{"id":24179,"date":"2026-03-12T14:52:16","date_gmt":"2026-03-12T06:52:16","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=24179"},"modified":"2026-03-12T14:52:16","modified_gmt":"2026-03-12T06:52:16","slug":"pancasila-di-tengah-tantangan-generasi-z-fondasi-persatuan-indonesia-di-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pancasila-di-tengah-tantangan-generasi-z-fondasi-persatuan-indonesia-di-era-digital\/24179\/","title":{"rendered":"Pancasila di Tengah Tantangan Generasi Z: Fondasi Persatuan Indonesia di Era Digital"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pancasila.jpeg\" alt=\"\" width=\"1536\" height=\"1024\" class=\"aligncenter size-full wp-image-24180\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pancasila.jpeg 1536w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pancasila-300x200.jpeg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pancasila-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pancasila-768x512.jpeg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pancasila-750x500.jpeg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Pancasila-1140x760.jpeg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1536px) 100vw, 1536px\" \/><\/p>\n<p>Oleh : <strong>Deha Maha Nur\u2019aeni<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com <\/strong>&#8211; Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi, baik dari segi bahasa, budaya, adat istiadat, maupun agama. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan bangsa yang perlu dijaga melalui semangat persatuan serta sikap toleransi antarmasyarakat Indonesia. Namun, di tengah arus perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, tantangan dalam menjaga persatuan bangsa menjadi semakin kompleks. Generasi Z sebagai generasi yang tumbuh dan berkembang di era digital memiliki peran penting dalam menentukan arah kehidupan sosial di masa depan. Dalam situasi tersebut, nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi yang bersifat fundamental serta berfungsi sebagai pedoman moral dalam menjaga dan memperkuat persatuan serta kesatuan bangsa Indonesia (Amelia dkk., 2023).<\/p>\n<p>Menurut Patimah dkk. (2024), generasi Z merupakan generasi yang tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital. Kehidupan generasi ini sangat dipengaruhi oleh keberadaan media sosial, internet, serta berbagai inovasi teknologi yang memungkinkan akses informasi secara luas dan tanpa batas. Di satu sisi, perkembangan tersebut memberikan dampak positif bagi generasi Z karena membuka peluang besar untuk memperluas pengetahuan, menambah wawasan, serta mengembangkan potensi diri dalam berbagai bidang. Namun, di sisi lain, kemudahan akses informasi melalui media sosial, internet, serta berbagai inovasi teknologi yang tidak selalu terkontrol juga dapat menimbulkan dampak negatif. Fenomena seperti penyebaran informasi hoaks, ujaran kebencian, polarisasi sosial, serta masuknya pengaruh budaya asing sering kali memengaruhi pola pikir masyarakat dan berpotensi menggeser apresiasi terhadap nilai-nilai lokal yang terkandung dalam Pancasila. Kondisi tersebut dapat melemahkan pemahaman serta implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Apabila tidak disikapi dengan bijak, situasi ini berpotensi menimbulkan disintegrasi sosial di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai landasan dan pedoman dalam membangun karakter bangsa. Menurut Putra dkk. (2024), nilai-nilai Pancasila perlu terus diaktualisasikan melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital. Nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan sosial, musyawarah, dan kemanusiaan dapat diintegrasikan dalam berbagai aktivitas di ruang digital. Misalnya, pemanfaatan media sosial seperti YouTube, Instagram, Facebook, TikTok, dan Telegram dapat digunakan untuk memperkuat solidaritas sosial, mendorong munculnya inovasi kreatif di kalangan generasi Z yang berbasis pada kearifan lokal, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab dalam mengelola dan menyebarkan informasi digital. Melalui pendekatan tersebut, Pancasila tidak hanya tetap relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan global.<\/p>\n<p>Dalam konteks ini, pemahaman generasi Z terhadap nilai-nilai Pancasila menjadi hal yang sangat penting untuk mengarahkan mereka agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Menurut Isabella dkk. (2023), salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membangun literasi digital. Literasi digital merupakan elemen penting yang dapat membentuk perilaku individu, khususnya dalam kemampuan mengakses, menyaring, serta memahami informasi yang diperoleh dari media digital. Selain itu, literasi digital juga membantu generasi muda untuk memahami dampak sosial dari aktivitas mereka di dunia maya serta memanfaatkan teknologi untuk kepentingan dan kebaikan bersama.<\/p>\n<p>Selain itu, pemanfaatan media sosial juga dapat menjadi salah satu upaya efektif dalam menyampaikan serta menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi Z dengan cara yang lebih menarik, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan mereka. Melalui media sosial, berbagai kegiatan seperti kampanye digital dapat dilakukan untuk mempromosikan dialog yang konstruktif, sikap empati, serta nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya, kegiatan kampanye digital yang mengangkat tema pendidikan kewarganegaraan, diskusi publik, maupun debat berbahasa Indonesia dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap kritis, kreatif, dan inovatif di kalangan generasi muda. Upaya tersebut dapat menjadi contoh nyata dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (M. P. Dewi dkk., 2024).<\/p>\n<p>Dengan demikian, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara tetap memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Generasi Z sebagai generasi yang hidup di era digital menghadapi berbagai tantangan akibat derasnya arus informasi serta perubahan sosial yang cepat. Oleh karena itu, pemahaman dan penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi hal yang sangat penting agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, serta tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan toleransi. Melalui penguatan literasi digital serta pemanfaatan media sosial secara positif, generasi Z diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjaga persatuan bangsa sekaligus berkontribusi dalam membangun masyarakat Indonesia yang lebih harmonis dan berdaya saing di era global.<\/p>\n<p>Nama : <strong>Deha Maha Nur\u2019aeni<\/strong><br \/>\nNIM : 2530106016<br \/>\nProdi : Tadris Biologi<br \/>\nNama Perguruan Tinggi : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC)<br \/>\nDosen Pengampu : Wisnu Hatami, M. Pd<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>\nAmelia,  R.,  Nur,  P.,  Linashar,  A.,  Truvadi,  R.,  Trinita,  A.,  Fauzi,  I.,  &#038; Salam,  B.  (2023). Peran pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter bangsa Indonesia: Tinjauan dan implikasi. Advances in Social Humanities Research, 1(4), 501\u2013510.<br \/>\n     https:\/\/doi.org\/10.46799\/ADV.V1I4.54<\/p>\n<p>Dewi,  M.  P.,  Fauziah,  N.,  &#038;  Faroka,  H.  (2024).  Membangun  toleransi  dan  menghargai keberagaman dalam era digital pada pembelajaran PKN SD. Jurnal Pendidikan Inovatif, 6(3). https:\/\/journalpedia.com\/1\/index.php\/jpi\/article\/view\/1906<\/p>\n<p>Isabella,  I.,  Iriyani,  A.,  &#038;  Lestari,  D.  P.  (2023).  Literasi  digital  sebagai  upaya  membangun karakter   masyarakat   digital.   Jurnal   Pemerintahan   dan   Politik,   8(3),   167\u2013172. https:\/\/doi.org\/10.36982\/JPG.V8I3.3236<\/p>\n<p>Patimah, S., Manusiwa, G. A. J., Nazmah, N., Pratama, S. S., Abidin, A. Z., Zenitadion, V., Sudirwo,  S.,  &#038;  Faidah,  A.  N.  (2024).  Membangun  jiwa  wirausaha  generasi  muda: Implementasi  program  pengabdian  masyarakat  melalui  sosialisasi  kewirausahaan  bagi generasi  Z  di  wilayah  Banjarmasin.  Jurnal  Pengabdian  Sosial,  2(2),  2579\u20132585. https:\/\/doi.org\/10.59837\/2F7DRM16<\/p>\n<p>Putra,  F.  S.  D.,  Musa,  M.,  &#038;  Febrian,  A.  (2024).  Implementasi  nilai-nilai  Pancasila  dalam etika kerja di industri: Perspektif bahasa Indonesia sebagai medium komunikasi. JP3M: Jurnal   Pendidikan,   Pembelajaran   dan   Pemberdayaan   Masyarakat,   6(2),   646\u2013655. https:\/\/doi.org\/10.37577\/JP3M.V6I2.837<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Deha Maha Nur\u2019aeni JurnalPost.com &#8211; Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi, baik dari segi bahasa, budaya, adat istiadat, maupun agama. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan bangsa yang perlu dijaga melalui semangat persatuan serta sikap toleransi antarmasyarakat Indonesia. Namun, di tengah arus perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, tantangan dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24180,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[184],"tags":[],"class_list":["post-24179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24179"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24179\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}