{"id":23309,"date":"2026-01-14T20:29:53","date_gmt":"2026-01-14T12:29:53","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23309"},"modified":"2026-01-14T20:29:53","modified_gmt":"2026-01-14T12:29:53","slug":"inovasi-tempat-sampah-otomatis-untuk-lingkungan-yang-lebih-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/inovasi-tempat-sampah-otomatis-untuk-lingkungan-yang-lebih-sehat\/23309\/","title":{"rendered":"Inovasi Tempat Sampah Otomatis untuk Lingkungan yang Lebih Sehat"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-91.jpg\" alt=\"\" width=\"1379\" height=\"776\" class=\"aligncenter size-full wp-image-23310\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-91.jpg 1379w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-91-300x169.jpg 300w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-91-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-91-768x432.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-91-750x422.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-91-1140x642.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1379px) 100vw, 1379px\" \/><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Lingkungan yang bersih merupakan fondasi utama terciptanya kesehatan dan kenyamanan, terutama di lingkungan sekolah dasar. Namun, persoalan kebersihan masih sering ditemui, mulai dari kebiasaan membuang sampah sembarangan hingga minimnya sarana pendukung yang higienis. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan baru yang tidak hanya bersifat imbauan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dan edukatif. Salah satu solusi tersebut adalah inovasi tempat sampah otomatis berbasis teknologi sensor.<\/p>\n<p>Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan penyerahan Teknologi Tepat Guna (TTG) Tempat Sampah Otomatis berbasis sensor ultrasonik dan Arduino yang dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026 di SDN Mojokembang No. 405, Desa Mojokembang. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan pengurus sekolah sebagai mitra, serta berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Mays Amelia, S.H., M.H.<\/p>\n<p>Tempat sampah otomatis ini dirancang agar mampu membuka dan menutup secara mandiri tanpa sentuhan tangan. Dengan memanfaatkan sensor ultrasonik yang terhubung dengan mesin Arduino, tutup tempat sampah akan terbuka secara otomatis saat mendeteksi objek di jarak tertentu. Teknologi sederhana ini memiliki dampak besar, terutama dalam mengurangi kontak langsung dengan sampah yang berpotensi menjadi sumber bakteri dan penyakit.<\/p>\n<p>Lebih jauh, inovasi ini tidak hanya berorientasi pada aspek kebersihan, tetapi juga pada nilai edukasi. Anak-anak diperkenalkan pada penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga secara tidak langsung menumbuhkan rasa ingin tahu, kesadaran lingkungan, dan kebiasaan hidup bersih sejak usia dini. Sekolah pun menjadi ruang pembelajaran yang lebih kontekstual, menggabungkan pengetahuan, teknologi, dan praktik langsung.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sub Kelompok 8 R10 Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang bertugas di Desa Mojokembang. Tim ini terdiri dari Mukhamad Miftakhul Rizki Pratama, Muhammad Choirul Fanani, Askurin Nisa\u2019 Azizah, dan Mirna Marissa. Selain melakukan penyerahan alat, tim juga mengadakan demo penggunaan kepada pihak sekolah guna memastikan alat dapat digunakan dan dirawat dengan baik secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pihak sekolah menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat tidak sekadar program formal, tetapi dapat menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Pendekatan teknologi tepat guna memungkinkan solusi diterapkan secara efektif, ekonomis, dan mudah diadaptasi oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Di tengah meningkatnya tantangan kesehatan lingkungan, inovasi tempat sampah otomatis ini menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah kecil. Dari sebuah tempat sampah, kesadaran akan pentingnya kebersihan dan pemanfaatan teknologi dapat tumbuh. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti di satu sekolah saja, tetapi dapat direplikasi di berbagai lingkungan pendidikan lainnya demi terciptanya lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Lingkungan yang bersih merupakan fondasi utama terciptanya kesehatan dan kenyamanan, terutama di lingkungan sekolah dasar. Namun, persoalan kebersihan masih sering ditemui, mulai dari kebiasaan membuang sampah sembarangan hingga minimnya sarana pendukung yang higienis. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan baru yang tidak hanya bersifat imbauan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dan edukatif. Salah satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23310,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-23309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23309"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23309\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23310"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}