JurnalPost.com \u2013 Warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang hingga kini masih menanti realisasi relokasi yang dijanjikan pemerintah daerah pasca musibah hanyutnya seorang siswi SD di Sungai Regoyo pada Februari lalu. Hingga pertengahan April 2026, janji tersebut belum juga terwujud, sementara risiko keselamatan warga masih tinggi. \u201cHingga kini relokasi yang dijanjikan pemerintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24729,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[298,277],"class_list":["post-24728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-relawan-uar-jatim","tag-ukhuwah-al-fatah-rescue"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24728"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24728\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}