{"id":23274,"date":"2026-01-14T16:17:41","date_gmt":"2026-01-14T08:17:41","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23274"},"modified":"2026-01-14T16:17:41","modified_gmt":"2026-01-14T08:17:41","slug":"mahasiswa-kkn-untag-surabaya-perkenalkan-mesin-pencacah-sampah-organik-ramah-lingkungan-di-desa-nogosari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/mahasiswa-kkn-untag-surabaya-perkenalkan-mesin-pencacah-sampah-organik-ramah-lingkungan-di-desa-nogosari\/23274\/","title":{"rendered":"Mahasiswa KKN Untag Surabaya Perkenalkan Mesin Pencacah Sampah Organik Ramah Lingkungan di Desa Nogosari"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-40.jpg\" alt=\"\" width=\"1430\" height=\"1471\" class=\"aligncenter size-full wp-image-23275\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-40.jpg 1430w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-40-292x300.jpg 292w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-40-995x1024.jpg 995w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-40-768x790.jpg 768w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-40-750x772.jpg 750w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar2-40-1140x1173.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1430px) 100vw, 1430px\" \/><\/p>\n<p><strong>Mojokerto, JurnalPost.com<\/strong> \u2013 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin pencacah sampah organik yang diimplementasikan kepada mitra Oemah Rempah di Dusun Bulakunci, Desa Nogosari. Program ini bertujuan mendukung pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos secara lebih efektif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, dedaunan, dan limbah kebun yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Melalui mesin pencacah ini, sampah organik dapat diolah menjadi bahan dasar pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan pekarangan warga.<\/p>\n<p>Berbeda dari kegiatan KKN yang bersifat massal, program ini difokuskan pada implementasi alat secara langsung kepada mitra tanpa melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum. Pendekatan tersebut dipilih agar pemanfaatan mesin pencacah dapat berjalan optimal sesuai kebutuhan operasional mitra, serta memastikan keberlanjutan penggunaan alat dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Kelompok R8 KKN UNTAG Surabaya menjelaskan bahwa mesin pencacah sampah organik dirancang dengan konsep sederhana, efisien, serta mudah dioperasikan oleh Mitra Oemah Rempah Dusun Bulakunci. Pemilik mitra Oemah Rempah memberikan apresiasi atas program tersebut karena dinilai mampu menjawab permasalahan \u201cDengan ukuran cacahan yang lebih kecil, proses pengomposan menjadi lebih cepat dan hasil pupuk lebih maksimal,\u201d ujar Ibu Emy selaku pemilik Mitra.<\/p>\n<p>Tahapan kegiatan meliputi perancangan alat, proses perakitan, pengujian fungsi mesin, hingga serah guna kepada mitra. Setelah dilakukan pengujian, mesin dinyatakan layak digunakan dan siap mendukung kegiatan pengolahan sampah organik di Oemah Rempah, Dusun Bulakunci.<\/p>\n<p>Mesin pencacah sampah organik bekerja dengan sistem pisau pemotong yang mampu menghancurkan limbah organik seperti sisa sayuran, daun kering, dan limbah kebun menjadi ukuran lebih kecil. Hasil pencacahan tersebut selanjutnya digunakan dalam proses pembuatan pupuk kompos oleh mitra sesuai dengan kebutuhan operasional. Implementasi alat kepada mitra menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan mesin dalam jangka panjang tanpa harus bergantung pada kegiatan sosialisasi massal.<\/p>\n<p>Dengan adanya mesin pencacah sampah organik ini, Oemah Rempah diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan limbah organik sekaligus menghasilkan pupuk kompos yang bernilai guna. Pupuk kompos tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas pertanian, budidaya tanaman rempah, serta penghijauan lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>Melalui program KKN ini, mahasiswa KKN UNTAG Surabaya berharap inovasi mesin pencacah sampah organik yang diimplementasikan di Oemah Rempah, Dusun Bulakunci, Desa Nogosari dapat memberikan dampak positif bagi mitra program khususnya dalam meningkatkan efisiensi pengolahan sampah dan produksi pupuk kompos yang bernilai guna.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mojokerto, JurnalPost.com \u2013 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin pencacah sampah organik yang diimplementasikan kepada mitra Oemah Rempah di Dusun Bulakunci, Desa Nogosari. Program ini bertujuan mendukung pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos secara lebih efektif dan berkelanjutan. Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23275,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-23274","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23274"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23274\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}