{"id":24530,"date":"2026-04-08T20:35:59","date_gmt":"2026-04-08T12:35:59","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=24530"},"modified":"2026-04-08T20:35:59","modified_gmt":"2026-04-08T12:35:59","slug":"transformasi-digital-mitigasi-bencana-urgensi-sistem-informasi-pemetaan-banjir-dan-drainase-desa-bojongsoang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/transformasi-digital-mitigasi-bencana-urgensi-sistem-informasi-pemetaan-banjir-dan-drainase-desa-bojongsoang\/24530\/","title":{"rendered":"Transformasi Digital Mitigasi Bencana: Urgensi Sistem Informasi Pemetaan Banjir dan Drainase Desa Bojongsoang"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital.png\" alt=\"Transformasi Digital\" width=\"1536\" height=\"1024\" class=\"aligncenter size-full wp-image-24531\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital.png 1536w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital-300x200.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital-1024x683.png 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital-768x512.png 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital-750x500.png 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital-1140x760.png 1140w\" sizes=\"(max-width: 1536px) 100vw, 1536px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Bencana banjir telah menjadi ancaman serius bagi pembangunan berkelanjutan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, yang diperparah oleh dinamika perubahan iklim global. Fenomena ini merupakan salah satu tantangan utama dalam upaya pembangunan berkelanjutan, di mana perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana alam hidrometeorologi secara signifikan (IPCC, 2023). Fenomena tersebut dirasakan secara nyata di Kabupaten Bandung, yang secara morfologis merupakan kawasan cekungan yang dilewati Sungai Citarum sehingga secara alami sangat rentan terhadap genangan air (Rochiman &#038; Ruchlihadiana, 2024; Febryani, 2021).<\/p>\n<p>Di tingkat lokal, Desa Bojongsoang muncul sebagai salah satu titik paling kritis dengan tingkat kerawanan kategori &#8220;Sangat Rawan&#8221; dan frekuensi banjir tinggi yang terjadi hampir setiap tahun (Sitorus dkk., 2021; Ragawilafa &#038; Mahendra, 2025). Menurut data BPBD Jabar, (2025) salah satu contoh nyata adalah peristiwa banjir yang terjadi pada 12 Maret 2025 di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Bandung Raya. Kejadian banjir tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi di kawasan ini. Sebelumnya, pada November 2021, banjir melanda Kecamatan Bojongsoang akibat luapan Sungai Citarum, yang menyebabkan kawasan ini terendam hingga 701,54 hektar.<\/p>\n<p>Fenomena banjir yang terjadi secara berulang ini menunjukkan bahwa Bojongsoang memiliki tingkat kerentanan yang bersifat kronis. Tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik seperti infrastruktur dan permukiman, banjir juga menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi yang signifikan, termasuk terganggunya aktivitas masyarakat, menurunnya produktivitas, serta meningkatnya risiko kesehatan lingkungan. Kondisi ini menegaskan pentingnya upaya mitigasi yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Tantangan di wilayah Bojongsoang semakin kompleks akibat tekanan urbanisasi dan alih fungsi lahan yang sangat masif. Berdasarkan data periode 2019-2023, terjadi konversi lahan sawah irigasi menjadi kawasan perumahan padat seluas 54,38 hektar (Sitanggang, 2024). Alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian ini telah mengurangi daerah resapan air secara signifikan, sehingga meningkatkan risiko limpasan permukaan saat intensitas hujan tinggi. Kondisi ini diperburuk oleh sistem drainase yang tidak dikelola dengan baik, lemahnya kapasitas pengaliran, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air dari sampah dan sedimentasi (Munajat &#038; Taroepratjeka, 2023; Ragawilafa &#038; Mahendra, 2025).<\/p>\n<p>Menghadapi tantangan global dan lokal tersebut, diperlukan solusi inovatif berupa pengembangan Sistem Informasi Pemetaan Banjir dan Kondisi Drainase berbasis web. Sistem ini dirancang untuk memberikan visualisasi spasial mengenai lokasi titik banjir, evaluasi kondisi eksisting drainase, hingga identifikasi saluran yang bermasalah secara real-time. Pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dipadukan dengan metode Logika Fuzzy memungkinkan sistem untuk melakukan analisis risiko yang lebih fleksibel dan akurat berdasarkan variabel curah hujan dan elevasi wilayah (Ramdhani dkk., 2025). Melalui data spasial yang dihasilkan, pemerintah desa dapat menentukan skala prioritas dalam perbaikan infrastruktur drainase, terutama pada titik-titik yang masuk kategori kritis genangan.<\/p>\n<p>Implementasi sistem informasi ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan desa yang tangguh terhadap bencana (resilient village) di tengah dinamika pembangunan wilayah yang tidak teratur. Dengan dukungan data digital yang akurat, Desa Bojongsoang diharapkan mampu melakukan mitigasi risiko secara mandiri, mengurangi kerugian ekonomi masyarakat, serta menjaga keberlanjutan ekologis kawasan di masa depan. Sinergi antara teknologi tepat guna dan kolaborasi aktif antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memutus siklus banjir tahunan di wilayah ini (Ragawilafa &#038; Mahendra, 2025).<\/p>\n<p>Dengan demikian, transformasi digital dalam mitigasi bencana tidak hanya menjadi kebutuhan teknis, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Keberhasilan implementasi sistem ini sangat bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, serta dukungan kelembagaan yang kuat. Apabila dikelola secara optimal, inovasi ini tidak hanya mampu mengurangi risiko banjir, tetapi juga menjadi model pengelolaan bencana berbasis teknologi yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.<\/p>\n<p>Penulis:<br \/>\n<strong>Fedayeen Fairyzia, Annisa Kayla Andini, Rohadaturrofidah, Daniel Indra Kusuma, Muhammad Galih Ilham, Eldryan Azri Radhityas Maulana, Ghifari Derriel AryaSatya,<\/strong><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital.png\" alt=\"Transformasi Digital\" width=\"1536\" height=\"1024\" class=\"aligncenter size-full wp-image-24531\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital.png 1536w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital-300x200.png 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital-1024x683.png 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital-768x512.png 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital-750x500.png 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Transformasi-Digital-1140x760.png 1140w\" sizes=\"(max-width: 1536px) 100vw, 1536px\" \/> <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Bencana banjir telah menjadi ancaman serius bagi pembangunan berkelanjutan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, yang diperparah oleh dinamika perubahan iklim global. Fenomena ini merupakan salah satu tantangan utama dalam upaya pembangunan berkelanjutan, di mana perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana alam hidrometeorologi secara signifikan (IPCC, 2023). Fenomena tersebut dirasakan secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24531,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-24530","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24530","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24530"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24530\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24530"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24530"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24530"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}