{"id":2350,"date":"2023-06-15T18:32:03","date_gmt":"2023-06-15T10:32:03","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=2350"},"modified":"2023-07-09T18:38:53","modified_gmt":"2023-07-09T10:38:53","slug":"sama-sama-negara-komunis-tapi-mengapa-china-lebih-maju-daripada-korea-utara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/sama-sama-negara-komunis-tapi-mengapa-china-lebih-maju-daripada-korea-utara\/2350\/","title":{"rendered":"Sama-sama negara Komunis!! tapi mengapa China lebih maju daripada Korea Utara?"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <strong>M. Hanif Abiyyu Handana<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; China dan Korea Utara adalah dua negara dengan sistem komunis yang masih bertahan hingga saat ini. Namun, ketika melihat perkembangan dan kemajuan ekonomi serta teknologi, China jelas lebih maju daripada Korea Utara. Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan, mengapa China bisa mencapai kemajuan yang signifikan sedangkan Korea Utara masih terbelakang? Artikel ini akan mengulas beberapa faktor yang membedakan kedua negara tersebut.<\/p>\n<p><strong>Faktor pertama<\/strong><br \/>\nAlasan pertama  yang mempengaruhi kemajuan China adalah kebijakan reformasi dan pembukaan yang diterapkan oleh Deng Xiaoping pada akhir tahun 1970-an. Deng Xiaoping melihat perlunya perubahan dalam sistem ekonomi dan mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis. China mulai mengizinkan investasi asing dan mendorong pembentukan kawasan-kawasan ekonomi khusus. Kebijakan ini membuka pintu bagi teknologi, modal, dan keahlian asing untuk masuk ke China, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat. Sementara itu, Korea Utara tetap mengikuti model sosialis yang lebih tertutup dan terisolasi, dengan membatasi hubungan ekonomi dan investasi asing. Pembatasan ini menghambat akses mereka terhadap sumber daya dan teknologi yang diperlukan untuk kemajuan ekonomi.<\/p>\n<p><strong>Faktor kedua<\/strong><br \/>\nAlasan kedua adalah perbedaan dalam sektor pertanian dan industri. China telah melakukan transformasi yang signifikan dalam sektor pertanian dengan mengadopsi kebijakan desa menjadi kota. Pada awal reformasi, China memperkenalkan sistem kontrak tanah di mana petani diberi hak untuk mengelola lahan mereka sendiri dan menjual hasil panen mereka di pasar bebas. Hal ini mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan petani. Di sisi lain, Korea Utara masih mengandalkan sektor pertanian yang terpusat pada negara dan belum menerapkan reformasi serupa. Kurangnya investasi dan inovasi dalam sektor pertanian di Korea Utara telah menyebabkan masalah kekurangan pangan dan ketergantungan pada bantuan pangan internasional.<\/p>\n<p>Selain itu, China juga berhasil mengembangkan sektor industri yang kuat dengan fokus pada manufaktur dan ekspor. Mereka telah menarik investasi asing dengan menawarkan tenaga kerja murah dan infrastruktur yang baik. China juga aktif dalam mengembangkan teknologi dan inovasi dalam berbagai sektor, termasuk teknologi informasi dan komunikasi, transportasi, energi, dan manufaktur. Korea Utara, di sisi lain, menghadapi sanksi internasional yang membatasi kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam perdagangan internasional dan memperoleh teknologi baru. Selain itu, fokus Korea Utara pada pengembangan senjata nuklir dan program rudal telah mengalihkan sumber daya dan perhatian dari pembangunan ekonomi.<\/p>\n<p><strong>Faktor Ketiga<\/strong><br \/>\nTerakhir adalah perbedaan dalam hubungan internasional. China telah berhasil menjalin hubungan ekonomi yang kuat dengan berbagai negara di seluruh dunia. Mereka menjadi pusat produksi global dan menarik investasi dari berbagai perusahaan multinasional. China juga menjadi anggota World Trade Organization (WTO) pada tahun 2001, yang membuka akses pasar global bagi produk-produk China. Di sisi lain, Korea Utara telah terisolasi secara politik dan ekonomi karena pelanggaran hak asasi manusia dan program senjata nuklirnya. Sanksi internasional yang diberlakukan oleh PBB dan negara-negara lain telah membatasi kemampuan Korea Utara untuk berpartisipasi dalam perdagangan internasional dan berinteraksi dengan negara lain secara luas.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, perbedaan kemajuan antara China dan Korea Utara dapat dijelaskan oleh faktor-faktor seperti kebijakan reformasi dan pembukaan, sektor pertanian dan industri yang berbeda, inovasi dan investasi dalam teknologi, serta hubungan internasional. Meskipun kedua negara memiliki latar belakang komunis, China telah mengambil langkah-langkah yang lebih progresif dalam memperbaiki ekonomi dan mengembangkan sektor industri. Sementara itu, Korea Utara masih terjebak dalam isolasi dan terkendala oleh sanksi internasional.(HANIF)<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"W8kCKhVbHX\"><p><a href=\"https:\/\/blueraycargo.id\/article\/2022\/10\/18\/china-negara-maju-atau-berkembang\/\">China Negara Maju atau Berkembang? Ini dia Penjelasannya!<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;China Negara Maju atau Berkembang? Ini dia Penjelasannya!&#8221; &#8212; BluerayCargo.ID | Jasa Forwarder Import\" src=\"https:\/\/blueraycargo.id\/article\/2022\/10\/18\/china-negara-maju-atau-berkembang\/embed\/#?secret=fF8TpKBc7y#?secret=W8kCKhVbHX\" data-secret=\"W8kCKhVbHX\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>https:\/\/intisari.grid.id\/read\/031877941\/dikenal-sebagai-negara-miskin-dan-terbelakang-nyatanya-beginilah-kondisi-ekonomi-korea-utara-sesungguhnya-anda-akan-terkejut?page=all<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: M. Hanif Abiyyu Handana JurnalPost.com &#8211; China dan Korea Utara adalah dua negara dengan sistem komunis yang masih bertahan hingga saat ini. Namun, ketika melihat perkembangan dan kemajuan ekonomi serta teknologi, China jelas lebih maju daripada Korea Utara. Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan, mengapa China bisa mencapai kemajuan yang signifikan sedangkan Korea Utara masih terbelakang? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2350","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2350"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2350\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}