{"id":23405,"date":"2026-01-15T23:23:40","date_gmt":"2026-01-15T15:23:40","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23405"},"modified":"2026-01-15T23:23:40","modified_gmt":"2026-01-15T15:23:40","slug":"sahabat-satu-hati-mahasiswa-kkn-untag-surabaya-tanamkan-budaya-hormat-dan-kasih-sayang-di-smpn-2-trawas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/sahabat-satu-hati-mahasiswa-kkn-untag-surabaya-tanamkan-budaya-hormat-dan-kasih-sayang-di-smpn-2-trawas\/23405\/","title":{"rendered":"Sahabat Satu Hati: Mahasiswa KKN Untag Surabaya Tanamkan Budaya Hormat dan Kasih Sayang di SMPN 2 Trawas"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Picture2-5.jpg\" alt=\"\" width=\"448\" height=\"299\" class=\"aligncenter size-full wp-image-23406\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Picture2-5.jpg 448w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Picture2-5-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 448px) 100vw, 448px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, menggelar kegiatan edukasi karakter di SMP Negeri 2 Trawas. Kegiatan ini dikemas dalam program bertajuk \u201cSahabat Satu Hati: Ciptakan Budaya Hormat dan Kasih Sayang\u201d sebagai upaya preventif dalam mencegah perilaku perundungan (bullying) dan kenakalan remaja sejak dini.<\/p>\n<p>Program pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tiga mahasiswa Untag Surabaya, yaitu Yasaminah Fayyaza Zain, Siti Nur Rodiyah, dan Nur Lailatul Magfiroh. Sasaran kegiatan adalah peserta didik SMPN 2 Trawas yang berada pada fase remaja awal, yaitu masa pencarian jati diri yang sangat rentan terhadap berbagai pengaruh negatif lingkungan.<\/p>\n<p>Pada fase ini, remaja kerap menghadapi tekanan teman sebaya, perubahan emosi yang belum stabil, serta keinginan untuk diakui dalam kelompok sosial. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti perilaku perundungan, pelanggaran tata tertib sekolah, sikap agresif, hingga kebiasaan bercanda berlebihan yang berujung pada tindakan menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun verbal. Selain itu, kurangnya pemahaman mengenai batasan perilaku sosial juga dapat menyebabkan remaja kesulitan membedakan antara candaan yang wajar dan tindakan yang sudah termasuk bullying. Melalui program Sahabat Satu Hati, mahasiswa pelaksana pengabdian kepada masyarakat memberikan edukasi kepada siswa mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk kenakalan remaja, serta dampak negatif yang ditimbulkan terhadap korban maupun pelaku. Siswa diajak untuk memahami bahwa kenakalan remaja tidak hanya berdampak pada lingkungan sekolah, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan psikologis, prestasi belajar, serta masa depan mereka.<\/p>\n<p>Materi disampaikan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui media presentasi, diskusi interaktif, serta contoh-contoh kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa. Pendekatan ini bertujuan agar siswa lebih mudah memahami pentingnya membangun sikap empati, saling menghormati, dan kasih sayang dalam pergaulan sehari-hari.<\/p>\n<p>Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim pengabdian kepada masyarakat juga melaksanakan pre-test dan post-test kepada para peserta. Pre-test diberikan sebelum kegiatan berlangsung untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa, sedangkan post-test dilakukan setelah kegiatan sebagai bentuk evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait bahaya bullying, kenakalan remaja, serta pentingnya menjaga sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>Selain penyuluhan, kegiatan juga dilengkapi dengan aktivitas reflektif melalui Pohon Harapan. Dalam sesi ini, siswa menuliskan harapan, komitmen, serta pesan positif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran diri dan tanggung jawab bersama dalam membangun budaya kasih sayang.<\/p>\n<p>Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi, tanya jawab, hingga kegiatan reflektif. Banyak siswa menunjukkan pemahaman baru bahwa masa remaja merupakan periode penting untuk membentuk karakter, mengontrol perilaku, serta menentukan arah masa depan yang lebih positif.<\/p>\n<p>Melalui program Sahabat Satu Hati, mahasiswa Untag Surabaya berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya hormat dan kasih sayang di kalangan remaja, sekaligus menjadi benteng preventif terhadap perilaku bullying dan kenakalan remaja. Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat Desa Penanggungan dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, berempati, dan mampu membangun lingkungan sosial yang harmonis serta berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com \u2013 Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, menggelar kegiatan edukasi karakter di SMP Negeri 2 Trawas. Kegiatan ini dikemas dalam program bertajuk \u201cSahabat Satu Hati: Ciptakan Budaya Hormat dan Kasih Sayang\u201d sebagai upaya preventif dalam mencegah perilaku perundungan (bullying) dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23406,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":"Edukasi Pencegahan Bullying dan Kenakalan Remaja bagi Generasi Muda Desa Penanggungan"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-23405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23405"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23405\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}