{"id":23500,"date":"2026-01-17T09:11:46","date_gmt":"2026-01-17T01:11:46","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23500"},"modified":"2026-01-17T09:11:46","modified_gmt":"2026-01-17T01:11:46","slug":"konsolidasi-pkr-banten-ketika-politik-ekonomi-kerakyatan-dimulai-dari-penguatan-struktur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/konsolidasi-pkr-banten-ketika-politik-ekonomi-kerakyatan-dimulai-dari-penguatan-struktur\/23500\/","title":{"rendered":"Konsolidasi PKR Banten: Ketika Politik Ekonomi Kerakyatan Dimulai dari Penguatan Struktur"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-17-at-8.28.05-AM.jpeg\" alt=\"\" width=\"406\" height=\"279\" class=\"aligncenter size-full wp-image-23501\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-17-at-8.28.05-AM.jpeg 406w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/WhatsApp-Image-2026-01-17-at-8.28.05-AM-300x206.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 406px) 100vw, 406px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Rapat Konsolidasi dan Koordinasi DPW Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) Provinsi Banten yang berlangsung pada hari Jumat (16\/01) menandai momentum penting bagi partai politik pendatang baru dalam peta perpolitikan nasional. Bukan sekadar agenda rutin, pertemuan yang digelar dalam suasana kekeluargaan ini menghadirkan perwakilan DPP PKR, yakni Ketua Bidang Perekonomian dan Ekonomi Kreatif, Jermin Yohanis Tiran, yang memberikan penekanan kuat pada pentingnya konsolidasi sebagai fondasi agenda ekonomi kerakyatan.<\/p>\n<p>Kehadiran Jermin Yohanis Tiran dalam konsolidasi DPW PKR Banten bukan tanpa alasan strategis. Sebagai pengurus DPP yang membidangi perekonomian, ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi rakyat tidak bisa berjalan tanpa struktur politik yang kuat dan tertata. &#8220;Ekonomi kerakyatan dan struktur organisasi politik adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan,&#8221; ungkap Jermin, menekankan visi PKR yang berbeda dari partai-partai konvensional.<\/p>\n<p>Pemilihan Banten sebagai fokus konsolidasi memiliki signifikansi tersendiri. Provinsi dengan dinamika industri yang masif namun kesenjangan ekonomi yang nyata ini menjadi representasi tantangan yang dihadapi PKR dalam mewujudkan agenda ekonomi kerakyatannya. Jermin melihat penguatan DPD di Banten sebagai prasyarat pelaksanaan program ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM.<\/p>\n<p>&#8220;Banten membutuhkan partai politik yang tidak hanya fasih berretorika, tetapi mampu hadir dengan solusi sistematis,&#8221; kata Jermin, menggarisbawahi bahwa tanpa struktur solid di daerah, program-program seperti pendampingan UMKM atau identifikasi potensi ekonomi kreatif lokal akan sulit terwujud.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, Ketua DPW PKR Banten, Ujang Supendi, menekankan bahwa konsolidasi ini juga berfungsi sebagai upaya penataan administrasi dan legitimasi kepengurusan. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa PKR hadir sebagai partai yang taat hukum, siap mengikuti kontestasi demokrasi, dan mampu mempertanggungjawabkan mandat rakyat secara institusional.<\/p>\n<p>Yang menarik dari pendekatan PKR adalah penekanannya pada politik humanis sebagai basis ekonomi yang adil. Bung JT \u2013 sapaan akrab Jermin Yohanis Tiran menegaskan bahwa pendekatan kekeluargaan yang diterapkan bukan sekadar gimmick politik, melainkan strategi fundamental dalam membangun kepercayaan dengan rakyat.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika partai membangun relasi yang sehat dengan rakyat, kebijakan ekonomi yang dihasilkan akan mencerminkan kebutuhan riil mereka\u2014bukan kepentingan segelintir elite,&#8221; jelas Jermin. Ia menekankan bahwa PKR hadir tidak untuk menguasai ekonomi rakyat, tetapi memberdayakannya melalui pendekatan yang berbasis kepercayaan, bukan transaksi sesaat.<br \/>\nPendekatan ini menjadi pembeda penting di tengah praktik politik transaksional yang selama ini menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan. Konsolidasi yang digelar dalam suasana dialog terbuka mencerminkan karakter PKR yang menempatkan solidaritas, kesetaraan, dan partisipasi kader sebagai fondasi utama gerakan politiknya.<\/p>\n<p>Pernyataan paling tegas dari konsolidasi ini adalah tekad PKR untuk &#8220;masuk ke dalam sistem, bukan sekadar menjadi penonton.&#8221; Jermin meyakini ini sebagai satu-satunya jalan menghadirkan keadilan ekonomi. &#8220;Regulasi yang berpihak pada UMKM, akses permodalan yang adil, dan pengembangan ekonomi kreatif hanya bisa diperjuangkan dari dalam lembaga legislatif dan eksekutif,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Pernyataan ini menunjukkan kesadaran strategis bahwa perubahan kebijakan yang berpihak kepada rakyat hanya mungkin dilakukan jika partai memiliki posisi strategis dalam pemerintahan dan lembaga perwakilan. PKR tidak ingin berhenti pada kritik dari luar, tetapi berjuang dari dalam sistem dengan tetap menjaga keberpihakan kepada rakyat sebagai kompas utama.<\/p>\n<p>Bagi Jermin, ini bukan sekadar retorika. Sebagai Ketua Bidang Perekonomian dan Ekonomi Kreatif, ia menjamin bahwa setiap struktur yang dibangun akan menjadi instrumen perjuangan ekonomi rakyat yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. &#8220;Kami tidak cukup puas menjadi pengkritik\u2014kami hadir untuk menjadi pembuat kebijakan yang berdaulat dan berpihak,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Konsolidasi struktural yang digalakkan PKR di Banten menunjukkan bahwa partai ini tidak ingin tumbuh secara instan atau elitis. Sebaliknya, PKR memilih jalan yang lebih panjang: melalui proses organisasi yang tertata, sah secara administratif, dan kuat secara ideologis.<\/p>\n<p>Penegasan ini sekaligus menjadi jawaban atas skeptisisme publik terhadap partai-partai baru yang kerap hadir tanpa kesiapan struktur dan agenda yang jelas. Dengan kepemimpinan Ketua Umum Tuntas Subagyo dan konsolidasi yang terus diperkuat di daerah, PKR menunjukkan keseriusan untuk menjadi alternatif politik yang kredibel.<\/p>\n<p>&#8220;Konsolidasi Banten adalah bukti bahwa PKR membangun kekuatan politik dari bawah ke atas, bukan sebaliknya,&#8221; kata Jermin. Ia menekankan bahwa ekonomi kerakyatan yang diperjuangkan PKR bukan utopia, melainkan agenda konkret yang akan diwujudkan langkah demi langkah, dimulai dari penguatan struktur di daerah.<\/p>\n<p>Rapat konsolidasi DPW PKR Banten pada akhirnya menegaskan satu pesan penting: politik kerakyatan hanya bisa diwujudkan melalui organisasi yang solid, kepemimpinan yang visioner, dan keberanian untuk memperjuangkan kepentingan rakyat di dalam sistem kekuasaan itu sendiri.<\/p>\n<p>Jermin merangkum formula ini dengan sederhana namun tegas: &#8220;Politik humanis, struktur yang solid, dan keberanian masuk sistem\u2014inilah yang akan membawa perubahan sesungguhnya bagi rakyat Indonesia.&#8221;<\/p>\n<p>Bagi PKR, konsolidasi bukan sekadar ritual organisasi, melainkan investasi jangah panjang untuk memastikan bahwa ketika mereka berbicara tentang kedaulatan rakyat dalam ekonomi, mereka memiliki instrumen politik yang nyata untuk mewujudkannya. Dan Banten, dengan segala kompleksitasnya, menjadi titik awal perjalanan panjang menuju Indonesia yang lebih adil dan berdaulat secara ekonomi.<\/p>\n<p><em>Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) didirikan dengan visi mewujudkan demokrasi yang lebih adil, inklusif, dan berdaulat, dengan fokus khusus pada pemberdayaan ekonomi rakyat dan ekonomi kreatif.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Rapat Konsolidasi dan Koordinasi DPW Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) Provinsi Banten yang berlangsung pada hari Jumat (16\/01) menandai momentum penting bagi partai politik pendatang baru dalam peta perpolitikan nasional. Bukan sekadar agenda rutin, pertemuan yang digelar dalam suasana kekeluargaan ini menghadirkan perwakilan DPP PKR, yakni Ketua Bidang Perekonomian dan Ekonomi Kreatif, Jermin Yohanis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23501,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-23500","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23500"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23500\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}