{"id":23171,"date":"2026-01-14T09:52:38","date_gmt":"2026-01-14T01:52:38","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/?p=23171"},"modified":"2026-01-14T09:52:38","modified_gmt":"2026-01-14T01:52:38","slug":"pelatihan-kemasan-ziplock-ecogreen-untuk-umkm-eka-putra-di-desa-sumberkembar-pacet-kurangi-sampah-plastik-tanpa-turunkan-kualitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/pelatihan-kemasan-ziplock-ecogreen-untuk-umkm-eka-putra-di-desa-sumberkembar-pacet-kurangi-sampah-plastik-tanpa-turunkan-kualitas\/23171\/","title":{"rendered":"Pelatihan Kemasan Ziplock Ecogreen untuk UMKM Eka Putra di Desa Sumberkembar Pacet: Kurangi Sampah Plastik Tanpa Turunkan Kualitas"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-68.jpg\" alt=\"\" width=\"515\" height=\"386\" class=\"aligncenter size-full wp-image-23172\" srcset=\"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-68.jpg 515w, https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Gambar1-68-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 515px) 100vw, 515px\" \/><\/p>\n<p><strong>Mojokerto, JurnalPost.com <\/strong>&#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya Sub Kelompok 3 yang bernama Maulana Helga Faisal, melalui bimbingan Dr.(Cand.) Fiky Two Nando, S.T., M.T melaksanakan program Pelatihan Penggunaan Kemasan Standing Pouch Ziplock Ecogreen di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet. Program ini mengusung inovasi sebagai upaya mendukung pengurangan sampah plastik pada desa setempat.<\/p>\n<p>Di tengah kesadaran global akan bahaya sampah plastik, muncul pertanyaan: bisakah kita sepenuhnya meninggalkan plastik dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) makanan? Jawabannya mungkin tidak sesederhana \u201cya\u201d atau \u201ctidak\u201d. Sebuah program pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, memberikan perspektif yang lebih bijak.<\/p>\n<p>Maulana Helga Faisal mahasiswa KKN yang dibimbing langsung oleh Dr.(Cand.) Ficky Two Nando, S.T., M.T., menggagas pelatihan penggunaan kemasan standing pouch ziplock ecogreen bagi UMKM \u201cEka Putra\u201d milik Bu Wiji. Usaha ini memproduksi beragam camilan seperti kacang sembunyi, pastel, dan kacang pedas. Tantangannya nyata: produk gorengan butuh kemasan kedap minyak untuk menjaga kebersihan dan keamanan.<\/p>\n<p>Selama ini, UMKM bergantung pada plastik konvensional yang praktis dan murah. Namun, plastik sekali pakai sering berserakan, tampilannya kurang menarik, dan tidak memenuhi tuntutan konsumen modern yang menginginkan kemasan rapi, informatif, dan fungsional.<\/p>\n<p>Inovasi yang ditawarkan bukanlah penghapusan total plastik, melainkan pendekatan yang lebih bertanggung jawab. Kemasan standing pouch ziplock hadir sebagai solusi. Materialnya lebih tebal dan kuat, mampu menahan rembesan minyak dengan baik. Kehadiran bagian transparan (window) memungkinkan konsumen melihat produk langsung, membangun kepercayaan sekaligus memberi kesan modern dan profesional.<\/p>\n<p>Fitur ziplock menjadi nilai tambah utama. Konsumen dapat menyimpan kembali camilan yang belum habis tanpa khawatir menjadi melempem atau terkontaminasi. Kemasan ini tidak hanya sekali buka langsung dibuang, sehingga secara signifikan mengurangi volume sampah plastik sekali pakai yang tidak terkontrol.<\/p>\n<p>Melalui pendampingan intensif, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep kemasan yang berimbang: mempertimbangkan fungsi, keamanan pangan, kenyamanan konsumen, dan aspek lingkungan. \u201cIni bentuk kontribusi nyata kami,\u201d ujar Achmad Wildan. \u201cKami berharap inovasi ini menjadi solusi cerdas untuk mengurangi plastik tanpa mengorbankan kualitas produk UMKM.\u201d<\/p>\n<p>Dr.(Cand.) Ficky Two Nando, selaku pembimbing, menekankan bahwa pendekatan ini relevan dengan kondisi riil lapangan. \u201cLangkah mengurangi sampah plastik tidak harus ekstrem. Memilih kemasan yang lebih tepat guna, lebih awet, dan multi-fungsi adalah awal yang realistis dan berdampak besar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Program ini menunjukkan bahwa keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan bisnis dapat berjalan seiring. Dengan kemasan yang lebih terkontrol, tampilan produk meningkat, dan daya guna lebih lama, UMKM seperti \u201cEka Putra\u201d bisa tetap kompetitif di pasar tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap alam.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, kisah dari Desa Sumberkembar ini mengajarkan kita bahwa solusi terbaik sering kali terletak pada keseimbangan. Bukan dengan menghilangkan plastik secara paksa, tetapi dengan mendorong penggunaannya yang lebih cerdas, efisien, dan bertanggung jawab. Langkah kecil seperti ini, jika direplikasi di banyak tempat, bisa membawa perubahan besar bagi masa depan bumi kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mojokerto, JurnalPost.com &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya Sub Kelompok 3 yang bernama Maulana Helga Faisal, melalui bimbingan Dr.(Cand.) Fiky Two Nando, S.T., M.T melaksanakan program Pelatihan Penggunaan Kemasan Standing Pouch Ziplock Ecogreen di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet. Program ini mengusung inovasi sebagai upaya mendukung pengurangan sampah plastik pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23172,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"7","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"no-sidebar-narrow","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-23171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23171"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23171\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23172"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalpost.com\/read\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}