{"id":23698,"date":"2026-02-03T21:25:20","date_gmt":"2026-02-03T13:25:20","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23698"},"modified":"2026-02-03T21:25:55","modified_gmt":"2026-02-03T13:25:55","slug":"air-mata-dan-doa-mengiringi-kepulangan-relawan-uar-dari-aceh-tamiang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/air-mata-dan-doa-mengiringi-kepulangan-relawan-uar-dari-aceh-tamiang\/23698\/","title":{"rendered":"Air Mata dan Doa Mengiringi Kepulangan Relawan UAR dari Aceh Tamiang"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-23699\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Air-Mata-dan-Doa.webp\" alt=\".Air Mata dan Doa\" width=\"628\" height=\"419\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Air-Mata-dan-Doa.webp 628w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Air-Mata-dan-Doa-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 628px) 100vw, 628px\" \/><\/p>\n<p><strong>ACEH TAMIANG, JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Usai digelar Tabligh Akbar Penutupan Misi Kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) di Masjid Darul Mukhlisin, Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Ahad (1\/2\/2026),\u00a0 para relawan mulai meninggalkan Bumi Serambi Mekkah yang mereka cintai. Bukan sekadar pulang, tetapi membawa kenangan, ikatan ukhuwah, dan rasa haru yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.<\/p>\n<p>Senin 2 Februari 2026, 45 personel UAR yang berasal dari Pekanbaru, Palembang dan wilayah Pulau Jawa beranjak dari Posko Utama Masjid Al-Ikhwan Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang menuju Posko Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Mereka menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam menggunakan dua truk TNI-AD Kodim 0117 Aceh Tamiang.<\/p>\n<p>Di balik deru mesin truk dan lambaian tangan, tersimpan rasa berat meninggalkan Aceh. Keramahan warga, kebersamaan di medan bencana, serta ikatan persaudaraan antarrelawan menjadi bagian yang sulit dilepaskan. Sejumlah warga terlihat mengantar kepulangan relawan dengan mata berkaca-kaca.<\/p>\n<p>\u201cFii amanillah,\u201d ucap beberapa warga saat truk-truk relawan mulai bergerak meninggalkan lokasi.<\/p>\n<p>Dari atas truk, seorang relawan menjawab dengan suara bergetar, \u201cAamiin. Insya Allah kita bertemu karena Allah dan berpisah juga karena Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala. Rasanya sedih meninggalkan Aceh, semoga Aceh cepat pulih.\u201d<\/p>\n<p>Ungkapan haru juga datang dari Supriadi, relawan UAR asal Lampung yang telah lebih dulu kembali ke tempat tinggalnya. Melalui pesan yang dibagikan kepada sesama relawan, ia menyampaikan salam perpisahan penuh cinta.<\/p>\n<p>\u201cSaudaraku semua, saya mengucap selamat jalan. Semoga selamat sampai tujuan dan mohon maaf atas segala kekhilafan, salah kata, serta perilaku yang tidak berkenan selama kita berada di medan bencana. Saya cinta kalian semua,\u201d tulisnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Tulus Wijaya dari relawan UAR Kalimantan Barat, menyampaikan pesan panjang yang menggambarkan betapa kuatnya ikatan yang terbangun selama misi kemanusiaan berlangsung.<\/p>\n<p>\u201cBukan akhir dari perjuangan, hanya jeda dari kebersamaan. Perpisahan ini hanyalah secara fisik, bukan hati dan niat. Ukhuwah yang terbangun di medan rescue insya Allah tetap terjaga hingga akhir hayat,\u201d tulisnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa kebersamaan dalam lelah, hujan, dan doa telah menjadikan para relawan bukan sekadar rekan, melainkan keluarga. \u201cJika hari ini kita berpisah, itu karena tugas, bukan karena hati. Semoga Allah menjaga langkah kita di mana pun berada dan menerima setiap amal perjuangan kita sebagai ibadah. Aamiin,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Setelah menginap semalam di Tanjung Pura, para relawan melanjutkan perjalanan pulang ke tempat masing-masing. \u201cSatu relawan pulang ke Teluk Kuantan (Riau) dan 13 relawan ke Palembang, semua naik bus. Sedangkan 31 personel UAR kembali ke Jakarta menggunakan Kapal KM Kelud melalui Pelabuhan Belawan,\u201d ujar Kader Munir, Ketua UAR Korda Tanjung Pura, Selasa (3\/2\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Sekretaris Divisi Penanggulangan Bencana (PB) UAR, M. Tri Habibie, Kapal PELNI yang membawa 31 relawan UAR diperkirakan akan berlabuh di Tanjung Periok, Jum\u2019at 6 Februari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.<\/p>\n<p>Kepulangan para relawan UAR menandai berakhirnya satu fase pengabdian, namun tidak memutus semangat kemanusiaan dan persaudaraan yang telah terjalin selama amal sholih di lokasi bencana.<\/p>\n<p>Dari Aceh Tamiang, mereka membawa pulang lebih dari sekadar cerita, yakni pelajaran tentang keikhlasan, persatuan, dan cinta sesama manusia (ukhuwah) yang semakin tumbuh di medan pengabdian. <strong>[am]<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH TAMIANG, JurnalPost.com &#8211; Usai digelar Tabligh Akbar Penutupan Misi Kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) di Masjid Darul Mukhlisin, Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Ahad (1\/2\/2026),\u00a0 para relawan mulai meninggalkan Bumi Serambi Mekkah yang mereka cintai. Bukan sekadar pulang, tetapi membawa kenangan, ikatan ukhuwah, dan rasa haru yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23699,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[278],"class_list":["post-23698","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-uar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23698","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23698"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23698\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23699"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23698"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23698"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23698"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}