{"id":24539,"date":"2026-04-09T11:02:56","date_gmt":"2026-04-09T03:02:56","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=24539"},"modified":"2026-04-09T11:02:56","modified_gmt":"2026-04-09T03:02:56","slug":"kurikulum-dan-pelaksana-kurikulum-terus-berkembang-mengapa-dianggap-sebagai-hambatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kurikulum-dan-pelaksana-kurikulum-terus-berkembang-mengapa-dianggap-sebagai-hambatan\/24539\/","title":{"rendered":"Kurikulum dan Pelaksana: Kurikulum terus berkembang mengapa dianggap sebagai hambatan?"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-24540\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Kurikulum.jpg\" alt=\"Kurikulum\" width=\"750\" height=\"375\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Kurikulum.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Kurikulum-300x150.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Kurikulum-360x180.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p>Oleh <strong>Annida Nurul Azizah<\/strong> | <strong>Mahasiswa Magister Pengembangan Kurikulum<\/strong> | <strong>Universitas Negeri Semarang<\/strong><\/p>\n<p>\u201cBerganti periode, berganti juga kurikulumnya, padahal pelaksanaannya belum merata.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKenapa harus berubah kurikulumnya? Guru kan jadi kesulitan dengan kurikulum yang terus berubah\u201d<\/p>\n<p>Pernyataan-pernyataan tersebut kerap bermunculan apabila perkembangan kurikulum mulai disosialisasikan. Padahal, sebagai guru atau pelaksana kurikulum itu sendiri harus memahami kurikulum itu diubah atau diperbaiki.<\/p>\n<p>Ilmu pengetahuan terus berkembang maka pendidikan juga harus terus disesuaikan. Guru juga merupakan pembelajar sepanjang hayat. Sebagai guru, ada beberapa penguasaan keterampilan yang menunjang pendidikan inovatif sesuai perkembangan zaman yang harus dimiliki.<\/p>\n<p>1. <strong>Kemampuan Literasi Digital<\/strong><br \/>\nDi era teknologi yang semakin berkembang, kemampuan literasi digital sangat penting untuk dikuasai guru karena pemaknaan bacaan dapat mempengaruhi penyikapan. Artinya, apabila guru tidak mampu menelaah secara kritis apa yang positif dan negatif hal yang ditemukan di media massa atau sosial media, maka akan mempengaruhi juga profesionalisme dalam pembelajaran.<\/p>\n<p>2. <strong>Kemampuan Memahami Kurikulum<\/strong><br \/>\nGuru harus mengikuti perkembangan kurikulum yang berlaku supaya ketercapaian tujuan pendidikan nasional memiliki keselarasan dalam implementasinya di lapangan.<\/p>\n<p>3. <strong>Kemampuan Menyusun Rencana Belajar sesuai Pemetaan Kesiapan Peserta Didik<\/strong><br \/>\nAbad 21 identik dengan Student-center Lerning. Guru sebagai fasilitator pembelajaran yang memfasilitasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik, minat, gaya belajar dan kebutuhan belajar siswanya. Hal ini sejalan dengan pemaknaan pendekatan pembelajaran mendalam atau Deep Learning yang menuntut pembelajaran harus bersifat Mindfull, Joyfull dan Meaningfull.<\/p>\n<p>Ki Hadjar Dewantara sendiri mengatakan bahwa pendidikan harus sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Perkembangan globalisasi yang pesat dan mempengaruhi kualitas hidup sekarang harus dibekali dengan pendidikan yang menyesuaikan juga.<\/p>\n<p>Kurikulum dipersiapkan untuk kualitas seorang murid di masa depan. Artinya, kurikulum adalah bahan pokok seseorang yang dapat mempengaruhi bagaimana jalan yang akan ditempuhnya menuju hidup yang berkualitas.<\/p>\n<p>Perlu dispesifikkan juga, mengapa kurikulum yang diperbaiki yang memiliki tujuan meningkatkan kualitas pendidikan dianggap sulit untuk diikuti atau bahkan diterapkan? Apakah pemaknaannya kurang terfasilitasi atau bahkan informasinya sulit diakses?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Annida Nurul Azizah | Mahasiswa Magister Pengembangan Kurikulum | Universitas Negeri Semarang \u201cBerganti periode, berganti juga kurikulumnya, padahal pelaksanaannya belum merata.\u201d \u201cKenapa harus berubah kurikulumnya? Guru kan jadi kesulitan dengan kurikulum yang terus berubah\u201d Pernyataan-pernyataan tersebut kerap bermunculan apabila perkembangan kurikulum mulai disosialisasikan. Padahal, sebagai guru atau pelaksana kurikulum itu sendiri harus memahami kurikulum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24540,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[296],"class_list":["post-24539","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom-opini","tag-kurikulum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24539"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24539\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}