{"id":23467,"date":"2026-01-16T19:05:40","date_gmt":"2026-01-16T11:05:40","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23467"},"modified":"2026-01-16T19:05:40","modified_gmt":"2026-01-16T11:05:40","slug":"inovasi-pengolahan-ubi-oleh-mahasiswa-kkn-untag-surabaya-mendorong-kemandirian-ekonomi-ibu-ibu-pkk-desa-pacet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/inovasi-pengolahan-ubi-oleh-mahasiswa-kkn-untag-surabaya-mendorong-kemandirian-ekonomi-ibu-ibu-pkk-desa-pacet\/23467\/","title":{"rendered":"Inovasi Pengolahan Ubi oleh Mahasiswa KKN Untag Surabaya Mendorong Kemandirian Ekonomi Ibu-ibu PKK Desa Pacet"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_23469\" aria-describedby=\"caption-attachment-23469\" style=\"width: 1430px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-107.jpg\" alt=\"\" width=\"1430\" height=\"779\" class=\"size-full wp-image-23469\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-107.jpg 1430w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-107-300x163.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-107-1024x558.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-107-768x418.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-107-750x409.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-107-1140x621.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1430px) 100vw, 1430px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-23469\" class=\"wp-caption-text\">(Foto saat kegiatan Bersama ibu-ibu PKK Desa Pacet Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Pacet, Mojokerto, JurnalPost.com<\/strong> \u2014 Kelompok sub 7 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) R 5 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperkenalkan inovasi dalam pengolahan ubi sebagai upaya untuk memberdayakan perekonomian masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK di Desa Pacet. Dalam program KKN, para mahasiswa ini mengolah ubi lokal menjadi tiga jenis produk yang memiliki nilai jual, yaitu brownies ubi, bola ubi, dan gabin ubi.<\/p>\n<p>Ubi dipilih karena merupakan hasil pertanian yang tersedia melimpah di daerah desa, kaya akan nutrisi, dan memiliki potensi besar untuk dijadikan berbagai produk kreatif. Namun, selama ini, penggunaannya cenderung terbatas pada konsumsi sederhana. Menyadari adanya kesempatan ini, mahasiswa KKN berupaya tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga menyusun rencana bisnis yang mudah dipahami dan dapat diterapkan oleh kelompok PKK.<\/p>\n<p>Dalam rencana bisnis yang diusulkan, para mahasiswa menjelaskan dengan ringkas langkah-langkah dalam usaha, dimulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi yang efisien, hingga metode pengemasan produk yang menarik. Brownies ubi dikembangkan sebagai produk premium buatan rumah dengan rasa modern, bola ubi sebagai camilan praktis bagi semua usia, dan gabin ubi sebagai makanan tradisional yang dikemas dengan gaya yang lebih kontemporer.<\/p>\n<p>Dari perspektif penghitungan biaya, mahasiswa menilai bahwa investasi dalam usaha relatif mudah dijangkau karena bahan baku dapat ditemukan di sekitar desa. Dengan manajemen yang baik, ketiga produk ini dianggap mampu memberikan keuntungan yang menarik bagi usaha rumahan yang dikelola oleh ibu-ibu PKK. Selain itu, harga jual ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat setempat, sekaligus membuka kesempatan untuk menjual di luar desa.<\/p>\n<figure id=\"attachment_23468\" aria-describedby=\"caption-attachment-23468\" style=\"width: 1268px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-45.jpg\" alt=\"\" width=\"1268\" height=\"677\" class=\"size-full wp-image-23468\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-45.jpg 1268w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-45-300x160.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-45-1024x547.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-45-768x410.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-45-750x400.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-45-1140x609.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1268px) 100vw, 1268px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-23468\" class=\"wp-caption-text\">(Foto Produk Olahan Ubi, Brownies Ubi, Gabin Ubi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Rencana pemasaran juga merupakan elemen krusial dalam rencana bisnis yang disampaikan. Mahasiswa mendorong penggunaan media sosial, penjualan melalui aktivitas PKK, titip jual di warung terdekat, serta pemesanan untuk acara-acara tertentu dan kegiatan desa. Melalui pendekatan ini, produk olahan ubi tidak hanya diperuntukkan bagi konsumsi keluarga, tetapi juga berkembang menjadi produk UMKM dari desa.<\/p>\n<p>Dengan inisiatif ini, mahasiswa dari Sub Kelompok 7 KKN R 5 Untag Surabaya berharap agar ibu-ibu PKK dapat mengembangkan keterampilan baru dan rasa percaya diri untuk memulai usaha mandiri. Inovasi brownies ubi, bola ubi, dan gabin ubi diharapkan menjadi awal yang baik untuk meningkatkan nilai lebih dari komoditas lokal dan memperkuat ekonomi keluarga serta desa secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Program ini membuktikan peran mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan yang dimiliki kepada masyarakat, sekaligus mendorong semangat kewirausahaan yang berbasis pada potensi lokal. Apabila dikelola dengan baik dan konsisten, olahan ubi dari Desa Pacet memiliki peluang untuk menjadi produk unggulan yang dapat bersaing di pasar yang lebih luas.<\/p>\n<p>Ditulis Oleh:<br \/>\n<strong>Muhammad Fauzi 1122300065 Mahasiswa Ilmu Adminitrasi Negara Universitas 17 Agustus 1945 <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pacet, Mojokerto, JurnalPost.com \u2014 Kelompok sub 7 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) R 5 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperkenalkan inovasi dalam pengolahan ubi sebagai upaya untuk memberdayakan perekonomian masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK di Desa Pacet. Dalam program KKN, para mahasiswa ini mengolah ubi lokal menjadi tiga jenis produk yang memiliki nilai jual, yaitu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23469,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-23467","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23467","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23467"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23467\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}