{"id":23246,"date":"2026-01-14T15:15:06","date_gmt":"2026-01-14T07:15:06","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23246"},"modified":"2026-01-14T15:15:06","modified_gmt":"2026-01-14T07:15:06","slug":"pengabdian-kepada-masyarakat-universitas-17-agustus-1945-surabaya-inovasi-sederhana-untuk-petani-jagung-candiwatu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pengabdian-kepada-masyarakat-universitas-17-agustus-1945-surabaya-inovasi-sederhana-untuk-petani-jagung-candiwatu\/23246\/","title":{"rendered":"Pengabdian kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya &#8211; Inovasi Sederhana Untuk Petani Jagung Candiwatu"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-83.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"468\" class=\"aligncenter size-full wp-image-23247\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-83.jpg 624w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-83-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p>Oleh:<br \/>\n<strong>Muhammad Ridha Febriyani, S.H., M.Kn., M.H.<br \/>\nSiti Nur Aisyah Gumalis<br \/>\nNila Sari Puspita Ningsi<br \/>\nRafif Dary Asmara<br \/>\nGregorius Raka Pradayan Wikan<br \/>\nMohammad Ilham Fatchurozi<br \/>\nMuhammad Ravi Muntaha<\/strong><\/p>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Pertanian jagung di Desa Candiwatu menyimpan potensi besar. Lahan yang subur membuat komoditas ini menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat desa. Namun, di balik potensi tersebut, petani masih dihadapkan pada persoalan yang kerap dianggap sepele, tetapi berdampak langsung pada efektivitas kerja mereka, yakni proses pemupukan yang masih dilakukan secara manual.<\/p>\n<p>Selama ini, pemupukan dilakukan dengan cara menebarkan pupuk sambil berjalan dan membungkuk di setiap tanaman. Cara tersebut tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga menyulitkan petani dalam mengatur takaran pupuk. Akibatnya, pupuk sering tercecer dan tidak sepenuhnya terserap oleh tanaman. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi tanpa diimbangi hasil yang optimal.<\/p>\n<p>Persoalan tersebut menunjukkan bahwa tantangan pertanian tidak selalu terletak pada keterbatasan teknologi modern. Justru, yang sering luput adalah ketersediaan solusi sederhana yang sesuai dengan kondisi petani di lapangan. Dalam konteks inilah, teknologi tepat guna berbasis alat penebar pupuk dari pipa patut dipertimbangkan sebagai alternatif yang realistis dan terjangkau.<\/p>\n<p>Alat sederhana ini memungkinkan pupuk diarahkan langsung ke pangkal tanaman dengan posisi kerja yang lebih ergonomis. Petani tidak perlu lagi sering membungkuk, sehingga proses pemupukan menjadi lebih nyaman dan efisien. Selain itu, bahan yang mudah diperoleh serta perawatan yang sederhana membuat alat ini tidak menambah ketergantungan petani pada teknologi mahal.<\/p>\n<p>Sudah saatnya inovasi pertanian tidak selalu diukur dari tingkat kecanggihannya, melainkan dari sejauh mana alat tersebut mampu menjawab kebutuhan nyata petani. Pengalaman di Desa Candiwatu menunjukkan bahwa teknologi sederhana, jika dirancang dengan memahami kondisi lapangan, dapat memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan petani.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Muhammad Ridha Febriyani, S.H., M.Kn., M.H. Siti Nur Aisyah Gumalis Nila Sari Puspita Ningsi Rafif Dary Asmara Gregorius Raka Pradayan Wikan Mohammad Ilham Fatchurozi Muhammad Ravi Muntaha JurnalPost.com &#8211; Pertanian jagung di Desa Candiwatu menyimpan potensi besar. Lahan yang subur membuat komoditas ini menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat desa. Namun, di balik potensi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23247,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-23246","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23246","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23246"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23246\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23246"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23246"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23246"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}