{"id":24673,"date":"2026-04-14T21:36:33","date_gmt":"2026-04-14T13:36:33","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=24673"},"modified":"2026-04-14T21:36:33","modified_gmt":"2026-04-14T13:36:33","slug":"dampak-konflik-dunia-ke-ekonomi-ri-pancasila-jadi-kunci-menghadapinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/dampak-konflik-dunia-ke-ekonomi-ri-pancasila-jadi-kunci-menghadapinya\/24673\/","title":{"rendered":"Dampak Konflik Dunia ke Ekonomi RI, Pancasila Jadi Kunci Menghadapinya"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_24674\" aria-describedby=\"caption-attachment-24674\" style=\"width: 1169px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar1-12.jpg\" alt=\"\" width=\"1169\" height=\"779\" class=\"size-full wp-image-24674\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar1-12.jpg 1169w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar1-12-300x200.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar1-12-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar1-12-768x512.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar1-12-750x500.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar1-12-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1169px) 100vw, 1169px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-24674\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi Dampak konflik global terhadap kenaikan harga dalam perspektif Pancasila.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Nama: <strong>Alya Zahfira Putri<br \/>\nMahasiswa aktif Universitas Negeri Yogyakarta<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kerap dipandang sebagai tanda meredanya konflik. Namun, dalam praktiknya, kesepakatan semacam ini sering kali hanya bersifat sementara. Akar permasalahan yang belum terselesaikan membuat potensi ketegangan tetap tinggi dan bisa kembali memanas sewaktu-waktu.<\/p>\n<p>Salah satu titik krusial dalam konflik ini adalah Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan tersebut langsung berdampak pada pasokan energi global. Akibatnya, harga minyak cenderung naik dan efeknya menjalar ke berbagai sektor ekonomi.<\/p>\n<p>Sejumlah pihak menilai keputusan Amerika Serikat dalam menyepakati gencatan senjata tak lepas dari kepentingan strategis, termasuk melindungi sekutunya. Pandangan ini muncul karena beberapa kesepakatan sebelumnya terbukti tidak bertahan lama dan justru diikuti ketegangan baru di wilayah lain.<\/p>\n<p>Kenaikan harga minyak turut berdampak pada sektor industri, termasuk industri plastik. Sebagai produk turunan minyak bumi, biaya produksi plastik ikut terdongkrak. Hal ini sejalan dengan temuan International Energy Agency yang menyebut fluktuasi harga minyak sangat memengaruhi harga bahan industri.<\/p>\n<p>Di Indonesia, plastik masih menjadi bahan utama, khususnya untuk kemasan makanan dan minuman. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan banyak pelaku industri yang masih bergantung pada bahan ini. Ketika harga naik, produsen dihadapkan pada pilihan sulit: menaikkan harga jual atau menekan margin keuntungan.<\/p>\n<p>Dampak paling terasa dirasakan pelaku UMKM. Selama ini, plastik dipilih karena murah dan praktis. Namun, kenaikan harga membuat mereka harus menyesuaikan strategi, yang tidak jarang berujung pada kenaikan harga produk.<\/p>\n<p>Kondisi ini juga berpotensi memicu inflasi. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kenaikan biaya produksi bisa mendorong kenaikan harga barang secara umum, sehingga masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih untuk kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<p>Di sisi lain, pemerintah menghadapi tekanan dari sisi anggaran. Kenaikan harga minyak dunia berdampak pada meningkatnya kebutuhan subsidi dan kompensasi energi. Di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan dan bantuan sosial, ruang fiskal menjadi semakin terbatas.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, peningkatan impor minyak dan gas turut menambah kebutuhan devisa dan berpotensi menekan nilai tukar rupiah. Dampaknya meluas ke harga barang impor, biaya logistik, hingga harga pangan, pupuk, dan transportasi.<\/p>\n<p>Sebagai langkah jangka pendek, pemerintah sempat menerapkan kebijakan work from home (WFH) secara adaptif. Selain memberi fleksibilitas kerja, kebijakan ini bertujuan menekan konsumsi bahan bakar, khususnya di kota besar. Dengan mobilitas yang berkurang, konsumsi energi harian diharapkan ikut turun.<\/p>\n<p>Namun, WFH bukan solusi jangka panjang. Kebijakan ini lebih bersifat sementara untuk meredam dampak saat tekanan energi global meningkat.<\/p>\n<p>Jika dilihat dari perspektif Pancasila, situasi ini tidak hanya soal ekonomi dan politik global. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengingatkan bahwa dampak konflik meluas hingga ke negara lain, termasuk Indonesia. Artinya, diperlukan tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas global.<\/p>\n<p>Sementara itu, nilai Persatuan Indonesia menjadi penting dalam menghadapi tekanan ekonomi. Solidaritas sosial dan kebijakan yang tepat diperlukan agar dampak tidak semakin memberatkan masyarakat kecil.<\/p>\n<p>Nilai Kerakyatan menekankan pentingnya kebijakan yang transparan dan berpihak pada rakyat, termasuk dalam hal subsidi energi dan kebijakan kerja. Sedangkan Keadilan Sosial mengingatkan bahwa beban tidak boleh hanya ditanggung oleh kelompok rentan.<\/p>\n<p>Kesimpulannya, konflik global memang terjadi jauh dari Indonesia, tetapi dampaknya nyata dirasakan di dalam negeri. Mulai dari harga minyak hingga kebutuhan sehari-hari, semuanya saling terhubung. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat ketahanan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada energi berbasis minyak.<\/p>\n<p>Jika akar konflik tidak diselesaikan, gencatan senjata hanya akan menjadi jeda. Sementara dampaknya akan terus dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama: Alya Zahfira Putri Mahasiswa aktif Universitas Negeri Yogyakarta JurnalPost.com &#8211; Gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kerap dipandang sebagai tanda meredanya konflik. Namun, dalam praktiknya, kesepakatan semacam ini sering kali hanya bersifat sementara. Akar permasalahan yang belum terselesaikan membuat potensi ketegangan tetap tinggi dan bisa kembali memanas sewaktu-waktu. Salah satu titik krusial [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24674,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-24673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24673"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24673\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}