{"id":23178,"date":"2026-01-14T10:28:31","date_gmt":"2026-01-14T02:28:31","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23178"},"modified":"2026-01-14T10:28:31","modified_gmt":"2026-01-14T02:28:31","slug":"teknologi-tepat-guna-untuk-efisiensi-pakan-ternak-oleh-mahasiswa-kkn-r4-universitas-17-agustus-1945-surabaya-untag","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/teknologi-tepat-guna-untuk-efisiensi-pakan-ternak-oleh-mahasiswa-kkn-r4-universitas-17-agustus-1945-surabaya-untag\/23178\/","title":{"rendered":"Teknologi Tepat Guna untuk Efisiensi Pakan Ternak oleh Mahasiswa KKN R4 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG)"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_23179\" aria-describedby=\"caption-attachment-23179\" style=\"width: 407px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-69.jpg\" alt=\"\" width=\"407\" height=\"229\" class=\"size-full wp-image-23179\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-69.jpg 407w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-69-300x169.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 407px) 100vw, 407px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-23179\" class=\"wp-caption-text\">(Dokumentasi Sub Kelompok 3 Saat Menjelaskan Tata Cara Penggunaan Mesin Pencacah Rumput )<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JurnalPost.com<\/strong> &#8211; Selama ini sebagian besar peternak terutama di Desa Candiwatu masih banyak yang menyiapkan pakan ternak dengan cara manual, hal tersebut tentunya memerlukann waktu yang cukup lama dan tenaga yang dibutuhkan juga lebih banyak. Dalam realitanya terutama mitra sasaran KKN kali  ini yakni pak Maslikan butuh waktu berjam-jam untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. <\/p>\n<p>Kondisi tersebut menjadi semakin berat ketika memasuki musim hujan. Rumput yang basah menyulitkan proses pemotongan dan lebih cepat mengalami kerusakan apabila tidak segera digunakan. Akibatnya, kualitas pakan menurun dan sebagian rumput terbuang karena tidak layak konsumsi. <\/p>\n<p>Maka dari itu Mahasiswa Vincentius Gabriel mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang melaksanakan pengabdian di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin pencacah pakan ternak. Program Kerja ini bertujuan membantu peternak setempat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan pakan sapi dan bebek. <\/p>\n<p>Dengan adanya mesin pencacah, proses penyiapan pakan menjadi lebih singkat dan praktis. Rumput yang telah dicacah lebih mudah dikonsumsi oleh ternak sehingga sisa pakan di sekitar kandang dapat diminimalkan. Selain itu, pencacahan bahan pakan ternak juga membantu menjaga kualitas pakan agar tetap terjaga baik dalam waktu tertentu. <\/p>\n<p>Inovasi mesin pencacah yang diciptakann oleh KKN R4 Sub Kelompok 3 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya adalah membuat mesin pencacah rumput berbasis teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi peternak desa. Mesin ini menggunakan dinamo listrik berdaya 150 watt dan dirancang agar mudah dioperasikan oleh peternak. Alat tersebut mampu mencacah rumput menjadi potongan kecil dengan ukuran sekitar 1 hingga 3 sentimeter, sehingga lebih mudah dikonsumsi ternak serta lebih praktis dalam penyimpanan. <\/p>\n<p>Tidak hanya menyediakan alat, Mahasiswa Sub Kelompok 3 KKN R4 juga melakukan pendampingan kepada peternak melalui pelatihan penggunaan dan perawatan mesin. Edukasi mengenai pentingnya efisiensi pakan turut diberikan agar peternak memahami manfaat jangka panjang dari penerapan teknologi tersebut. Peternak juga dibekali panduan tertulis sebagai pedoman penggunaan alat secara berkelanjutan. <\/p>\n<p>Salah satu peternak Desa Candiwatu yaitu Bapak Maslikan mengungkapkan bahwa mesin pencacah rumput sangat membantu mengurangi beban kerja sehari-hari. Waktu yang sebelumnya dihabiskan untuk menyiapkan pakan kini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain yang lebih produktif. <\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap inovasi yang diperkenalkan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Candiwatu. Pemanfaatan teknologi pencacah rumput diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan peternak serta mendorong pengembangan sektor peternakan desa yang lebih modern dan efisien. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JurnalPost.com &#8211; Selama ini sebagian besar peternak terutama di Desa Candiwatu masih banyak yang menyiapkan pakan ternak dengan cara manual, hal tersebut tentunya memerlukann waktu yang cukup lama dan tenaga yang dibutuhkan juga lebih banyak. Dalam realitanya terutama mitra sasaran KKN kali ini yakni pak Maslikan butuh waktu berjam-jam untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Kondisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23179,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-23178","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23178"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23178\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}