{"id":24197,"date":"2026-03-16T13:23:52","date_gmt":"2026-03-16T05:23:52","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=24197"},"modified":"2026-03-16T13:23:52","modified_gmt":"2026-03-16T05:23:52","slug":"kolaborasi-geopark-raja-ampat-dan-sorai-waisai-perkuat-edukasi-geologis-biologis-dan-budaya-bagi-pelajar-waisai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/kolaborasi-geopark-raja-ampat-dan-sorai-waisai-perkuat-edukasi-geologis-biologis-dan-budaya-bagi-pelajar-waisai\/24197\/","title":{"rendered":"Kolaborasi Geopark Raja Ampat dan Sorai Waisai Perkuat Edukasi Geologis, Biologis, dan Budaya Bagi Pelajar Waisai"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gambar1-7.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"416\" class=\"aligncenter size-full wp-image-24198\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gambar1-7.jpg 624w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Gambar1-7-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8212; Di balik keindahan bentang alam Raja Ampat yang dikenal dunia, tersimpan kekayaan geologis, biologis, dan budaya yang merekam sejarah panjang pembentukan bumi serta dinamika interaksi manusia dengan lingkungannya. Kekayaan tersebut terhimpun dalam satu kawasan Taman Bumi (Geopark) Raja Ampat, yang membuka peluang besar bagi penguatan literasi lingkungan, khususnya bagi generasi muda.<\/p>\n<p>Namun demikian, kompleksitas informasi ilmiah mengenai kekayaan Raja Ampat masih relatif asing dalam keseharian pelajar. Hal ini menjadi tantangan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat awam, khususnya peserta didik, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang lebih kontekstual dan mudah dipahami. Oleh sebab itu, Tim KKN-PPM UGM Sorai Waisai Periode II Tahun 2025 berkolaborasi dengan pengelola Geopark Raja Ampat untuk menjawab tantangan tersebut agar pengetahuan yang disampaikan dapat diamalkan.<\/p>\n<p>Geopark Raja Ampat telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark dengan kekayaan batuan sedimen karbonat, kawasan karst, hingga formasi geologi laut purba yang merekam proses terbentuknya Kepulauan Raja Ampat. Kekayaan geologi ini hadir berdampingan dengan keanekaragaman hayati serta nilai budaya lokal yang menjadi identitas kawasan. Seluruh informasi tersebut disajikan secara interaktif di Geopark Information Center (GIC) Raja Ampat melalui panel edukatif dan media visual.<\/p>\n<p>Sebelum merancang program kerja, Tim KKN-PPM UGM melakukan kunjungan bertahap ke geopark untuk memahami materi yang tersedia. Tim mengikuti tur edukatif serta berdiskusi langsung dengan pengelola geopark. Proses ini menjadi kunci dalam mengidentifikasi informasi yang bersifat sangat saintifik sekaligus merumuskan cara menerjemahkannya ke dalam bahasa yang lebih sederhana dan relevan bagi pelajar.<\/p>\n<p>Berangkat dari proses tersebut, Tim merancang rangkaian program edukasi lintas disiplin berbasis pembelajaran pengalaman. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Juli 2025 di Geopark Information Center (GIC), dengan melibatkan pelajar SMPN 14 Waisai. Rangkaian kegiatan diawali dengan tur edukatif yang dipandu langsung oleh pemandu geopark, di mana pelajar mempelajari proses pembentukan bumi, persebaran keanekaragaman hayati, serta budaya Raja Ampat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan program interaktif yang dipandu oleh Tim KKN-PPM UGM.<\/p>\n<p>Nuraldi Laksono, mahasiswa Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata, mengawali kegiatan lintas disiplin melalui program \u201cSchool Goes to Geopark\u201d, yang mengajak pelajar mengunjungi langsung GIC Raja Ampat. Program ini memperkenalkan konsep geopark beserta fungsinya melalui pengalaman belajar langsung, sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kegiatan ini juga mengungkap bahwa informasi mengenai keberadaan dan fungsi Geopark Raja Ampat belum sepenuhnya dikenal di lingkungan pendidikan setempat, sehingga diperlukan upaya publikasi yang lebih luas.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan edukatif yang diinisiasi oleh Saskya Physheta V. T. S., mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah, melalui program \u201cLangkah Kecil, Pengetahuan Besar: Ular Tangga Edukasi Geopark Raja Ampat\u201d. Permainan ini memadukan pengetahuan geologi, biologi, dan budaya dalam metode pembelajaran interaktif. Program ini bertujuan memperkuat pemahaman pelajar mengenai pentingnya konservasi alam agar kesadaran menjaga warisan alam dapat tertanam sejak dini.<\/p>\n<p>Sebagai penutup, Bernadetta Lenty D., mahasiswa Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, menyampaikan materi \u201cPengenalan Valuasi Lingkungan: Menjelajah Harta Karun Terumbu Karang\u201d. Materi ini mengenalkan konsep valuasi lingkungan melalui pendekatan sederhana dengan mengajak pelajar memahami terumbu karang tidak hanya sebagai keindahan alam, tetapi juga sebagai ekosistem yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial bagi masyarakat Raja Ampat.<\/p>\n<p>Selama kegiatan berlangsung, pelajar menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Diskusi, permainan edukatif, dan eksplorasi lapangan menjadi ruang belajar yang mendorong rasa ingin tahu serta partisipasi aktif. Pendekatan ini dinilai efektif dalam memperkenalkan isu lingkungan secara inklusif dan mudah dipahami, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kekayaan alam Raja Ampat bagi generasi mendatang.<\/p>\n<p>Kolaborasi antara Geopark Raja Ampat dan Tim Sorai Waisai tidak berhenti pada kegiatan edukasi. Kerja sama ini turut diwujudkan melalui dukungan Geopark Raja Ampat dalam penyelenggaraan Festival Sorai Waisai, yang menjadi penutup rangkaian KKN-PPM UGM sekaligus bagian dari peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional.<br \/>\nMelalui kemitraan yang berkelanjutan ini, Geopark Raja Ampat dan Tim Sorai\u2013Waisai menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat dilaksanakan secara kolaboratif, berkesinambungan, dan menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan pelajar, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menjaga warisan alam Raja Ampat sebagai bagian dari identitas dan masa depan bersama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8212; Di balik keindahan bentang alam Raja Ampat yang dikenal dunia, tersimpan kekayaan geologis, biologis, dan budaya yang merekam sejarah panjang pembentukan bumi serta dinamika interaksi manusia dengan lingkungannya. Kekayaan tersebut terhimpun dalam satu kawasan Taman Bumi (Geopark) Raja Ampat, yang membuka peluang besar bagi penguatan literasi lingkungan, khususnya bagi generasi muda. Namun demikian, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24198,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-24197","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24197"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24197\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}