{"id":23742,"date":"2026-02-05T14:29:12","date_gmt":"2026-02-05T06:29:12","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23742"},"modified":"2026-02-05T14:29:12","modified_gmt":"2026-02-05T06:29:12","slug":"menanamkan-etika-dan-personal-grooming-sejak-dini-di-sdn-tulusrejo-kota-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/menanamkan-etika-dan-personal-grooming-sejak-dini-di-sdn-tulusrejo-kota-malang\/23742\/","title":{"rendered":"Menanamkan Etika dan Personal Grooming Sejak Dini di SDN Tulusrejo, Kota Malang"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Capture.jpg\" alt=\"\" width=\"1354\" height=\"754\" class=\"aligncenter size-full wp-image-23744\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Capture.jpg 1354w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Capture-300x167.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Capture-1024x570.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Capture-768x428.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Capture-750x418.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Capture-1140x635.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1354px) 100vw, 1354px\" \/><\/p>\n<p>Oleh:<br \/>\n<strong>Mahasiswa KKN Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya yang dilaksanakan di Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, berfokus pada kegiatan edukatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu program yang dijalankan adalah sosialisasi etika dan personal grooming bagi siswa sekolah dasar di SDN 1, SDN 2, dan SDN 4 Tulusrejo. Kegiatan ini dirancang untuk membantu menanamkan nilai sopan santun, kedisiplinan, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian diri sejak usia dini.<\/p>\n<p>Sebagai wilayah perkotaan, Kelurahan Tulusrejo memiliki fasilitas pendidikan dasar yang cukup memadai. Sekolah dasar di wilayah ini memegang peranan penting dalam membentuk kebiasaan dan perilaku anak. Namun, berdasarkan pengamatan awal mahasiswa KKN, masih ditemukan beberapa kebiasaan siswa yang perlu mendapat penguatan, khususnya dalam hal etika berkomunikasi di lingkungan sekolah serta penerapan kebiasaan hidup bersih dan rapi. Kondisi tersebut menjadi dasar penyusunan program sosialisasi yang dikemas secara sederhana, interaktif, dan sesuai dengan karakter siswa sekolah dasar.<\/p>\n<p>Kegiatan sosialisasi etika dan personal grooming dilaksanakan pada Rabu dan Kamis, 22 dan 23 Januari 2026. Pelaksanaan dilakukan di tiga sekolah dasar dengan penyesuaian waktu agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Di SDN 4 Tulusrejo, kegiatan berlangsung pukul 08.00\u201309.30 WIB, dilanjutkan di SDN 2 Tulusrejo pukul 09.00\u201310.30 WIB, dan di SDN 1 Tulusrejo pada pukul 13.00\u201314.30 WIB. Penjadwalan tersebut disepakati bersama pihak sekolah demi efektivitas kegiatan.<\/p>\n<p>Materi etika yang disampaikan meliputi sikap sopan santun kepada guru, orang tua, tenaga kependidikan, serta sesama teman. Siswa juga diajak memahami pentingnya menggunakan bahasa yang baik dalam berkomunikasi, seperti membiasakan mengucapkan salam, meminta izin dengan sopan, serta mengucapkan kata \u201ctolong\u201d dan \u201cterima kasih\u201d dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang ringan dan contoh-contoh yang dekat dengan keseharian siswa, sehingga mudah dipahami dan diingat.<\/p>\n<p>Untuk membuat suasana lebih hidup, mahasiswa menggunakan pendekatan interaktif melalui diskusi singkat dan contoh perilaku yang sering ditemui di sekolah. Siswa diajak membedakan perilaku yang baik dan kurang baik, sehingga mereka tidak hanya memahami etika secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata.<\/p>\n<p>Selain etika, materi personal grooming menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Personal grooming yang disampaikan mencakup kebiasaan menjaga kebersihan dan kerapian diri, seperti mandi secara teratur, menggosok gigi dengan benar, mencuci tangan pada waktu-waktu penting, menjaga kebersihan kuku dan rambut, serta mengenakan seragam sekolah yang bersih dan rapi. Materi ini diberikan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan diri merupakan tanggung jawab pribadi yang berdampak pada kesehatan dan kenyamanan bersama.<\/p>\n<p>Mahasiswa KKN juga memberikan contoh langsung, seperti praktik mencuci tangan yang benar, serta menjelaskan manfaat menjaga kebersihan diri, antara lain untuk mencegah penyakit dan meningkatkan rasa percaya diri. Metode praktik dipilih karena siswa sekolah dasar cenderung lebih mudah memahami materi melalui kegiatan langsung. Dengan keterlibatan aktif siswa, diharapkan kebiasaan positif tersebut dapat tertanam dan diterapkan secara berkelanjutan, baik di sekolah maupun di rumah.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/sasas.jpg\" alt=\"\" width=\"995\" height=\"760\" class=\"aligncenter size-full wp-image-23743\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/sasas.jpg 995w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/sasas-300x229.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/sasas-768x587.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/sasas-750x573.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 995px) 100vw, 995px\" \/><\/p>\n<p>Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan yang positif dari pihak sekolah. Guru-guru menilai bahwa sosialisasi etika dan personal grooming sejalan dengan program pendidikan karakter yang selama ini diterapkan. Kehadiran mahasiswa KKN juga memberikan suasana baru dalam pembelajaran nonformal, sehingga siswa terlihat lebih antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan.<\/p>\n<p>Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan sikap tertib dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab maupun praktik. Beberapa siswa mulai menunjukkan perubahan sikap, seperti berinteraksi dengan bahasa yang lebih sopan dan memperhatikan kebersihan serta kerapian diri. Meskipun perubahan ini masih bersifat awal, hal tersebut menjadi indikasi positif dari dampak kegiatan yang dilaksanakan.<\/p>\n<p>Bagi mahasiswa KKN, kegiatan sosialisasi ini menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu dan keterampilan secara langsung di masyarakat. Mahasiswa belajar bahwa pendidikan karakter membutuhkan pendekatan yang komunikatif, sabar, dan konsisten agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak.<\/p>\n<p>Pemilihan materi etika dan personal grooming didasarkan pada pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini. Masa sekolah dasar merupakan tahap awal perkembangan kepribadian anak, sehingga nilai-nilai dasar seperti sopan santun, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap kebersihan diri perlu ditanamkan secara berkelanjutan. Etika menjadi fondasi perilaku anak dalam berinteraksi, sedangkan personal grooming berkaitan langsung dengan kesehatan, kenyamanan, dan rasa percaya diri.<\/p>\n<p>Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa KKN melakukan pengamatan awal di SDN 1, SDN 2, dan SDN 4 Tulusrejo. Dari pengamatan tersebut, ditemukan beberapa siswa yang masih kurang rapi dalam berpenampilan serta belum terbiasa menggunakan bahasa yang sopan dalam berinteraksi. Setelah sosialisasi dilaksanakan, mahasiswa kembali melakukan evaluasi melalui pengamatan langsung dan post-test sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan positif, seperti penampilan siswa yang lebih rapi dan penggunaan bahasa yang lebih sopan dalam berkomunikasi.<\/p>\n<p>Perubahan ini menunjukkan bahwa sosialisasi etika dan personal grooming memberikan dampak yang baik bagi siswa sekolah dasar. Meski masih memerlukan pembiasaan lanjutan, hasil tersebut menjadi langkah awal yang positif dalam pembentukan karakter anak. Keberlanjutan program ini tentu membutuhkan peran aktif sekolah dan dukungan orang tua di lingkungan rumah.<br \/>\nSecara keseluruhan, kegiatan sosialisasi etika dan personal grooming di SDN 1, SDN 2, dan SDN 4 Tulusrejo merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya dalam mendukung pendidikan karakter dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta membantu menciptakan generasi muda yang beretika, disiplin, dan peduli terhadap kebersihan diri.<\/p>\n<p>Muhammad Rizqi Tazkia Siregar<br \/>\nMahasiswa KKN Universitas Brawijaya<br \/>\n#VokasiUB #FakultasVokasi #UniversitasBrawijaya #KKNVokasiUB2026 #PendidikanVokasi #VokasiKuatMenguatkanIndonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Mahasiswa KKN Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya JurnalPost.com &#8211; Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya yang dilaksanakan di Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, berfokus pada kegiatan edukatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu program yang dijalankan adalah sosialisasi etika dan personal grooming bagi siswa sekolah dasar di SDN 1, SDN [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23744,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-23742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23742","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23742"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23742\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}