{"id":23480,"date":"2026-01-16T21:52:51","date_gmt":"2026-01-16T13:52:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23480"},"modified":"2026-01-16T21:52:51","modified_gmt":"2026-01-16T13:52:51","slug":"implementasi-teknologi-tepat-guna-universitas-17-agustus-1945-surabaya-gelar-pelatihan-pembuatan-dan-penggunaan-mesin-cetak-adonan-samiler","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/implementasi-teknologi-tepat-guna-universitas-17-agustus-1945-surabaya-gelar-pelatihan-pembuatan-dan-penggunaan-mesin-cetak-adonan-samiler\/23480\/","title":{"rendered":"Implementasi Teknologi Tepat Guna, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Gelar pelatihan Pembuatan dan Penggunaan Mesin Cetak Adonan Samiler"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-110.jpg\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"451\" class=\"alignnone size-full wp-image-23482\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-110.jpg 602w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-110-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk &#8220;Penerapan Teknologi Tepat Guna melalui Pelatihan Penggunaan dan Pembuatan Mesin Cetak Adonan Samiler&#8221;. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada 7-18 Januari 2026. <\/p>\n<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas masyarakat dalam mengolah pangan tradisional, khususnya samiler. Selama ini, proses pencetakan adonan samiler masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lama, tenaga besar, serta menghasilkan bentuk adonan yang kurang seragam. Melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin cetak adonan samiler, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas hasil olahan. <\/p>\n<p>Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Peserta diberikan pemahaman mengenai konsep teknologi tepat guna, pengenalan komponen mesin cetak adonan samiler, serta prinsip kerja alat. Selain itu, masyarakat juga dilibatkan secara langsung dalam proses pembuatan sederhana mesin cetak adonan hingga praktik penggunaan alat dalam proses pencetakan samiler. <\/p>\n<p>Kegiatan ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Rizki Dwi Bakhtiar Surin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang berperan dalam mengarahkan jalannya kegiatan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tujuan pengabdian. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa lintas program studi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yaitu Lufvi Selvia Febrianti nbi 122230054 (Akuntansi), Kharisma Aprilia nbi 1462200060 (Teknik Informatika), Indra Ainul Rochim nbi 1412200212 (Teknik Industri), Akbar Satya Putra nbi 1412200035 (Teknik Industri), dan Antonio C. F. Botoor nbi 1412300050 (Teknik Industri). <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-48.jpg\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"664\" class=\"alignnone size-full wp-image-23481\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-48.jpg 602w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-48-272x300.jpg 272w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/p>\n<p>Selama pelatihan berlangsung, antusiasme masyarakat Desa Penanggungan terlihat cukup tinggi. Peserta aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari penjelasan teori hingga praktik langsung penggunaan mesin cetak adonan samiler. Kehadiran mesin cetak adonan ini dinilai mampu mempercepat proses produksi, mengurangi beban kerja, serta menghasilkan cetakan adonan yang lebih rapi dan seragam. <\/p>\n<p>Masyarakat setempat menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru dan membuka wawasan mengenai pemanfaatan teknologi sederhana yang aplikatif dalam usaha pangan tradisional. Dengan adanya mesin cetak adonan samiler, masyarakat berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi serta mengembangkan usaha samiler secara lebih berkelanjutan. <\/p>\n<p>Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Penerapan teknologi tepat guna melalui pelatihan mesin cetak adonan samiler diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk &#8220;Penerapan Teknologi Tepat Guna melalui Pelatihan Penggunaan dan Pembuatan Mesin Cetak Adonan Samiler&#8221;. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada 7-18 Januari 2026. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23482,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-23480","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23480"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23480\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}